Rapat Terbuka Senat, UBB Siapkan "Jurus" Menjadi Pusat Riset Unggul Internasional 2034

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 12 April 2018 19:28 WIB | Diupdate pada 13 April 2018 09:49 WIB


Rapat Senat Terbuka – Ketua Senat Universitas Bangka Belitung  (UBB) Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko, M.Sc., memotong nasi tumpeng untuk diberikan kepada Rektor UBB Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., diacara Rapat Terbuka Senat UBB dalam rangka dies natalis ke-12, bertempat diruang aula Rektorat Kampus Terpadu UBB.

MERAWANG, UBB - Dies Natalis UBB yang jatuh pada 12 April 2018 hari ini semakin meriah dari tahun-tahunnya. Ragam pegelaran perlombaan dan kreatifitas, bakti sosial, bazar dan lainnya telah dilaksanakan, dan kini senat Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat Terbuka dalam rangka puncak dies natalis ke-12 UBB.

Acara Rapat Terbuka Senat UBB dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko, M.Sc., selaku Ketua Senat UBB bersama anggota senat lainnya. Kegiatan ini dihadiri pejabat fungsional, pejabat struktural, perwakilan BEM Universitas dan BEM Fakultas, serta Darmawanita UBB, bertempat di ruang aula Rektorat Kampus Terpadu UBB Balunijuk, Kamis (12/4/2018) pagi.

Riuh tepuk tangan menggema di ruang aula Rektorat UBB setelah Ketua Senat UBB Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko, M.Sc., mengetuk tiga kali palu sidang menandakan dibukanya Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 UBB.

Kegiatan ini merupakan puncak dari peringatan  hari jadi Universitas Bangka Belitung yang berdiri sejak 12 April 2006.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., menyampaikan bahwa tentunya sudah banyak sekali pencapaian dan prestasi terbaik dalam bidang akademik maupun non akademik yang telah di capai UBB selama ini.

Oleh karena itu pencapaian ini pun diharapkan dapat terus di pertahankan dan makin ditingkatkan ke depannya. Ditengah persaingan dunia yang semakin ketat, serta teknologi yang serba cepat dewasa ini, maka UBB pun juga dituntut untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing tidak hanya ditingkat lokal tapi juga nasional bahkan internasional.

“Guna mencapai ini semua, maka tentu butuh kerja keras dan tanggung jawab bersama yang mesti dikerjakan oleh seluruh keluarga besar civitas akademika UBB dan di dukung oleh pemerintah maupun staekholder terkait termasuk kalangan dunia usaha, supaya kemudian apa yang menjadi visi dan misi berdirinya UBB sejak 12 tahun silam tersebut benar-benar dapat di wujudkan yakni menjadi kampus yang maju, modern dan unggul yang pada saatnya nanti bisa setara dengan Perguruan Tinggi lainnya yang bereputasi nasional dan bahkan internasional,” ungkap Rektor UBB Muh Yusuf

Lanjutnya, "Kita memiliki rencana induk pengembangan jangka panjang sampai tahun 2034 sebagai Universitas Riset Yang Unggul di Tingkat Internasional. Artinya, kita memang berbasis kepada riset-riset yang harus kita lakukan, supaya kita memiliki keunggulan di bidang riset dan diakui di nasional maupun internasional”.

Berbagai "jurus" pun dilakukan guna mendukung percepatan UBB sebagai universitas riset yakni antara lain dengan meningkatkan dan memperkuat SDM yang ada di UBB melalui pemberian kesempatan fasilitas penelitian riset dan pengabdian lewat pendanaan Kemeristekdikti maupun dana dari UBB, peningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang terus dikembangkan dengan baik oleh UBB termasuk dengan peningkatan akreditasi program studi di UBB.

“Karena dengan makin baiknya akreditasi suatu kampus, maka hal ini pun akan ikut memberikan banyak dampak positif bahkan kepercayaan publik untuk mengikuti proses studi atau perkuliahan di perguruan tinggi tersebut,” imbuhnya.

Sampai tahun 2018 total prodi UBB yang sudah terakreditasi B sebanyak 12 prodi dan 1 prodi lagi masih akreditasi C. Disamping itu ada 5 prodi baru juga telah mengajukan akreditasi dan hingga saat ini sudah dilakukan asesmen oleh asesor BAN-PT serta 1 prodi lagi sudah dalam tahap penyusunan.

UBB juga melakukan sejumlah kerjasama  baik dalam negeri maupun luar negeri, mendorong para mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik di tingkat lokal, nasional maupun internasional, meningkatkan profesionalisme para dosen dan tenaga pengajar dengan sertifikasi, melakukan terobosan dengan membuat program Pekerti atau Program Peningkatan Dasar Teknik Instruksional yang arahnya adalah meningkatkan variasi mengajar dan penyampaian materi kepada mahasiswa pun menjadi menarik dan mudah dipahami serta masih lagi terobosan lainnya yang dilakukan UBB.

"Saya juga terus ikut memonitor bahwa para dosen dan staf pengajar yang sedang studi tidak boleh lulus melebihi dari 4 tahun. Ini adalah upaya kita untuk terus memperkuat SDM yang ada supaya akan makin memperkuat hasil-hasil penelitian. Dan sekali lagi dengan tema Dies Natalis ke-12 UBB pada tahun 2018 yakni Bersinergi Dalam Harmoni Mencapai Prestasi, semoga menjadi semangat kebersamaan kita untuk terus bekerja, berkarya mengukir prestasi menuju UBB yang maju dan jaya dan menjadi kebanggaan Bangka Belitung Indonesia dan dunia internasional," harap Muh Yusuf.

Rangkaian kegiatan rapat senat istimewa dies natalis ke-12 UBB ini, diumumkan juga pemenang mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat Perguruan Tinggi UBB tahun 2018, sebagai pemenang juara I Dilla Augistine Kolina dari FE, juara II Siska Oktavia FPPB, dan juara III Windy Shelia FISIP.

Para pemenang mahasiswa berprestasi UBB tahun 2018, mendapatkan masing-masing berupa plakat dan piagam. Acara dilanjutkan dengan foto bersama serta ramah tama civitas akademika UBB dan makan siang. (Ags/Humas)

 


Topik

Dies_Natalis_UBB_XII REKTOR_UBB Wakil_Rektor_I_UBB Kampus_Terpadu_UBB Wakil_Rektor_II_UBB