UBB Terjunkan 745 Mahasiswa KKN di 25 Desa

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 05 Juli 2018 14:54 WIB | Diupdate pada 05 Juli 2018 15:51 WIB


SURVAI KKN --   Sejumlah mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 melakukan survai lapangan ke Desa Kota Kapur, Kabupaten Bangka, pada tanggal  29 Mei 2018 lalu.  Didampingi DPL KKN Ghiri Basuki dan Eddy Jajang J Atmaja, dan Kades Kota Kapur Makmun, mereka berfoto di depan rumah di Kota Kapur yang akan disewa sebagai Posko KKN selama 40 hari.  

BALUNIJUK, UBB --  --  Sebanyak 745 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) mulai 12 Juli hingga 40 hari ke depan,  akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Angkatan ke 13 yang lokasinya  tersebar  di 25 lokasi dalam wilayah  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Semua mahasiswa peserta KKN itu akan dilepas Rektor UBB Muh Yusuf MSi di Kampus Terpadu UBB Desa Balunijuk, Merawang, Bangka. Kemudian dengan  menumpang bus,  dari kampus mereka  akan dibawa ke Kantor Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) membawahi lokasi KKN.

Lokasi KKN UBB tahun ini tersebar di 25 desa.  Yakni dengan rincian  tujuh desa di Kabupaten Bangka, lima desa di Bangka Selatan, dua desa di Bangka Barat, delapan desa di Bangka Tengah, satu desa di Belitung dan dua desa di Belitung Timur.

Ketua Panitia KKN UBB Angkatan ke 12 Tahun 2018 Firlya Rosa mengemukakan seluruh  peserta  KKN,  kecuali untuk  peserta  KKN di Belitung dan Belitung Timur (Beltim),  Kamis (12/07/2018) pagi  sudah  meninggalkan Kampus UBB di Balunijuk, Merawang.

“Sebab Kamis pagi itu seluruh  mahasiswa KKN, kecuali untuk Belitung dan Beltim,  diserahterimakan kepada pejabat daerah masing-masing.  Untuk  mahasiswa  yang  lokasi KKN-nya di  Bangka Tengah misalnya, harus lebih pagi lagi bertolak dari kampus karena Bupati Bateng menerima mereka  pada pukul 08.00 wib di Ruang Serbaguna Pemkab Bateng di Koba,” ujar Firlya Rosa.

Dari Kampus UBB di Balunijuk, seluruh mahasiswa KKN itu  akan diangkut ke kantor pemkab menggunakan bus yang telah disediakan UBB.  Mengggunakan kendaraan yang sama,  mereka juga kemudian  akan  dihantar hingga tiba di  lokasi KKN  masing-masing  di Plau Bangka. 

Khusus untuk lokasi KKN di Pulau Lepar (Bangka Selatan) dan Pulau Nangka (Bangka Tengah), mahasiswa KKN di kedua pulau itu -- yang  didampingi dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing--,   akan diseberangkan menggunakan kapal laut.

Iwan, panitia KKN UBB menyebutkan  khusus untuk peserta  KKN UBB di Pulau Nangka,    UBB telah bekerjasama dengan Kepala Desa Tanjungpura dalam hal mempersiapkan satu kapal ‘penumpang’ ukuran besar.  Kapal ini yang akan  menyeberangkan   29 mahasiswa UBB  dari Pelabuhan Tanjungpura tujuan  ke   Pulau Nangka.

“Memang ada pilihan lain ke Pulau Nangka.  Dapat pula menggunakan kapal  dari Pelabuhan Sungaiselan.  Tapi waktu waktu tempuh cukup lama.  Nah, kalau dari Pelabuhan Tanjungpura ke Pulau Bangka ,    hanya dalam waktu  20 menit melaut sudah tiba di dermaga Pulau Nangka,” terang Iwan.

Sebelumnya Suhaidar, salah seorang DPL KKN UBB untuk Pulau Nangka mengemukakan dirinya bersama DPL lainnya, serta sejumlah  mahasiswa KKN Pulau Nangka,  belum lama ini telah mensurvai lokasi KKN di Pulau Nangka. Pergi dan pulang dari dan ke pulau itu mereka menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Tanjungpura.

“Namun kami menilai,  kapal yang kami gunakan kemarin itu kurang memadai bila nanti digunakan untuk mengantar mahasiswa KKN ke Pulau Nangka.  Selain ukurannya  kapal kecil, kapal itu tidak menggunakan  atap.  Tolong pihak  panitia kalua dapat mencari alterlatif lainnya,” ujar Suhaidar.

Menanggapi permintaan itu,  Firlya Rosa menjelaskan panitia UBB telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya  Kades Tanjungpura dan   Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Kami sudah menyurati pihak Tagana agar dipinjamkan life jacket atau jaket pelampung, baik untuk mahasiswa, DPL dan kru kapal saat mengantar mahasiswa KKN ke Pulau Nangka.  Jadi sisi keselamatan pun sudah kami pikirkan,” tukas Firlya.

Jika 12 Juli seluruh mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 di Pulau Bangka diberangkatkan ke lokasi KNN masing-masing,  sebanyak 90 mahasiswa UBB yang memilih KKN di Belitung dan Belitung Timur (Beltim) sehari lebih awal atau 11 Juli berangkat ke Pulau Belitung.

“Seluruh mahasiswa KKN itu bersama DPL-nya  berangkat ke Pulau Belitung menumpang  kapal cepat. Setiba di Pelabuhan Tanjungpandan  mereka akan diangkut menggunakan bus pemerintah daerah,” ujar Firlya Rosa.

Di Pulau Belitung, 30 mahasiswa UBB melaksanakan KKN di Desa Perawas (Kabupaten Belitung), 30 mahasiswa KKN di Desa Cendil serta 30 lainnya KKN di Desa Baru (Beltim).  

Sama seperti mahasiswa UBB yang KKN di Pulau Bangka, mahasiswa UBB yang   mengabdikan ilmunya  yang diperoleh dari kampus, harus  selama 40 hari  berada  lokasi KKN.  Mereka akan kembali ke Kampus Terpadu UBB pada tanggal 20 Agustus. (Eddy Jajang J Atmaja)


Topik

LPPM KKN_UBB