Dies Natalis UBB ke 12, Rektor Minta Terus Gelorakan Semangat Pengabdian

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 09 April 2018 16:08 WIB | Diupdate pada 10 April 2018 11:53 WIB


NASI TUMPENG --   Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi  (kiri) memotong nasi tumpeng dan memberikannya kepada  Prof Dr Bustami Rahman MSi (mantan Rektor UBB) pada acara Nganggung, yang  menandai digelarnya serangkaian acara Dies Natalis ke 12 UBB,  di  halaman depan Rektorat UBB, Balunijuk, Senin (9/04/2018).

BALUNIJUK, UBB --   Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ir Muh Yusuf MSi minta kepada seluruh komponen yang ada  di universitas negeri ini, baik dosen maupun tenaga kependidikan,  untuk senantiasa  menggelorakan semangat meningkatkan kualitas pengajaran, pelayanan dan  pengabdian.

“Sebagai insan akademis, kita harus selalu menggelorakan semangat itu setiap waktu, apa pun bidangnya!,” tegas Muh Yusuf ketika memberi sambutan Dies Natalis ke 12 UBB di halaman depan Rektorat UBB, Kampus Terpadu Balunijuk, Bangka, Senin (09/04/2018) pagi.

Rangkaian acara Dies Natalis ke 12 UBB ditandai dengan Tabligh Akbar dan  acara Nganggung, masing-masing digelar di lapangan parkir Fakultas Teknik UBB dan halaman depan Rektorat UBB.   Hadir pada kedua acara ini  ratusan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tokoh masyarakat, undangan dari Korem Gapo, Polda Babel, Kajati, Kajari, pendiri UBB, dan pimpinan Desa Balunijuk.

 “Semangat  untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan derajat pengabdian harus terus-menerus digelorakan.    Kini,  hampir semua jurusan di UBB sudah meraih akreditasi B, harus dapat kita tingkatkan lagi  agar   memperoleh akreditasi A. Sedangkan   para dosen yang belum menempuh pendidikan stratum tiga, atau doktoral,  segera lanjutkan  S3-nya.   Sementara  bagi dosen   yang telah menyelesaikan  pendidikan  S-3 nya, segera  kembali ke kampus  untuk mengabdikan ilmunya,” ujar Muh Yusuf.

Dikatakan, UBB --  merupakan  perguruan tinggi negeri  yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung --, harus  banyak berperan,  dan terlibat    dalam berbagai upaya atau langkah-langkah  percepatan  pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat  di daerah ini. 

“Diakui populernya nama Laskar Pelangi menjadi daya tarik sendiri  bagi  tamatan SLTA dari luar Bangka Belitung untuk mendaftar,   dan kemudian  menjadi calon mahasiswa UBB.  Tapi saya lebih suka kalau sebagian besar  mahasiswa UBB itu  berasal dari tamatan SLTA di daerah ini,” tegas Muh Yusuf.

Dikemukakannya, fakta menunjukkan bahwa  setiap tahun jumlah mahasiswa yang diterima di UBB terus meningkat.  Tahun 2017, kata Muh Yusuf memberi contoh,    UBB telah  menerima 1.552 mahasiswa baru.  Empat tahun kemudian lanjutnya  mereka semua harus menjadi sarjana.

“Mereka harus lulus dan  menjadi sarjana tepat waktu. Kalau tidak,  hal itu  akan menjadi beban.  Nah, kalau UBB menerima 1.552 mahasiswa baru, empat tahun kemudian semua  harus lulus dan menjadi sarjana.  Tidak ada namanya dosen killer, atau sejenisnya.   Dosen yang baik adalah dosen yang sukses menghantarkan mahasiswanya menjadi sarjana  dalam tempo empat tahun,” ujar Muh Yusuf.

Gelar Tablig Akbar dan Lomba

Dies Natalis ke 12 UBB tahun ini berlangsung meriah dan semarak.  Diawali dengan tabligh akhbar di lapangan parkir Fakultas Teknik UBB.   Penyelenggaranya  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Lembaga Dakwah Kampus, yang    mendatangkan Dr Muhammad Yusuf Sidik MA ,  seorang dosen dari  Universitas Alhimah Jakarta, alumni S2 dan S3 dari universitas di Maroko,   sebagai penceramah.

