Lahirkan Penari Baru, Mahasiswa KKN UBB Latih Tari Siswa SD

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 08 Agustus 2018 13:41 WIB | Diupdate pada 08 Agustus 2018 13:41 WIB


LATIHAN TARI --  Bagi melahirkan pelapis baru di bidang seni tari, mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 melatih Tari Selendang dan Bedincak  kepada sejumlah siswa SD Negeri yang  ada di  Desa Kota Kapur.  Latihan digelar tiga kali setiap seminggu itu berlangsung  di Posko Mahasiswi KKN UBB Jalan Prasasti Kota Kapur.

KOTA KAPUR, UBB --   Mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 di Desa Kota Kapur, Bangka, gencar  menggelar program pelestarian budaya lokal.   Bagi menggantikan penari senior dan sebagai  kader ‘pelapis’ seni tari,  mereka  rutin menggelar  latihan tari  khusus bagi siswa sekolah dasar.

Latihan tari digelar tiga kali dalam  seminggu,  mendapat dukungan  penuh dari  para  guru dan pimpinan SD Negeri 29 dan SD Negeri 30 Kota Kapur. Pasalnya  kegiatan itu  sangat membantu sekolah    dalam menemukan  siswa berbakat yang  akan disiapkan mengikuti  Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN).      

“Dukungan serupa juga datang dari orangtua siswa.   Bahkan sanggar tari menyambut positif.  Sebab  akan muncul pelapis penari senior,  yang biasanya mundur setelah menikah,” ujar  Zahratul Huda, Ketua Kelompok Sosial Budaya KKN UBB Angkatan ke 13 di  Kota Kapur, Rabu (08/08/2018) siang.

Menurut  mahasiswi Jurusan Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB ini,  latihan tari  yang digelar  setiap Jumat, Sabtu dan Minggu sore  di  di Posko  Mahasiswi KKN UBB Jalan Prasasti Kota Kapur,  itu  sekaligus  juga  menjawab  kian menciutnya  penari  di sanggar tari Kota Kapur.

“Pengelola sanggar tari mengeluhkan jumlah penari mereka berkurang.   Banyak dari  penari senior menikah dan tak aktif lagi menari.  Di antara penari  yang ada saat ini  pun  berasal dari desa sebelah,  seperti dari   Desa Penagan,” tukas Zahratul Huda.    

Untuk mendapatkan siswa tari, Pokja Sosial Budaya KKN UBB mendatangi guru dan pimpinan SD Negeri 29 dan 30 di Desa Kota Kapur.  Ide menggelar latihan tari mendapat dukungan positif baik dari kalangan guru, pimpinan sekolah dan orangtua siswa.

Memudahkan proses latihan tari,  setiap sekolah masing-masing membentuk dua grup tari. Tiap grup tari  beranggotakan empat siswa.   Mereka  berusia sembilan tahun;  dipilih dari siswa kelas 4,5 dan 6 SD Negeri  29 dan SD Negeri  30.

Pada awalnya semua  siswa mengikuti latihan tari dibawah bimbingan Ibu Santi, pelatih tari dari Sanggar Tari Prasasti Kota Kapur.  Namun dalam  perkembangan selanjutnya empat mahasiswa KKN UBB turun dan menjadi pelatih tari.

Mereka adalah Zahratul Huda (Jurusan Sosiologi), Novia Putri (Teknik Elektro), Arista Yardi (Sosiologi) dan Niftah (Elektro).  Empat mahasiswa UBB ini mengajarkan  Tari Selendang dan Tari Dincak.

Tari Dincak merupakan  tari hiburan, biasa  digelar pada  pesta pernikahan .  Tari ini menceritakan kegembiraan sekelompok anak-anak  yang menyatakan terimakasih atas berkah, keindahan dan kekayaan alam  yang diberikan Yang Maha Kuasa  kepada  Pulau Bangka.

Menurut  Zahratul, meski peralatan mendukung latihan tari sangat sederhana,  tak mematahkan semangat  siswa SD Negeri Kota Kapur yang ikut latihan tari.  Sebaliknya mereka  sangat antusias dan gembira setiapkali  latihan tari di Posko Mahasiswi KKN UBB.

“Sederhana… memang.  Musik pendukung latihan tari misalnya,  berasal dari rekaman kamera kami atas lagu dambus yang dimainkan  secara ‘life’ oleh Kelompok Dambus Prasasti Kota Kapur,” terang Zahratul Huda.

Dua kelompok siswa SD Negeri Kota Kapur yang sudah merampungkan latihan itu,  lanjut Zahratul Huda akan menunjukkan kebolehannya menarikan Tari Selendang dan Bedincak  dalam acara peluncuran website Kota Kapur  yang direncanakan  Sabtu (12/08/2018) ini  (Eddy Jajang J Atmaja, Ari Riski) 


Topik

KKN_UBB