Panitia UBB Layani Camaba Jalur SNMPTN Untuk Registrasi Data

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 08 Mei 2018 18:52 WIB | Diupdate pada 08 Mei 2018 18:52 WIB


Registrasi SNMPTN - Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Bangka Belitung UBB melayani para calon mahasiswa baru (Camaba) yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 yang diterima di UBB untuk melakukan daftar ulang (registrasi) di ruang aula Rektorat Kampus Terpadu UBB.

MERAWANG, UBB -  Sedari pagi ratusan calon mahasiswa baru (Camaba) Universitas Bangka Belitung (UBB) memadati halaman Rektorat untuk melakukan registrasi data bagi para peserta yang telah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 dan diterima di UBB.

Registrasi SNMPTN dilakukan selasa, 8/5/2018 pagi, diruang aula Rektorat Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, bersamaan dengan waktu pelaksanaan ujian SBMPTN. Sesuai peraturan Pemerintah, ini dilakukan untuk menutup kesempatan calon mahasiswa mengikuti seleksi ganda.

Bagi camaba yang telah hadir lebih awal diarahkan untuk mengambil nomor urut antrian agar tertib dan teratur pada saat registrasi, namun sebelumnya mereka dikumpulkan dalam satu tempat untuk diberi pengarahan serta mengingatkan kembali dokumen-dokumen yang harus dibawa camaba pada saat registrasi, serta terkait informasi umum lainnya.

Memastikan camaba yang melakukan registrasi tidak membeludak, panitia pun telah mempersiapkan pelayanan sesuai dengan meja jurusannya masing-masing.

“Agar didalam ruang tempat registrasi tidak penuh dan tertib, peserta akan kita pangil sesuai nomor antreannya. Apabila kondisi disetiap meja jurusan sudah mulai longgar, maka peserta nomor berikutnya akan kita pangil sekitar 4-5 orang untuk masuk ruangan registrasi,” kata Wahyu salah stu panitia PMB UBB

Seluruh dokumen yang dimuat ketika  verifikasi on-line harus diperlihatkan kepada Panitia PMB saat registrasi. Panitia juga membagikan lembaran surat pernyataan berupa peraturan akademik UBB, pernyataan uang kuliah tunggal (UKT), dan Bidikmisi yang harus diisi oleh camaba.

Disetiap meja perjurusan saat registrasi, nampak camaba menunjukkan berkas-berkas yang dibawa, mereka diminta untuk memperlihatkan berkas-berkas agar tidak ada yang terlewatkan. Bagi yang sudah ditentukan besaran UKT nya, bisa langsung melakukan registrasi, dan bagi yang telah selesai registrasi data, harus kembali antrian untuk mendapat giliran berfoto dengan menggunakan jas almamater UBB, sebagai kartu tanda mahasiswa (KTM) nantinya.

Bagi camaba yang UKT nya belum ditentukan, dan yang keberatan terhadap besaran UKT harus melakukan konsultasi kepanitia PMB, karna saat registrasi online ada data atau dokumen yang kurang. Berbeda lagi untuk para peserta bidikmisi yang harus menunggu beberapa tahap, seperti wawancara dan pemeriksaan kelengkapan data pendukung, serta dilakukan surve untuk ditentukan layak atau tidak camaba sebagai penerima Bidikmisi.

Nampak para camaba begitu bersahaja dan dengan sabar menunggu pangilan berdasarkan nomor antrian yang telah mereka pegang masing-masing. Bahkan diantara mereka memanfaatkan waktu untuk mencari informasi terkait kondisi lingkungan dan tempat kos-kosan yang terdekat dari kampus.

Diantara mereka, banyak juga didampingi oleh orang tua yang datang dari berbagai daerah. Bahkan kedatangan orang tua camaba mengaku hadir ingin bertemu panitia PMB UBB untuk meminta penjelasan seputar bidikmisi dan penurunan ukt.   

UBB merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT untuk tiap mahasiswa UBB tergantung dari besaran penghasilan kedua orangtua dan jumlah tanggungan, serta pertimbangan lain yang dapat dijadikan dasar penentuan kisaran UKT. Ada enam kelompok UKT yang berlaku di UBB.  Besaran UKT pun tergantung kepada prodi, namun kisaran UKT terendah mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 4.375.000.

Kuota tahun ini, UBB menerima 1.147 Mahasiswa baru. Jumlah tersebut diperoleh melalui tiga pola jalur penerimaan berdasarkan daya tampung yang sudah ditetapkan UBB sebelumnya, yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri/SMMPTN.

Siswa yang lulus SNMPTN dan tidak melakukan registrasi ulang, dianggap mengundurkan diri. Apabila daya tampung murni/kuota SNMPTN tidak terpenuhi, dapat dialihkan ke kuota seleksi SBMPTN 2018, dengan mengajukan usulan penambahan daya tampung/kuota SBMPTN ke Panitia Pusat. (Ags/Humas)


Topik

SNMPTN