Forwarek Kerma 2017 Tingkatkan Kapabilitas PTN Di Indonesia

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 07 Desember 2017 10:22 WIB | Diupdate pada 07 Desember 2017 10:22 WIB


FORWAREK KERMA – Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama (Forwarek Kerma) Perguruan Tinggi Negeri merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dengan melibatkan semua PTN  di Indonesia dalam peningkatan mutu Perguruan Tinggi. Kegiatan Forwarek ini juga merupakan wadah komunikasi, interaksi, sharing, diskusi, bertukar Informasi antara perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

PANGKALAN BARU, UBB - Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik-Ditjen Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menunjuk Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Politeknik Manufaktur Negeri Babel sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Lokakarya  Forum Wakil Rektor Bidang Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia di Tahun 2017. Kegiatan ini terdiri dari Lokakarya dan Short Trip seputar Pulau Bangka yang dilaksanakan dari tanggal 3-5 Desember 2017.

Forwarek Kerma dibentuk pada tahun 2012 dengan tujuan untuk saling berbagi pengalaman antara sesama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama seluruh PTN se-Indonesia, serta untuk meningkatkan kerja sama antar universitas dengan berbagai pihak luar. Kegiatan Forwarek Kerma tahun ini dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lokakarya Forwarek Kerma 2017 kali ini mengangkat tajuk "Mendorong Kedaulatan Pangan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Unggul Lokal", dihadiri oleh 70 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang dimulai dari jam 08.30 s.d selesai. Pada kegiatan tersebut banyak Perguruan Tinggi yang akan menghadiri Lokakarya Forwarek dari 118 PTN yang sudah diundang, namun terhalang oleh perubahan jadwal maskapai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali akibat erupsi Gunung Agung sehingga beberapa PTN membatalkan hadir.

Dalam laporan Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Prof Dr Ir Achmad Muslim MAgr disambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, yang mana pada awalnya direncanakan di Papua, oleh sesuatu lain hal dan dengan waktu yang terbatas, sehingga panitia melirik Babel sebagai tempat penyelenggaranya.

"Forwarek ini sangat lah penting dalam rangka untuk meningkatkan kapabilitas PTN  dalam bidang kerjasama yang akan menunjang peningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi juga menyampaikan terima kasihnya terhadap Biro Kerjasama dan Kelembagaan Kemenristek Dikti yang telah memberikan kepercayaan kepada Civitas UBB untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Forwarek Bidang Kerjasama 2017 ini.

"Kami berterimakasih atas kesempatan yang diberikan, karena ajang ini kesempatan bagi UBB dan Pemprov. Babel sekaligus bisa mempromosikan destinasi wisata yang ada di Bangka Belitung," katanya.

Ia juga menambahkan dengan terselenggaranya kegiatan ini bisa meningkatkan dan memperkuat kerjasama antar Perguruan Tinggi. “Mari kita memperkuat kerja sama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di era global dalam dunia perguruan tinggi”, cetus Muh Yusuf diakhir sambutannya.

Dikesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti Dr Totok Prasetyo Beng MT, yang hadir membuka pertemuan ini mengapresiasi terhadap perkembangan Forwarek Kerma atas koordinasi antar PTN yang luar biasa bisa mengajak perguruan tinggi lain untuk lebih maju. PTN yang telah bergabung akan menjadi vionir dan lokomotif dari berkembangnya perguruan tinggi di Indonesia. Ia jug berharap agar Forwarek dapat turut serta mengembangkan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan masing-masing.

Adapun rangkaian pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan dengan pemaparan sesi pertama oleh narasumber dari LIPI  yang disampaikan Prof Dr Ir Anas Miftah Fauzi MEng, dan Dr Nurul Taufiqu Rochman BEng MEng, yang mengangkat materi ‘Best Practice Hilirisasi Penelitian’. Dilanjutkan materi sesi kedua tentang ‘Penguatan program pertukaran mahasiswa Nusantara’ oleh Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP, serta di sesi ketiga dengan topik ‘Desiminasi hasil JWG RI – Jepang dan JWG RI – Perancis’ oleh Prof Dr Ir Ketut Buda ST MSc bersama I Made Andi Arsana PhD. 

Forwarek Kerma ini juga membahas tentang program kerja jangka panjang dan jangka pendek yang stategis, serta berbagai kemungkinan kerjasama yang ingin dicapai untuk meningkatkan mutu pendidikan masing-masing PTN.

Forum ini sendiri bertujuan sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas kerja sama perguruan tinggi melalui pengembangan wawasan dan kapasitas penyelenggaraan tata kelola kerja sama, baik kerja sama dalam negeri maupun luar negeri serta mendukung strategi pengembangan kerja sama perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini dapat menghasilkan dan mengantarkan perguruan tinggi untuk mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang terampil, serta menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa. (Ags/Humas)


Topik

Kampus_Terpadu_UBB