Tim Sosbud KKN UBB Kota Kapur Temukan Tombak Kuno

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 19 Juli 2018 09:20 WIB | Diupdate pada 19 Juli 2018 09:34 WIB


TOMBAK--   Tim Sosial Budaya (Sosbud)  KKN UBB di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat,  Bangka, berfoto bersama pewaris tombak kuno di desa tersebut.  Tim juga mencatat sejumlah  jenis beladiri, alat musik, upacara adat, teknik pengolahan makanan dari poho sagu dan gerabah kuno.

KOTA KAPUR, UBB --   Mahasiswa KKN UBB di Desa Kota Kapur  saat ini  gencar  menginventarisir berbagai  bentuk dan ragam  budaya, baik berupa  benda  maupun  tak benda,  yang hidup subur  di tengah masyarakat desa  lokasi ditemukannya  prasasti ‘persumpahan’  Kerajaan Sriwijaya ini.

Pencatatan dan pengumpulan  data budaya  dilakukan mahasiswa KKN  setiap hari, selama rentang 40 hari   KKN  berlangsung di Kota Kapur.   Kegiatan      ‘merekam’ dan memotret  keberbagaian   budaya  ini bagian dari program  Kelompok Sosial Budaya (Sosbud) KKN UBB.   , 

“Pencatatan dan pengumpulan data budaya itu  menjadi tanggungjawab Kelompok Sosbud.  Tetapi agar  cepat rampung,  mereka  di back-up (dibantu) penuh oleh   empat  kelompok mahasiswa KKN lainnya,” ujar Rio Saputra, Ketua KKN UBB Angkatan 13 Desa Kota Kapur, Kamis (19/7/2018) pagi.

Dikemukakannya, 37  peserta KKN UBB Kota Kapur --  dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Ghiri Basuki, Eddy Jajang J Atmaja dan Rudi Kurniawan --, dibagi dalam lima kelompok.  

“Yaitu Kelompok Ekonomi, Kelompok Pertanian Perikanan dan Kelautan, Kelompok Pemetaan dan Pertambangan, Kelompok  Informasi Pariwisata, dan Kelompok Sosial Budaya, ” ujar Rio Saputra, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UBB.

Kelompok Sosbud  yang  beranggotakan Zahratul Huda (Jurusan Sosiologi), Nurhasidah (Agribisnis), Aristian Jordi (Sosiologi), dan  Novia Putri (Teknik Elektro),  lanjut Rio ‘bekerja’ dari pagi hingga petang.  Bahkan tak jarang  mereka menemui narasumber (pegiat) sosial-budaya pada malam hari.

“Maklum saja, ada sebagian narasumber ke luar desa, atau masih di kebun hingga petang. Malam hari mereka baru ada di rumah,” tukas Rio.

Sementara itu,  Zahratul Huda  (Ketua Kelompok Sosbud) yang ditemui di tempat terpisah  mengemukakan ia dan anggotanya    telah menemui   sejumlah tetua adat, pelaku seni dan budaya,  dan  beberapa warga pemegang warisan lama berupa senjata  masa lalu.

“Dari mereka itu,  kami menggali informasi,  merekam serta memotret ragam  budaya, baik  benda  maupun tak benda,  yang ada di Desa Kota Kapur,”  ujar Zahratul seraya menunjukkan foto mereka bersama pewaris tombak  unik  -- satu dari sejumlah peninggalan  masa lampau  --  yang hingga kini dirawat dengan baik oleh empunya pusaka itu.

Hingga  Rabu (19/07/2018) malam, Tim Sosbud telah mengumpulkan sejumlah informasi,  di antaranya mengenai alat music, upacara adat,  beladiri dan senjata  kuna berupa tebung, keris dan tombak.

“Kami juga mencatat temuan gerabah tua ukuran besar.  Melihat bentuk dan bahan gerabah, seperti tembikar,  diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.  Sejauh ini belum diperoleh keterangan benda itu berasal dari periode atau zaman apa,” ujar  Zahratul   (Eddy Jajang J Atmaja,  Ari Riski


Topik

KKN_UBB