Program USAID, Kuliah Tamu FT UBB Hadirkan Prof. Moncef Krarti

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 24 Agustus 2018 08:43 WIB | Diupdate pada 24 Agustus 2018 08:57 WIB


Kuliah Tamu : Prof Moncef Krarti, Kamis (23/8/) pagi, tandang Fakultas Teknik UBB sebagai narasumber dikegiatan kuliah tamu di Gedung Babel IV, Kampus Terpadu UBB, program USAID kolaborasi yang melibatkan 4 (empat) perguruan tinggi dalam peningkatan tri dharma perguruan tinggi.

MERAWANG, UBB - Setelah berjalan selama satu tahun Program USAID (United States Agency for International Development Prioritas), beberapa Perguruan Tinggi kembali berkolaborasi meningkatkan akses pengembangan pendidikan melalui kuliah tamu yang mengangkat tema tentang “Energi dan Bagunan”, dengan mendatangkan narasumber dari Amerika.

Berbagai terobosan terus dilakukan Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung (FT UBB) dalam menunjang kualitas dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,  dan salah satunya dengan menghadirkan Prof Moncef Krarti dari Amerika sebagai pembicara di kegiatan kuliah tamu bagi dosen dan mahasiswa FT UBB, bertempat di Gedung Babel IV, Kampus Terpadu UBB, Kamis (23/8/2018) pagi.

Menurut Dekan FT UBB Wahri Sunanda, kunjungan Prof Moncef Krarti dari tanggal 16 – 25 Agustus, merupakan perwakilan dari USAID SHERA yang nantinya memberikan kuliah tamu dibeberpa perguruan tinggi. Kolaborasi ini melibatkan 4 (empat) perguruan tinggi diantaranya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UBB sendiri.

“Ini kolaborasi antara ubb dengan beberapa perguruan tinggi program usaid, nah ini salah satu bentuk kegiatannya, jadi ada kuliah tamu dari amerika dengan tema tentang ‘energi dan bagunan’, dan ada 4 kampus yang terlibat, diantaranya UBB, UGM, ITB dan IPB, yang akan memberikan kuliah tamu di beberapa tempat nantinya,” ungkapnya.

USAID SHERA merupakan program kemitraan penelitian antar perguruan tinggi untuk jangka waktu lima tahun yang dilaksanakan oleh Institute of International Education (IIE) dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian di perguruan tinggi Indonesia dan meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk penelitian yang berkualitas di perguruan tinggi Indonesia, dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Indonesia.

Lanjut Wahri, dengan kuliah tamu ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan pengetahuan bagi perguruan tinggi masing-masing, serta dengan klaborasi penelitian tersebut adanya output yang dihasilkan oleh setiap perguruan tinggi, baik berupa jurnal, penelitian atau berupa kebijakan lainnya.

“Kegiatan ini  pertama dapat memperkaya pengetahuan khususnya bagi dosen dan mahasiswa FT UBB, yang kedua kita berharap klaborasi penelitian ini adanya output langsung, karnakan utusan dari usaid nya datang langsung, kita pengen ada output berupa jurnal, riset atau berupa kebijakan lainnya,” kata Wahri..

Kuliah Umum yang dimoderatori Dr. Desy Yofianti Dosen Teknik Sipil FT UBB berjalan dengan lancar, serta mendapat antusias dari para dosen maupun mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Tema pembangunan dan energi yang diangkat Prof Moncef Krarti, topik sasarannya mengenai manfaat pembangunan berkelanjutan dengan penerapan efisiensi energi. Menurutnya pembangunan perkotaan dapat mempengaruhi beberapa hal, diantaranya kualitas ekosistem dan lingkungan, sumber air, Konsumsi energi, serta kualitas indoor dan outdoor bagunan itu sendiri. Apabila itu tidak diperhatikan pembangunan gedung tersebut akan mempengaruhi dampak yang kurang baik terhadap gedung maupun lingkungan.

Ia menambahkan, pembangunan ditiap negara memiliki kriteria yang berbeda, serta pengelolaan eneri dapat disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing dengan memberdayakan prodak-prodak energi yang efisien dengan memperhatikan lingkungan.

“Tiap negara itu memiliki kriteria yang berbeda terkait dengan pemanfaatan energi, yang seharusnya kriteria ini dapat disesuaikan dengan kondisi lokal dengan memperhatikan lokal prodak masing2 tiapa energinya,” ungkap Moncef Krarti.

Mendesain kontruksi hingga sampai membuat sebuah bangunan bukan hal yang sederhana. Diperlukan pengetahuan mendalam terkait dengan bangunan itu sendiri. Dengan cara pandang tersebut, menurut Prof Moncef Krarti, perlu dukungan teknologi dengan dan pengetahuan yang lebih mutkahir. Sehingga kontruksi bagunan dengan memanfaatkan energi yang efisien dengan memperhatikan kondisi daerah masing-masing dapat memberikan kenyamanan dan benefit bagi individu, kelompok maupun perusahaan.

Dengan demikian pembangunan berkelanjutan dengan pemanfaatan energi, dapat meningkatkan produktifitas kerja yang tinggi, dan peningkatan perekodomian, serta solusi ketersediaan energi terpenuhi. (Ags/Humas)


Topik

Fakultas_Teknik_UBB Wahri_Sunanda,_ST,._M.Eng Kampus_Terpadu_UBB