Mahasiswa Jepang Peserta Summer School Terpesona Lihat Wisata Bangka

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 12 September 2018 13:33 WIB | Diupdate pada 12 September 2018 13:54 WIB


KUNJUNGI PERPUSTAKAAN --  Tiga mahasiswa Jepang peserta  Summer School di Pulau Bangka, yaitu  Miyu Kawaue, Hikaru Suzuki dan Keita Sogabe, Rabu (12/09/2018)  pagi mengunjungi Perpustakaan Universitas Bangka Belitung. Mereka didampingi LO dari UBB, Nurul Suwasty – mahasiswi Fakultas Hukum UBB.   

BANGKA, UBB --  Sebanyak 11 mahasiswa dari  National Institute of Technology, Akashi College, Jepang, selama lima  hari berada di Bangka.  Mereka mengikuti program Summer School (sekolah musim panas) dalam acara ICoMA (International Conference on Maritime and Archipelago).

Selama di Bangka Belitung (Babel), selain menghadiri ICoMA,  mereka yang selalu  didampingi liaison officer (LO) dari Universitas Bangka Belitung (UBB), juga  akan menyaksikan beberapa  keelokan destinasi wisata yang ada di  kepulauan ini.

Nurul Suwasty, mahasiswa Fakultas Hukum UBB, selaku LO, mengemukakan 11 mahasiswa dari Jepang ini tiba di Pulau Bangka Selasa (11/09/2018) petang.  Mereka  dijemput di Bandara Depati Amir oleh host family  (keluarga asuh) mereka,  kemudian  menginap di rumah host  family masing-masing  di Kota Pangkalpinang.

“Sejumlah rencana untuk mereka sudah kami susun, tetapi karena Rabu ini tidak ada agenda, sebagai LO  mereka kami ajak mereka keliling Kampus Terpadu UBB,” ujar Nurul Suwasty ketika ditemui di Perpustakaan Pusat UBB bersama tiga mahasiswa Jepang, Rabu (12/09/2018) pagi.

Tatkala berada di  perpustakaan UBB,  mahasiswa summer school asal  Negeri Matahari Terbit ini diberi informasi banyak hal, seperti  tentang sejarah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  dan  sejumlah  destinasi wisata pantai  dan sejarah.

Keingintahuan mahasiswa Jepang ini akan Babel  cukup tinggi.  Mereka tampak larut ketika  membaca sejumlah  buku dan brosur berisi informasi tentang sejarah dan  wisata Babel.    

“Bangka Belitung itu indah,  bagus  sekali.  Saya tahu itu sebelum ke sini, melalui   mesin pencarian google!,” ujar Miyu Kawaue, yang didampingi dua rekannya: Hikaru Suzuki dan Keita Sogabe.

“Kami tepesona dengan hutan mangrove yang ada di Bangka.  Kami ingin segera  melihat hutan mangrove itu di Kurau,”  tukas Miyu Kawaue.

Nurul Suwasty mengemukakan,  LO sudah mengagendakan  kunjungan ke Hutan Pelawan dan  wisata mangrove di Kurau Barat, sebagaimana diinginkan peserta summer school, pada   Kamis (13/09/2018) siang, sekitar pukul 14 wib.

“Sekitar tiga jam  kami berserta 11 mahasiswa Jepang akan berada  di Hutan Pelawan dan wisata  mangrove Kurau. Usai itu kami akan kembali ke Pangkalpinang untuk menghadiri  Gala Dinner di Rumah Dinas Gubernur Babel,” sambung  Nurul.

Hari Jumat ada  banyak agenda yang akan  dilaksanakan.  Mereka akan mengunjungi Museum Timah pagi harinya.  Setelah itu mengunjungi Kampus UBB di Balunijuk dan tukar informasi dan pengelaman dengan mahasiswa UBB.

“Siang hari mereka akan makan siang bersama di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB,” ujar Nurul.

Setelah makan siang, mereka akan melihat pesona wisata di Puri Tri Agung, Pantai Tongaci dan Pantai Pesona.  Malamnya mereka menghadiri pertemuan dan makan malam bersama di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat.

 Seperti diberitakan sebelumnya, UBB bersama Undip  menggelar  tiga seminar internasional sekaligus dari   tanggal 13 hingga 14 September.  Yaitu International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) dan International Conference of Vocational Studies on Social Sciences (ICoVOSS).

Pembicara utama dalam tiga seminar itu Prof Drs H Muhammad Nasir PhD (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi), Dr H Erzaldi Rosman Djohan MM (Gubernur Bangka Belitung), Prof Hideaki Kasai (Akasi National College of Technology, Jepang), Prof Datuk Dr Zainal Kling (Universiti Malaya, Malaysia), Dr Dimitriy Kuvshinov (University of Hull, United Kingdom) dan Mr Andrea Weiss (Natural Resources Switzeland).

Minat akademisi dan peneliti menjadi peserta tiga seminar internasional itu cukup  besar. Tercatat hingga Rabu siang,   peserta ICoMA berjumlah  96 orang, dan  ICoVAR dan  ICoVOSS berjumlah  70 orang.   Mereka umumnya berasal dari berbagai universitas,   baik di dalam negeri maupun  luar negeri (Ari Riski, Eddy Jajang J Atmaja)


Topik

Kampus_Terpadu_UBB Mahasiswa