STUDIUM GENERALE, Hubungan Antar Negara dan Masa Depan Komunitas Asia

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 06 September 2018 18:56 WIB | Diupdate pada 06 September 2018 18:56 WIB


Foto Bersama – Dosen dan Peserta Studium Generale Hubungan Antar Negara dan Masa Depan Komunitas Asia, foto bersama pembicara asal Jepang, Ms. Kazuyo Futaesaku Graduate School of Asian and African Area Studies (ASAFAS) Kyota University setelah kegiatan yang dilaksanakan Rabu 05/09 pagi, di ruang rapat rektorat UBB.

Balunijuk (UBB) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kegiatan kuliah umum (studium generale) mendatangkan pembicara asal Jepang yaitu Ms. Kazuyo Futaesaku dari Graduate School of Asian and African Area Studies (ASAFAS) Kyota University dengan tema Hubungan Antar Negara dan Masa Depan Komunitas Asia, di ruang rapat rektorat UBB, Rabu (05/09/2018) pagi.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si, para dosen dilingkungan FISIP serta mahasiswa.

Ms. Kazuyo Futaesaku merupakan bagian dari kerjasama UBB dengan Center for South East Studies Kyoto University. “Tahun 2015 yang lalu saya bersama direktur CSEAS Kyota University menandatangani surat perjanjian kerjasama (MoU), selain itu dari perjanjian kerjasama ini telah ada bentuk nyatanya, salah satunya berupa kunjungan dari salah satu peneliti dari CSEAS yaitu Prof. Okamoto ke UBB” Ujar Ibrahim.

“Ditahun 2017 saya juga berkesempatan berkunjung ke Kyota University dalam rangka memperdalam kerjasama, sempat bertemu juga Ms. Kazuyo Futaesaku dan diajak berkeliling dan dijamu bermacam  makanan khas jepang,” lanjut Ibrahim.

Ms. Kazuyo Futaesaku akrab dipanggil mba’ yoyo, akan melakukan penelitian di Bangka Belitung.

“Saya memilih Bangka Belitung menjadi tempat penelitian karena Bangka Belitung memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, bukan hanya sumber daya alam yang sangat luar biasa tetapi juga memiliki berbagai macam kebudayaan yang sangat menarik,”Ujar mba’ Yoyo yang fasih berbahasa Indonesia.

Berdasarkan pengamatan, masyarakat Jepang berpikir Bangka Belitung merupakan tempat pariwisata paling baru di Indonesia. Bahkan Tahun 2018 didalam buku tentang pariwisata di jepang terdapat halaman khusus yang membahas tentang Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Negara-negara ASEAN merupakan bisnis partner yang sangat penting bagi jepang. Selain ekspor jepang juga banyak impor komoditi dari negara ASEAN seperti udang sebesar 55%, nanas sebesar 98%, gas alam, lensa kacamata, dll.

Hubungan Jepang dengan ASEAN sangat penting untuk keamanan Asia-Pasifik. Realisasi kawasan Asia Pasifik yang kaya, stabil dan terbuka itu sangat penting untuk keamanan dan kemakmuran Jepang. Untuk mewujudkannya dengan lancar Jepang ingin mempromosikan diplomasi asia secara aktif.(Ars/Humas)


Topik

Dr._Ibrahim,_S.Fil.,_M.Si FISIP_UBB