Sukses, Ujian Tulis Berbasis Komputer di UBB

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 08 Mei 2018 16:56 WIB | Diupdate pada 08 Mei 2018 16:59 WIB


MERAWANG, UBB -- Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK)  Seleksi  Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018,  yang digelar Panitia Lokal (Panlok) 24 di  Universitas Bangka Belitung (UBB) sejak Selasa (8/05/2018)  pagi hingga petang,  berjalan lancar. 

“Semua komputer yang digunakan peserta UTBK tidak satupun yang bermasalah.  Yang terjadi justru semua peserta  UTBK  tampak antusias dan serius saat mengerjakan semua  soal yang ada di komputer!,” ujar Ghiri Basuki, Penanggung Jawab Pelaksana UTBK UBB, Selasa siang.

UTBK yang diikuti 200 peserta dari sekitar 2.400 peserta SBMPTN 2018 ini berlangsung di empat  laboratorium komputer UBB.  Yaitu laboratorium komputer di  Gedung Babel 4, Babel 3, Timah 2 dan Timah 1.  Masing-masing laboratorium berisi 50 komputer.

UTBK berlangsung seharian penuh terdiri dari tiga sesi.  Yaitu Sesi 1 berupa  Tes Kemampuan Dasar (TKD)  Saintek, Sesi 2 Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) , dan Sesi 3 Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum).

“Untuk Sesi I, yaitu TKD Saintek,  jumlah pesertanya  120 orang.   Peserta yang hadir  sebenyak 115 orang, sehingga presentasi kehadiran peserta mencapai 95 persen.  Ini sesuatu  yang menggembirakan karena  presentase kehadiran peserta  di atas 90 persen,” ujar Ghiri.

Sesi 1 berjalan dengan lancar;   sesuai dengan tata tertib yang telah ditentukan.  Semua komputer yang digunakan peserta UTBK  tidak  satu pun mengalami gangguan. 

“Hal ini tidak lepas dari kerjasama yang solid  dari panitia UTBK UBB;  baik  dari penanggung jawab pelaksana, penanggung jawab lokasi, teknisi server, maupun  teknisi lokal hingga pengawas ruangan,” terang Ghiri.

Pelaksanaan Sesi 1 (TKD Saintek) dimulai pukul 07.30 wib dan  berakhir  pukul 9.15.   Kemudian  dilanjutkan dengan Sesi 2 (TKPA), yang dimulai pukul 09.45 wib hingga  11.30 wib.  Materi Sesi 2  ini diikuti semua peserta UTBK; mulai dari  Saintek, Soshum hingga Campuran.

“Pada Sesi 2 ini, jumlah  peserta bertambah menjadi 200 peserta.  Semula peserta Sesi 1 berjumlah  120 orang,  namun ada tambahan  80 peserta ujian soshum,” ujar Ghiri.

Tingkat kehadiran peserta Sesi 2 ini menurut Ghiri  96.5 persen.  Tercatat  193 peserta yang hadir,  tujuh peserta lainnya  tidak hadir. Tidak diketahui alasan mengapa tujuh peserta itu tidak hadir.

Sesi 2 itu sendiri  berjalan dengan lancar;  tidak ada gangguan  apapun yang menghambat pelaksanaan  ujian.   “Begitu Sesi 2 selesai pada  pukul 11.30 wib, peserta UTBK untuk Saintek diperbolehkan pulang karena sudah  selesai mengikuti semua sesi,” ujar Ghiri.

Sesi 3 UTBK  (TKD Soshum),   dimulai pukul 13.15 WIB  dan berakhir pada pukul  14.30 wib.   Jumlah pesertanya 112 orang,  lima orang di antaranya tidak hadir,   sehingga total peserta untuk Sesi 3 adalah 117 orang dengan presentasi kehadiran  95 persen.

Menilai pelaksanaan UTBK dalam SBMPTN tahun 2018 ini,  Irwan Dinata selaku Penanggung Jawab Lokasi UTBK UBB mengatakan, UTBK merupakan salah satu model tes atau ujian masuk PTN  menghilangkan  kebocoran soal,  dan kegiatan mencontek di dalam ruang ujian.  Sebab  setiap peserta UTBK  mendapatkan soal ujian  yang berbeda satu dengan lainnya.

“UTBK ini merupakan komitmen dari Kemenrisetdikti agar Indonesia mampu mengikuti perkembangan Revolusi Industri  i4.0 yang saat ini menjadi  ‘trending topic’ di seluruh dunia,” tukas Irwan.

“Bahkan pada tahun ini, selain UTBK,  juga Ujian Tulis Berbasis Android sedang dilaksanakan di Universitas Padjajaran, Bandung.  Bila dinilai sukses, maka kedepan Ujian Berbasis Android  akan dilaksanakan pada SBMPTN Tahun 2019 di seluruh Indonesia.   Hal ini  akan menjadikan SBMPTN menjadi lebih canggih, hebat dan berbasis teknologi informasi,” ujar Irwan Dinata.

Ghiri menambahkan UTBK di UBB disambut  antusias oleh peserta SBMPTN   di universitas ini.  Terbukti  begitu pendaftaran  UTBK dibuka, hanya  dalam  tempo  dua  hari semua kuota  langsung terisi sehingga  pendaftaran UTBK  ditutup.

“Ini menunjukkan bahwa siswa  SLTA di Bangka Belitung telah familiar dengan teknologi informasi.  Mereka lebih menyukai ujian menggunakan komputer dibandingkan menggunakan kertas, karena banyak kemudahan yang diberikan oleh UTBK dibandingkan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak),” ujar Ghiri.

“Kondisi ini sungguh sangat menggembirakan.  Siswa di Bangka dan Belitung  tidak ketinggalan jaman atau dengan kata lain tidak gaptek (gagap teknologi) terhadap teknologi informasi dan perkembangannya,” tukas Ghiri  (Eddy Jajang Jaya Atmaja, Ari Rizki)


Topik

SBMPTN