10 Industriawan Jepang Kunjungi Destinasi Wisata Pulau Bangka

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 24 Januari 2018 15:00 WIB | Diupdate pada 24 Januari 2018 15:40 WIB


BATU METAMORF --- Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc menunjukkan tumpukan batu metamorf di bibir pantai Pulau Begadung. 

MERAWANG, UBB --   Sepuluh industriawan dari  Negara Matahari Jepang selama empat hari pada  awal  bulan  Pebruari 2018 berkunjung ke Pulau Bangka.  Di sini, selain menikmati pesona wisata, mereka pun sekaligus mengkaji kemungkinan untuk menanamkan investasi, di antaranya  solar cell (pembangkit listrik tenaga surya).

Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, Wakil Rektor II UBB yang adalah juga perwakilan industiawan Jepang di Indonesia,  Rabu (24/01/2018) pagi mengemukakan kedatangan industiawan Jepang ke Bangka sudah sejak akhir 2017 direncanakan, menyusul  Yusuke Higaki (Director of Asia Infrastructure Corporation, AIC,  Japan)  mengunjungi marine geopark Pulau Begadung, Bangka Tengah.

“Kunjungan mereka  ke Bangka punya arti penting.    Bukan saja sebatas sebagai wisatawan yang akan  menambah jumlah  kunjungan wisatawan mancanegara ke Bangka Belitung. Tapi, melainkan juga  mereka melihat kemungkinan untuk  berinvestasi di sini,” ujar Agus Hartoko.

 Kunjungan industriawan Jepang ke Bangka itu  dipimpin Yusuke Higaki (Direktur AIC),   didampingi  staf dari  Urdi (Urban and Regional Development Institute).  Mereka semua berasal dari Hitachi Heavy Industries (Hitachi Devisi Industri Berat) Jepang.

“Mereka bertolak dari Jakarta dan tiba di Bandarudara Depati Amir, Pangkalpinang,  30 Januari petang.  Menginap di salah satu hotel di kota ini.  Jadwal acara kunjungan sudah kita susun; dimulai melihat-lihat kawasan Kota Pangkalpinang pada tanggal 1 Pebruari, kemudian hari itu juga  menuju Pulau Begadung di Bangka  Tengah,” tukas Agus Hartoko.

Dari dermaga Desa Tanjungpura,  seluruh industriawan Jepang yang  didampingi sejumlah dosen dan  staf Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan  menumpang perahu nelayan setempat; melayari laut hingga tiba dan turun di bibir pantai Pulau Begadung yang landai.

Sejumlah acara ‘penglibatan’ aktif wisatawan telah  disusun. Seperti meneroka formasi batuan,   gua, bakau, air tawar,  kapal tenggelam dan keramba apung   di  pulau (explore of the aspect of  island), dan  beach clean up (bersih pantai).

“Usai itu dilanjutkan dengan makan siang menu sea food, kemudian diskusi dengan kepala desa dan komunitas warga tentang pengembangan tourism dan kemungkinan membangun pembangkit listrik tenaga surya.  Kunjungan ke Pulau Begadung ditutup dengan snorkling dan swimming,” ujar Agus Hartoko.  

 Hari berikutnya kunjungan industriawan Jepang ke Bangka ke beberapa destinasi wisata di Bangka Selatan,  pantai timur Bangka (antara lain ke Parai Beach Resort) dan ke Tuing, Bangka.

“Sebelum ke Bangka Selatan dan Bangka Induk, kita bawa tur kota Pangkalpinang dengan memberikan informasi sejumlah objek wisata di kota ini,” tutur Agus.

Kunjungan warga Jepang ini lanjut Agus memunculkan ide untuk membuat kursus Bahasa Jepang yang akan dikelola UBB.

“Bila wisatawan Jepang banyak ke sini, perlu pemandu wisata yang andal berbahasa Jepang,” ujar Agus Hartoko.

Sebelum 10 industriawan Jepang ke Bangka awal Pebruari, sebelumnya pada medio 2017 sejumlah personel Hitachi datang ke Bangka.  Mereka dibawa Agus Hartoko ke destinasi, antara lain menyelusuri Sungai Baturusa, Pulau Semujur, Pulau Panjang dan Gusung Pasir.

“Mereka yang adalah anak muda Jepang itu bekerja di Hitachi, kita  inapkan  di homestay Pulau Semujur,” tukas Agus (Eddy Jajang J Atmaja).


Topik

Geopark