Cuaca Buruk, Peserta KKN XIII UBB Satu Jam Dihajar Gelombang

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 12 Juli 2018 14:48 WIB | Diupdate pada 12 Juli 2018 14:48 WIB


KKN UBB -- Rombongan peserta KKN XIII UBB Tahun 2018, saat tiba di dermaga Tanjungpandan Belitung, Rabu (11/7) malam.

BELITUNG, UBB - Perjalanan peserta KKN ke-13 UBB yang diberangkatkan Rabu (11/7) Siang dari dermaga Pangkal Balam tujuan Tanjungpandan Belitung dengan kapal cepat Expres Bahari terkendala cuaca buruk. Ditengah perjalanan cuaca yang kurang bersahabat hingga satu jam ombak menghantam kapal yang mereka tumpangi.

Peserta KKN berjumlahkan 90 orang rencananya akan ditempatkan di 3 lokasi berbeda di pulau Belitung dan Belitung Timur yang terdiri dari 30 orang setiap kelompoknya, yakni penempatan di Desa Perawas Belitung, Desa Cendil Kelapa Kampit, dan Desa Baru Manggar.

Perjalanan peserta KKN yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing kelompok mengakui sempat khawatir, apa lagi jarak tempuh hingga sampai pelabuhan membutuhkan waktu hingga 5 jam.

"Gelombang cukup besar ditengah perjalanan, sehingga kapal yang kami tumpangi terasa terhempas, dan kapal seperti ada suara patah/pecah. Gelombang kuat mulai terasa dari jam 16.00 s.d jam 17.00," ungkap Darman Saputra SE MSc salah satu DPL KKN Desa Perawas.

Sesampai kapal di pelabuhan Tanjungpandan pukul 19.00 wib, rombongan peserta KKN merasa legah, nampak wajah-wajah penuh ceria diraut mereka setelah melangkah kaki kedaratan, dan suara syukurpun nampak terdengan dari tiap-tiap penumpang.

Namun perjalanan  mereka tidak terhenti sampai disitu, karna rombongan harus menempuh perjalanan kembali kelokasi KKN masing-masing dengan menggunakan bis yang sudah disediakan oleh Pemkab.

Kelompok yang ditempatkan di Desa Perawas Belitung lebih duluan sampai dilokasi hanya menempuh 20 menit dlm perjalanan. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Khairil beserta Istrinya. Peserta sangat gembira, karna tempat yang akan menjadi Posko KKN sudah difasilitasi oleh Desa dan dianggap sangat baik dan layak. Lelah dan was-was selama diperjalanan terasa terobati, ibarat pepatah 'Sengsara membawa nikmat'.

Tidak hanya itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Pangkalpinang Babel Yoseph Kaburuan, ikut memantau kedatangan rombongan KKN hingga merelakan waktu untuk ikut melihat peserta KKN menuju Posko dilokasi Desa Perawas.

Cukup lama Kepala Desa Perawas berbincang dengan DPL, peserta KKN dan Kepala BEI Perwakilan Pangkalpinang Babel. Ia menceritakan potensi-potensi Desa yang bisa dikembangkan, serta permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

"Kami berharap dengan kehadiran mahasiswa KKN ini, mampu mencari dan mengatasi permasalahan di Desa kami, dan potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan. Semoga kehadiran peserta KKN bisa membawa perubahan bagi masyarakat dan Desa Perawas," harap Khairil selaku Kepala Desa.

 Namun lain halnya dengan rombongan tujuan ke Kelapa Kampit dan Manggar, mereka akan kembali menempuh waktu satu jam lebih diperjalanan.

Semoga segala rintangan dan hambatan akan memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bagi semua peserta KKN XIII UBB. Semua itu merupakan wujud dari tri dharma perguruan tinggi dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. (Ags/Humas)


Topik

KKN_UBB Mahasiswa