Cemilan Skenak Hati Juara I Business Plan Competition 2018

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 06 Agustus 2018 15:17 WIB | Diupdate pada 06 Agustus 2018 15:21 WIB


BERPOSE BERSAMA --  Empat tim peserta Business Plan Competition Agribisnis 2018 berfoto bersama usai tim juri membagikan tropi juara di Ruang Agri 1 Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi UBB, Senin (06/08/2018) siang.

BALUNIJUK, UBB --  Tim RNS Company terpilih sebagai juara 1 pada even  Business Plan Competition Agribisnis 2018.  Tim  yang terdiri dari tiga mahasiswa dari Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB) UBB ini unggul atas tiga tim lainnya, yaitu  Munrai, Labu Crispy, Kuceray.

Tim RNS terdiri dari Ratama Adisaputra (ketua), Nestia Claudia (anggota) dan  Sylvia Astriliani (anggota), memboyong tropi juara 1 dan piagam penghargaan.  Mereka berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 2,5 juta untuk membeli bahan baku dan alat-alat produksi.

Ketua Panitia Business Plan Competition Agribisnis UBB, Yulia,  mengemukakan RNS  terpilih sebagai juara 1 karena  unggul dari delapan  komponen penilaian, di antaranya penampilan, kualitas produk, kemasan produk, sigap dalam menjawab pertanyaan juri dan kemampuan memaparkan pruduk makanan ringan  (snack) karya mereka.

“Produk Tim RNS  itu adalah Skenak Hati,   akronim dari snack, kemili, enak, harga tipis.    Nilai komulatif  mereka peroleh di atas tiga tim lainnya yang ikut kompetisi,” ujar Yulia di Ruang Agri 1 FPPB UBB, Senin (06/08/2018) siang.

Agribisnis merupakan satu dari 19 program studi (prodi) di UBB kerap menggelar kompetisi di bidang perencanaan bisnis (business plan).  Kompetisi ini selain untuk mengasah naluri bisnis di kalangan mahasiswa, juga bagian dari implementasi dari sejumlah mata kuliah yang telah dipelajari.

Makanan ringan dengan merek dagang  ‘Skenak Hati’ berupa cemilan; yang terbuat dari olahan ubi kemili, telur, bawang putihm tepung tapioka, mentega, dan penyedap rasa. Cemilan ini dikemas dalam kemasan plastik. Setiap kemasan berisi 150 gram.

Sementara itu Ratama (Ketua RNS Company)  menjelaskan sebelum ikut dalam kompetisi, produk ‘Skenak Hati’ telah dicuba rasanya kepada sejumlah mahasiswa yang tinggal di seputar Balunijuk, Merawang, lokasi kampus UBB.

“Kami  yakin produk ‘Skenak Hati’ dapat memuaskan selera calon konsumen dari berbagai  lapisan, atau segmen.  Untuk itu kami sengaja membuat cemilan ini dalam berbagai varian rasa.  Di samping rasa orijinal (asli), pedas, coklat dan balado,” tukas Ratama.

Sejauh ini menurut Ratama, permintaan akan ‘Skenak Hati’ sudah mulai  berdatangan.  Sebab promosi mereka lakukan  melalui media sosial, antara lain instagram dan whatsApps, mendapat tanggapan positif dari kalangan konsumen usia remaja.

“Kami optimistis cemilan Skenak Hati dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya, terutama melalui market place mini market dan tokoh oleh-oleh di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Ratama.

Kompetisi Perencanaan Bisnis Agribisnis 2018 berlangsung di Ruang Agri 1, menampilkan tim juri yang terdiri dari Iwan Setiawan, Fournita, Rufti Puji Astuti -- seluruhnya dosen Prodi Agribisnis.

Dalam kompetisi yang  berlangsung seharian penuh ini, masing-masing tim memaparkan produk dan prospek bisnisnya di depan juri.  Tim juri  mengkritisi produk, strategi pasar, segmentasi  pasar, ketersediaan bahan baku dan calon konsumen.  

Terpilih sebagai juara 2 adalah tim  Munrai, disusul  Labu Crispy sebagai juara 3 dan harapan 1 jatuh kepada tim Kuceray. Tim Munrai menampilkan produk minuman dengan nama Munrai; singkatan dari timun dan serai.   Sementara produk Labu Crispy cerupa cemilan semacam bolu terbuat dari olahan labu kuning, tepung terigum gula dan susu.

Tak kurang menariknya produk tim  Kuceray, menampilkan kerupuk ukuran kecil dari olahan ceker ayam.  Produk mereka sama dengan nama tim (Kuceray) sempat dibahas cukup lama oleh tim juri, karena berbahan ceker ayam yang banyak peminatnya dan dikemas menarik.

Yulia, Ketua Panitia Kompetisi Perencanaan Bisnis Agribisnis 2018, menambahkan semua produk bikinan empat tim  tersebut  akan dipamerkan pada acara bazar Agribisnis pada   medio September tahun ini. 

“Sebagai dosen kami mengapresiasi semua karya mahasiswa ini.  Kami berharap,  ini semua akan memotivasi  mahasiswa lainnya untuk membuat produk sendiri, dan terjun keutuhnya ke  dunia bisnis,” ujar Yulia (Eddy Jajang J Atmaja, Ari Riski).


Topik

Mahasiswa