Topik Seminar Internasional Maritim dan Kepulauan Sejalan Program Pemda dan Pemerintah Nasional RI

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 14 September 2018 15:56 WIB | Diupdate pada 14 September 2018 15:56 WIB


SERTIFIKAT – Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi menyerahkan sertifikat kepada Prof Hideaki Kasai (National Institute of Technology, Akashi College, Japang) sebagai salah satu pembivara utama  ICoMA, ICoVAR dan ICoVOSS di Soll Marina, Kamis (13/09/2018) pagi.

PANGKALANBARU, UBB --   Maritim dan kepulauan, yang menjadi topik  tiga seminar internasional  (ICoMA, ICoVAR dan ICoVOS) sejalan dengan program  yang  diluncurkan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan proyek besar nasional: Tol Laut.

Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ir Muh Yusuf MSi ketika memberi sambutan pada pembukaan ICoMA, ICoVAR dan ICoVOS mengemukakan, topik seminar yaitu maritim dan kepulauan sangat menarik dan relevan dengan Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan.

“Pemerintah daerah Bangka Belitung  sangat peduli dengan pembangunan perikanan, kelautan dan pemberdayaan pesisir.   Begitu pula dengan pemerintah nasional yang memiliki proyek besar Tol Laut!,” ujar Muh Yusuf di Soll Marina, Kamis (13/09/2018) pagi.

Selama dua hari (13-14 September),  Unversitas Bangka Belitung (UBB) bersama Polman Babel,  Universitas Diponegoro (Undip)   menggelar  seminar International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) dan International Conference of Vocational Studies on Social Sciences (ICoVOSS).

Pembicara utama seminar itu Prof Drs H Muhammad Nasir PhD (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi), Dr H Erzaldi Rosman Djohan MM (Gubernur Bangka Belitung), Prof Hideaki Kasai dan Prof Seiji Fujiwara  (Akashi National College of Technology, Jepang), Prof Datuk Dr Zainal Kling (Universiti Malaya, Malaysia), dan Mr Andrea Weiss (Natural Resources Switzeland).

UBB menurut Muh Yusuf memiliki lima fakultas dengan 19 jurusan atau program studi,  beberapa  di antara program studi  atau deparmen fokus pada bidang kelautan, perikanan dan budidaya perairan.

“Kita memahami benar bahws maritim dan kepulauan itu topik yang sangat luas, sehingga dapat dimengerti apabila  seluruh disiplin ilmu dapat ambil bagian dalam konferensi internasional ini,” ujar Muh Yusuf dalam sambutannya menggunakan Bahasa Inggris.

Pada  seminar internasional yang dihadiri lebih dari 150 peserta itu,  Muh Yusuf  secara ringkas menceritakan ikhwal atau sejarah terbentuknya UBB.  Yaitu berdiri  pada tahun 2006 dan merupakan gabungan dari tiga kampus: Stiper, STT Pahlawan 12 dan Polman Timah.

“ UBB resmi menjadi universitas negeri pada tahun 2010.  Kami memiliki ambisi untuk menjadi universitas yang unggul di antara perguruan tinggi yang ada. Tagline kami adalah unggul membangun peredaban.  Dan visi kami menjadi universitas riset pada tahun 2035,” kata Muh Yusuf.

Untuk mencapai semua target itu, UBB lanjut Muh Yusuf melakukan percepatan dalam banyak aspek.  Salah satu di antaranya  adalah meningkatkan publikasi ilmiah yang terindek; baik dari sisi kualitas maupun jumlahnya.

“Konferensi internasional ini adalah bagian  dari usaha kami untuk mencapai target tersebut.  Menyadari  kapasitas kami yang terbatas, maka kami bergabung dengan Undip dan Polman Bangka Belitung.  Kami percaya, sebagai universitas baru kami dapat bersaing dengan universitas lainnya ,” jelas Muh Yusuf.

Keyakinan itu, imbuh Muh Yusuf diperkuat lagi dengan adanya dukungan dari semua pemangku kepentingan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Baik dari pemerintah daerah, yaitu gubernur, dan legislator (DPRD), PT Timah Tbk  maupun   dari banyak sektor usaha lainnya di daerah ini.

Pada bagian akhir sambutannya rektor mengucapkan terimakasih atas dukungan yang luar biasa dari semua pihak  -- termasuk pembicara utama dan peserta tiga seminar --, sehingga terselenggaranya  tiga seminar internasional ini.

“Saya berharap ini akan menjadi satu dari  banyak lagi ICoMA, ICoVAR dan ICoVOSS  lainnya yang menjadi agenda akademis.   Selamat menyampaikan ide dan pengalaman dalam konferensi ini, dan bergembira berada di pulau yang indah ini,” ujar Muh Yusuf.

Sebagai penutup rektor  menyampaikan idiom Bangka Belitung bahwa jika telah meminum air dari pulau ini maka Anda akan datang dan datang kembali ke Bangka Belitung.

“There is a local idiom stated that if you already come and drink this islands water, you will come again, and again!,” ucap Muh Yusuf (Eddy Jajang J Atmaja, Ari Riski)


Topik

ICOMA