Selesaikan Tugu Wisata, Mahasiswa KKN Angkat Kayu Balok

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 13 Agustus 2018 07:57 WIB | Diupdate pada 13 Agustus 2018 07:57 WIB


ANGKAT KAYU --   Dua mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13  di Kota Kapur,  yaitu Marudut (paling depan)  dan Rio Saputra memanggul kayu balok sumbangan warga.  Delapan balok itu  nantinya akan menjadi tiang tugu pusat informasi wisata yang terletak di pintu masuk Desa Kota Kapur.

KOTA KAPUR, UBB --   Penyelesaian tugu yang memuat  informasi  wisata di  Kota Kapur, Mendo Barat,  terus dikebut.  Minggu (12/08/2018) pagi hingga siang,  tak kurang dari sepuluh mahasiswa KKN UBB dikerahkan untuk merampungkan tugu itu secepatnya sebelum akhir masa KKN, 20 Agustus 2018.

Sementara itu bantuan warga berupa bahan bangunan mulai berdatangan.  Selain semen dan pasir, warga  memberi bantuan kayu balokan ukuran 8 x 8 cm dan 8 x 12 cm sebanyak delapan batang.  Balok kayu ini akan digunakan sebagai tiang penyangga  bagi atap  tugu yang  berbentuk  limas.

“Atap limas kita pilih, disamping sesuai bentuk bangunan,  juga  yang tak kalah pentingnya hal itu  membuat tugu menarik mata.  Yang pasti fungsi atap itu melindungi pengunjung dari  terik matahari dan hujan ketika melihat peta wisata,” ujar Marudut Stanley,  Minggu (12/08/2018) siang.     

Seperti telah diberitakan,  mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 di Kota Kapur membangun tugu ukuran 90 kali 30 cm, dengan tinggi di bagian depan 70 cm dan belakang 120 cm.  Tugu yang dibangun di samping pintu masuk Desa Kota Kapur itu tempat meletakkan peta wisata Kota Kapur, yang telah dipetakan menggunakan GPS (Global Positioning System).

Sebelumnya enam mahasiswa KKN UBB  terdiri dari Marudut Stanley, M Rizki Aulia,  Pangki, Ervan dan Indra sejak 29 Juli hingga 4 Agustus 2018 telah mengambil kordinat di area seluas 1.800 hektar.  Antara lain lokasi Situs Kota Kapur yang berisi Candi 1, Candi 2, Candi 3, dermaga kuno, dermaga nelayan, fasilitas umum, perkebunan dan goa di seputar Bukit Besar.

Bahkan mereka sampai menyeberangi sungai dan laut untuk mengambil kordinat di Pulau Medang, Hantu dan Pulau Kecil. Ketiga pulau  meski berada di perairan Selat Bangka, namun masih dalam wilayah administrasi  Desa Kota Kapur.

Ketua Kelompok KKN UBB Kota Kapur, Rio Saputra dan Marudut (anggota tim pemetaan KKN UBB), yang ditemui ditempat terpisah, Minggu (12/08/2018) siang, mengemukakan dukungan dari  warga Kota Kapur untuk merampungkan segera tugu informasi wisata ini cukup besar.

“Pak Wardan, seorang warga, telah menyumbang delapan kayu balok untuk tiang tugu informasi wisata,” ujar Marudut, seraya merinci  kayu balok dari pohon durian itu  masing-masing empat batang ukuran 8 kali 8 cm dan 8 kali 12 cm.

Dikemukakan, menyadari fungsi tugu informasi wisata sebagai tempat yang akan selalu dikunjungi pengunjung Kota Kapur,  mahasiswa KKN UBB berupaya menata dan membangun tugu itu semenarik mungkin; tanpa mengurangi rasa kenyamannya.

“Atap limas tugu contohnya,  terbuat dari asbes,  akan segera  dicat minyak  dwarna merah marun hingga mengkilap dan menarik mata pengunjung,” ujar Marudut.

Sementara  untuk membuat pengunjung memiliki kesan bersih terhadap bangunan tugu,  di jalan menuju tugu semuanya akan dilapisi konblok.

“Begitu pula peta hasil pemetaan GPS, akan dicetat kemudian dilapisi bahan mika sebelum diletakkan di bagian tugu informasi wisata,” terang Rio menambahkan.

“Semua kami lakukan dengan perhitungan cermat, agar memenuhi unsur menarik sekaligus tampil elegan,” ujar  Rio.

Terkait dengan kepastian tugu informasi wisata seluruhnya rampung, keduanya menegaskan paling lama sebelum Hari Jumat rugu sudah rampung dikerjakan.

“Selama ini terkendala cuaca.  Tapi Jumat depan ini Insyaallah selesai,” tukas Rio (Eddy Jajang J Atmaja, Ghiri Basuki).


Topik

KKN_UBB