Juga masih  dalam kaitan Dies Natalis UBB,   UKM Unit Kegiatan Olahraga (UKO)  menggelar  UBB Games, yang  di antaranya mempertandingkan bola voli, basket, futsal, bulutangkis, tenis meja,    dan takraw.  Sementara UKM Seni menggelar lomba tari,  dan UKM Komunitas Photograper menggelar Lomba Foto.   UKM Lembaga Pers Mahasiswa mengadakan lomba menulis cerpen, puisi, desain poster dan membaca puisi.

Sedangkan  Lembaga Kerohanian Mahasiswa  menggelar  lomba cerdas-cermat,   Alkitab dan Akustik Lagu Rohani.   Lalu,  UKM Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah,  dan cek kesehatan gratis.  UKM Gema Harmoni mengadakan lomba Collage Band Competition.

Pada dies natalis ini UKM Pramuka menggelar lomba teknologi  tepat guna,  dan semaphore dance percussion.   UKM Kompas (Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam-Sosial)  mengadakan lomba jungle run (lari di dalam hutan).

Acara puncak Dies Natalis UBB akan berlangsung di lapangan parkir Fakultas Teknik UBB pada tanggal 12 April.  Pada  acara puncak ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBB akan menghadirkan band indie  yang lagi top di Indonesia yakni Four Twenty.

Sejumlah acara  lainnya digelar BEM untuk memeriahkan Dies Natalis UBB ke 12.  Di antaranya bazar, pensi dan parade mural, fashion show, beauty class,  pameran batik, bakti sosial, ngangung, teater Dul Muluk, jalan sehat dan orasi ilmiah

Prof Bustami Usul  Bangun Pemakaman Khusus

Sementara itu mantan Rektor  Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Dr Bustami Rahman MSi mengusulkan kepada  pimpinan UBB  saat ini agar membangun    pemakaman khusus untuk sivitas akademika UBB   di lingkungan kampus UBB, Balunijuk, Merawang.

“Luas lahan kampus terpadu UBB ‘kan 148 hektar.    Satu hektar saja di antaranya saya usulkan  menjadi  tempat pemakaman. ‘Kan tidak mengganggu. Kita buat sedemikian rupa; ditutupi  pepohonan dan tanaman bunga-bungaan,” tukas Bustami Rahman, Senin (9/03/2018).

Menurut Bustami, rumah masa depan dengan ukuran 1 kali 2 meter itu ia nilai perlu dibangun bagi sivitas akademika UBB yang wafat. Sebab, sejauh ini,  berdasarkan  pengamatannya  beberapa   Tempat Pemakaman Umum (TPU)  di Kota Pangkalpinang,  sudah ‘padat’ huni.

“Kita, UBB, perlu menyiapkan lahan sebagai tempat pemakaman.  Satu hektar saja saya nilai  cukup.  Sebab , setahu saya,  saat ini  baik  TPU di Jalan Mentok, TPU di Gabek, maupun  TPU di Kacang Pedang, sudah padat,” ujar Bustami yang duduk berdampingan dengan Dr Muh Yusuf MSi.

Hadirnya pemakaman UBB di seputar Kampus Terpadu UBB, ia nilai penting dan tidak akan ‘merusak’  keasrian dan  keindahan kampus UBB.   Alasannya, luas lahan untuk pemakaman itu jauh lebih kecil ketimbang luas lahan yang digunakan  UBB untuk berbagai kepentingan.

“Di lain sisi, berdasarkan data yang saya rangkum, sedari  UBB berdiri tahun 2006  hingga saat ini, sudah ada belasan sivitas akademika UBB yang meninggal dunia.  Nah, bukan saya mendoakan, bila nanti ada yang wafat ‘kan dapat dimakamkan di pemakaman UBB itu.  Ketimbang jauh-jauh mencari lokasi pemakaman,” tukas Bustami.

Usulan   Prof Bustami  agar UBB membangun pemakaman sendiri, mendapat tanggapan positif dari  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi.  Ketika memberi sambutan sebelum membuka acara Nganggung, Muh Yusuf menegaskan bahwa  sesuai  prosedur yang berlaku,    usulan  dari Bustami itu akan ia bawa ke dalam  Rapat Senat UBB.

‘Saya kira,  usulan yang datang dari Profesor Bustami itu sangat baik sekali.  Memang perlu rumah masa depan ukuran satu kali dua mater itu.   Usulan agar menyisakan lahan untuk pemakaman itu nanti akan  kita bawa ke rapat senat,” ujar Muh Yusuf. (Eddy Jajang Jaya  Atmaja, Ari Riski)  


Topik

Dies_Natalis_UBB_XII REKTOR_UBB Dr._Muhammad_Yusuf,_M.Si Kampus_Terpadu_UBB