Prodi Teknik Sipil FT UBB Bersama Kementerian PUPR dan LPJK, Gelar Seminar Penerapan Teknologi Kontruksi

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 30 April 2018 18:57 WIB | Diupdate pada 30 April 2018 18:57 WIB


Wakil Rektor 1 UBB Dr. Ir. Ismed Inonu, MSi., menyerahkan pelakat kepada Martalia Isneini, ST., ME., selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Konstruksi, Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, diacara seminar Penerapan Teknologi Kontruksi, bertempat ruang aula Gedung Babel 4 Kampus Terpadu UBB.

MERAWANG, UBB – Program Studi (Prodi) Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung  (FT UBB) bekerjasama dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) mengadakan seminar nasional penerapan teknologi konstruksi, bertempat diruang aula Gedung Babel 4 Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Senin 30/4 pagi.

Seminar bertajuk “Fenomena Kecelakaan Kontruksi” ini dihadiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Martalia Isneini, ST., ME., selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Konstruksi, Ketua LPJK Prov. Kep. Babel Ir. Ansori beserta jajarannya, dan instansi-instansi terkait yang hadir (Dinas PU dan Tata Ruang Babel, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dll), serta Pejabat dilingkungan UBB (Wakil Rektor I Dr. Ir. Ismed inonu, MSi., Dekan FT Wahri Sunanda, ST., MT., para Kepala Prodi FT), dosen dan mahasiswa program studi (prodi) Teknik Sipil FT UBB.

Penerapan teknologi kontruksi dianggap masih lemah, begitu pula dengan Penerapan Peraturan Menteri PUPR Nomor 5/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), karena masih banyak terjadi fenomena kecelakaan kerja di lingkungan proyek konstruksi.

Sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan dilapangan, Penerapan Teknologi Kontruksi yang handal dan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai perlu diedukasikan sedini mungkin dan kesemua linit, terlebih kepada mahasiswa Teknik Sipil khususnya yang akan terjun langsung dan bagian yang tak terpisah dari mata kuliahnya. Dengan langkah tersebut juga diharapkan target kegiatan proyek konstruksi dengan tanpa resiko dapat tercapai.

Yayuk Apriyanti, ST., MT., selaku Kepala Prodi Teknik Sipil FT UBB dalam acara seminar yang bertemakan Fenomena Kecelakaan Kontruksi mengatakan bahwa pada saat ini banyak sekali kecelakaan karna kontruksi yang tidak sesuai dengan penerapannya sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja.

“Karna pada saat ini banyak sekali kecelakaan kontruksi yang mengakibatkan kecelakaan tenaga kerja,” imbuh Yayuk.

Dengan adanya kegiatan seminar ini, Yayuk berharap mahasiswa teknik sipil dapat lebih paham serta menambah wawasan terkait penerapan teknologi kontruksi yang selalu memperhatikan resiko terhadap kegagalan kontruksi serta keselamatan kerja untuk dapat diterapkan nanti dalam kehidupan serta modal mahasiswa dengan sertifikasi keahlian tertentu sebagai calon-calon pekerja kontruksi yang handal kedepannya.

Martalia Isneini, ST., ME., selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Konstruksi, dalam sambutannya mewakili Dirjen Bina Konstruksi menyambut baik kerjasama ini, dan menurutnya ini merupakan bagian dari layanan Kementerian PUPR, serta Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) untuk menyebar luaskan serta mensosialisasikan program-program yang ada di Kementerian.

“Kami mengucapkan terimakasih klaborasi yang baik ini, dan ini juga merupakan layanan kami untuk menyebar luaskan ketentuan baku yang ada dai Kementerian PUPR maupun LPJK,” ungkapnya.

Wakil Rektor I UBB Dr. Ir. Ismed Inonu, MSi., Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan untuk membangun infrastruktur yang handal dan berkelanjutan, juga harus melalui proses pembangunan yang mengutamakan keselamatan pekerja. Ia juga menambahkan fenomena kecelakaan kontruksi sebagai kajian yang harus menjadi perhatian dikalangan akademisi.

“Sebagaimana diketahui fenomena kecelakaan kontruksi merupakan kajian yang harus menjadi perhatian dikalangan akademisi, agar kedepan dapat diperbaiki dan tidak terulang kembali,” tutur Ismed.

Seminar ini bertujuan untuk pembinaan dan membuka wawasan peserta tentang penerapan teknologi konstruksi bagi para mahasiswa. Selain itu, juga menjadi sarana pengembangan diri untuk calon-calon pekerja kontruksi yang kedepan akan terlibat langsung.

Kegiatan yang dimulai dari pagi hingga sore di isi oleh 3 pemateri yang handal dibidangnya antara lain Ir. Ansori, MT., dan Drs. Haider Haimin, MBA., yang mengangkat materi berkenaan fenomena kecelakaan kontruksi dan fenomena kegagalan kontruksi, sedangkan disesi kedua M. Arief Riski, ST., dari PT. Pembangunan Perumahan mengulas Fasilitas Distance Learning Bidang PUPR.

Diharapkan dengan adanya seminar-seminar seperti ini paling tidak peserta khususnya mahasiswa prodi Teknik Sipil FT UBB dapat meningkatkan wawasan dan mengenal teknologi-teknologi yang digunakan dalam kontruksi, serta selalu memperhatikan resiko-resiko kecelakaan kontruksi maupun tenaga kerja sedini mungkin, sehingga target Zero Accident di lingkungan kegiatan proyek konstruksi dapat tercapai. (Ags/Humas)


Topik

Dr._Ir._Ismed_Inonu,_M.Sc. Fakultas_Teknik_UBB Teknik_Sipil_UBB Wakil_Rektor_I_UBB