Rektor dan Mahasiswa KKN Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Desa Pasir Putih

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 13 Agustus 2018 19:13 WIB | Diupdate pada 13 Agustus 2018 19:13 WIB


Tanam Mangrove - Rektor UBB Muh Yusuf bersama Mahasiswa KKN tanam pohon magrove sepanjang bibir pantai Tanjung Kemirai yang kini sedang mereka rintis menjadi destinasi wisata baru di Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai.

TUKAK SADAI, UBB - Mangrove memiliki fungsi ekologi yang sangat baik, di antaranya seperti mengamankan pantai dari gelombang. Demikian disampaikan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Muh. Yusuf saat sambutan pada penanaman mangrove secara simbolis, Sabtu (11/08), di Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Hadir mendampingi Wakil Rektor II Eddy Suprayitno, Wakil Rektor III Sucipto, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabidan kepada Mayarakat (LPPM) UBB Fournita Agustina, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UBB Yudi Sapta Pranoto, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN XIII UBB 2018 Pasir Putih Darwance.

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bangka Selatan Haris Setiawan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup Bangka Selatan M. Ali, Camat Tukak Sadai Zamroni, Kepala Desa Pasir Putih  Iswandi Mansur, Ketua Badan Perwmusyaratan Desa (BPD) Hartanto, perwakilan Karang Taruna Pasir Putih, Ketua Pokdarwis Agus Priyono, siswa SMPN 2 Tukak Sadai, dan masyarakat umum.

“Kegiatan penanaman mangrove ini membahagiakan sekaligus mengembirakan karena menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi. Harapannya dengan sinergi seperti ini bisa ikut membantu membangkitkan inisiasi program yg dibutuhkan oleh masyarakat desa, agar desa terus membangun dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat termasuk di luar Tukak Sadai. Apalagi salah satu program mahasiswa KKN UBB disini termasuk peluncuran destinasi wisata baru Pantai Tanjung Kemirai,” kata Muh. Yusuf saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara penanaman mangrove secara simbolis.

Ditambahkan oleh Muh. Yusuf, mangrove memiliki beberapa fungsi. Pertama, kalau sudah tumbuh besar, di situ tempat ikan-ikan datang mencari makan, membesarkan anaknya, lalu ada udang dan kepiting bakau. Kedua, tempat berkumpulnya ekosistem. Selain itu, memberikan nutrisi organik, daun membusuk, menjadi pupuk organik atau makanan alami. Berikutnya, menghasilkan oksigen, udaramya semakin baik karena proses fotosintesis. Selain itu akan terlihat hijau, enak dipandang, orang pun ingin datang sehingga nanti menjadi objek wisata sekaligus eduekowisata mangrove.

Penanaman 1.000 batang mangrove ini mendapat apresiasi dari Camat Tukak Sadai, Zamroni Menurutnya, kegiatan hari itu dan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan mahasiswa UBB selama kurang sebulan di Pasirputih, menujukkan bahwa UBB telah mampu mendidik tidak hanya secara akademis tapi juga mental.

“Apresiasi kami sampaikan karena sudah memilih salah satu desa kami, yakni Desa Pasir Putih untuk lokasi KKN. Sebelumnya sudah banyak, seperti di Desa Tukak. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Banyak hal yang bisa kami jadikan motivasi selama KKN berlangsung, termasuk kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), memberikan sesuatu yg bernilai. Banyak program yangg sudah dilaksanakan, seperti penggarapan Pantai Tanjung Kemirai, yang mungkin selama ini tidak banyak orang tahu,” tambah Zamroni.

 

Masih menurut Zamroni, pantai-pantai menyimpan eksotisme pariwisata yang bisa berkembang. Disampaikan olehnya, anak KKN UBB kali ini perjuangannya luar biasa, semangat yangg tidak pernah padam. Mereka siap terjun bersama masyarakat dalam hal bidang apa pun, seperti kegiatan menanam mangrove sebagai salah satu program sekaligus memperingat hari konservasi alam nasional. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tapi tahun berikutnya selalu ada program dari UBB bersinergi dengan mereka.

“Ini adalah salah satu wujud kepedulian kam terhadap lingkungan daratan agar tetap hijau dan laut tetap biru. Penanaman ini terlaksana berkat kerjasama kami dengan Balai Pengelolaan Daerah Sungai (BPDAS) Kepulauan Bangka Belitung yang menyediakan bibir mangrove.

Ada sekitar 1.000 batang mangrove yang akan kami tanam di beberapa titik, termasuk di Pantai Tanjung Kemirai yang kini sedang mereka rintis menjadi destinasi wisata baru.” kata Aldy Kurniawan, ketua KKN XIII UBB 2018 Desa Pasir Putih. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat memperbaiki ekosistem mangrove yang sebagian rusak, sekaligus menjaga alam pesisir agar tetap lestari. (Dw/Humas)


Topik

KKN_UBB