200 Pustakawan se Indonesia Tumpah di Pulau Bangka, Hadiri Seminar Nasional Pemanfaatan Open Educational Resource

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 01 Maret 2018 15:58 WIB | Diupdate pada 01 Maret 2018 15:58 WIB


KERJA KERAS --  Panitia Seminar Nasional, Raker dan Worshop bertemakan ‘Pemanfaatan Open Akademic Resource untuk Kegiatan Pembelajaran’ yang diketuai Euis Asriani berfose di ruang Perpustakaan Pusat UBB. Mereka bahu membahu dan bekerja keras untuk menyukseskan helat ilmiah yang akan digelar 21 -23 Maret 2018 ini.

PANGKALPINANG, UBB --  Pulau Bangka, khususnya Kota Pangkalpinang,  akhir Maret tahun ini akan kedatangan tamu ‘luar biasa’.  Berjumlah 150 hingga 200 orang, mereka  bukan wisatawan biasa, melainkan  pustakawan yang bekerja pada  110 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Kepala Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB)  Euis Asriani didampingi staf, Darma, Kamis (1/03/2018) pagi, mengemukakan kedatangan pustakawan itu untuk mengikuti ‘workshop’, seminar nasional dan rapat kerja (raker) Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), serta tur kesejumlah destinasi wisata di Pulau Bangka.

“Acara ini kami nilai penting, sebab dari sini  akan diperoleh banyak  masukan, baik  dari narasumber maupun  dari pengelola perpustaakan PTN yang sudah senior,  untuk   mengembangkan perpustakaan PTN yang ada di Indonesia,” ujar  Euis Asriani seraya menambahkan FKP2PTN menunjuk UBB sebagai tuan rumah tiga helat besar tersebut.

Banyak manfaat akan diperoleh peserta yang mengikuti raker, seminar dan worshop ini.   Selain antarpustakawan bertemu dan bersilaturahmi,   pustakawan dari kampus-kampus besar   menurut Euis  akan berbagi pengalaman tentang e-resource, e-journal dan e-book.

“Dengan begitu, otomatis semua peserta tentu  akan mendapatkan informasi, pengalaman, terutama sekali akses yang sama tentang e-resource, e-journal dan e-book,” tukas Euis, yang adalah juga dosen Jurusan Agroteknologi UBB ini.

Ia menjelaskan  pada ‘workshop’ yang akan digelar di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang,  21 Maret,  tiga materi penting  akan dikupas tiga narasumber. Yaitu ‘Open Educational Resources’ (narasumber Dr Taufik Abdul Gani M.Eng), ‘Academic Writing for Librarians’ (Wiji Suwarno M.Hum) dan ‘Digital Literacy’ (Dr M Rohmadi M.Hum).

Workshop  ini  menurut   Euis akan digelar secara paralel (bersamaan) pada tiga kelas. Dua kelas di Fakultas Ekonomi, dan satu kelas di Gedung Akustik.  Tiap kelas,   sesuai judul yang dibahas narasumber,  berisi 30 peserta.  Maka,  total peserta ‘workshop’ berjumlah 90 pustakawan.

 “Keesokan harinya, 22 Maret, kami akan menggelar seminar nasional dengan tema ‘Pemanfaatan Open Educational Resources’ untuk Kegiatan Pembelajaran’ di Hotel Santika.  Tampil sebagai narasumber Prof Ainun Na’im PhD, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Drs Muhammad Syarif Bando MM, Kepala Perpustakaan Nasional dan Prof Dr Ir Eko Indrajit MSc dari Perbanas Institute,” ujar Euis didampingi stafnya, Darma,  di ruang kerja UBB Press.  

Seminar yang bakal dihadiri 150 hingga 200 pustakawan PTN  ini juga akan diikuti 45 rektor atau wakil rektor PTN se Indonesia.  Pasalnya, seusai seminar akan dilanjutkan dengan acara  penandatangan nota kesepahaman (MoU) PTN dengan Perpustakaan Nasional RI.

“45 rektor PTN, termasuk Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi  hadir,  karena setelah seminar digelar ada penandatangan MoU dengan Kepala Perpusnas RI Drs Muhammad Syarif Bando MM,” tukas Euis.

Dikemukakannya,  ‘workshop’, seminar dan raker tidak sekadar upaya untuk mencari masukan  dan mencari jalan keluar terhadap upaya mengembangkan kepustakaan secara teknis.  Namun lebih dari itu juga merupakan media untuk mengenalkan dan mempromosikan objek dan destinasi wisata  yang ada di Pulau Bangka.

“Dalam  kaitan itu pada tanggal 23 Maret kami sengaja  mengadakan tur yang diikuti seluruh peserta raker, seminar dan workshop.   Ketiga acara itu ‘kan bagian dari konsep dan praktik dari   MICE (meeting, incentive, convention dan Exhibition),” kata Euis.

Menurut Euis, panitia telah menyusun  rencana  perjalanan (itinerary) tur  mengunjungi  objek wisata di seputar Kota Pangkalpinang dan Sungailiat. Rinciannya:  Museum Timah (Pangkalpinang), Kampus Terpadu UBB (Balunijuk, Merawang),  Puri Tri Agung (Sungailiat), Kampus Polman (Sungailiat), Parai Beach Resort (Sungailiat) dan Pantai Tongachi (Sungailiat).

“Di Pantai Tongachi, UBB sebagai tuan rumah dan panitia penyelenggara ‘worshop’, seminar dan raker, akan menggelar acara melepas  penyu berusia tiga tahun ke tengah laut.  Acara ini kita harapkan menjadi bagian dari sejumlah kenangan manis yang tak terlupakan, yang dikenal sebagai bagian dari komponen  Sapta Pesona, dari para peserta selama berada di Pulau Bangka,” ujar Euis.

Pada bagian lain penjelasannya, Euis menandaskan seminar, raker dan worshop itu juga terbuka untuk umum, atau boleh diikuti oleh pihak di luar keanggotaan Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN). Syaratnya  dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri dan membayar uang kontribusi.

Bila  mendaftarkan diri sebelum 28 Pebruari,  calon peserta  kategori bukan anggota  FKP2TN diwajibkan membayar dana kontribusi sebesar  Rp 2.150.000 ditambah dana untuk ‘workshop’ Rp 250.000.  Mendaftar setelah 28 Pebruari,  bukan anggota FKP2TN harus membayar dana kontribusi sebesar Rp 2.400.000 ditambah ‘workshop’ Rp 250.000.

Menurut Euis sejauh ini pihak panitia seminar, raker dan workshop  telah bekerja maksimal agar helat ilmiah itu nanti berjalan lancar dan sukses.  Di antaranya telah mengirim surat dan undangan kepada seluruh PTN se Indonesia dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami mengharapkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr Erzaldi Rosman Djohan dapat hadir dan menjadi pembicara kunci atau keynote speaker  dalam acara seminar  nasional bertema ‘Pemanfaatan Open Academic Resource untuk Kegiatan Pembelajaran’ ini,” harap Euis, menambahkan  acara ini akan dibuka resmi Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (Eddy Jajang Jaya Atymaja, Ari Rizki)

 


Topik

Kampus_Terpadu_UBB