Mempopulerkan Keindahan Bawah Laut Pulau Bangka Melalui Batik Tulis

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 24 September 2018 23:03 WIB | Diupdate pada 24 September 2018 23:03 WIB


MERAWANG, UBB – Bersama Kelompok Usaha Bersam (KUB) Pinang Sirih, Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dilaksanakan whorkshop Kelompok Usaha di kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM). Kegiatan ini diikuti oleh Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang berasal dari berbagai jurusan, seperti mahasiswa Jurusan Biologi, Jurusan Agribisnis, dan Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi (FPPB), yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Pulau Bangka selama ini terkenal sebagai daerah penghasil timah, namun dibalik potensi pertambangan mineral tersebut, Pulau Bangka juga memiliki keindahan panorama alam pantai yang indah. Sebut saja, Pantai Parai di Kabupaten Bangka dan Pantai Pasir Padi di Kota Pangkalpinang. Selain keindahan pantainya, beberapa pantai juga terkenal sebagai lokai menyelam, dengan pesona bawah lautnya yang mempesona.

Keindahan bawah laut Pulau Bangka seperti Pulau Ketawai dan Pulau Bebuar Kabupaten Bangka Tengah, telah menginspirasi untuk mempopulerkan Pulau Bangka melalui batik tulis. Tidak monoton pembuatan batik untuk pakaian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB memfasilitasi untuk kreasi batik tulis untuk hiasan dinding, dan hiasan untuk tas berbahan karung goni melalui skema Iptek bagi Masyarakat (IbM) tingkat universitas pada pendanaan tahun 2018.

Untuk lebih meningkatkan minat wisatawan membeli batik, dan kecintaan kawula muda untuk mencintai batik, maka  sudah selayaknya masyarakat berani berinovasi dan berkreasi dengan motif yang lebih kekinian. Salah satunya motif batik yang terinspirasi keindahan bawah laut, seperti motif ikan, kura-kura, kerang, ubur-ubur, terumbu karang dan lamun.

Endang Bidayani Dosen Jurusan Akuakultur FPPB UBB menerangkan, yang melatarbelakangi kegiatan IbM ini adalah, permasalahan yang dihadapi mitra saat ini yakni kurangnya minat masyarakat menekuni batik tulis, dan belum memasyarakatnya batik dengan motif keindahan bawah laut di Pulau Bangka.

“Permasalahan yang dihadapi mitra sekiranya dapat dicarikan solusi melalui Program IbM. Melalui program ini mahasiswa dapat memperoleh keterampilan membatik, sekaligus makin meningkatkan kecintaan mereka terhadap bahari dan budaya Indonesia,” ungkap Endang.

Kegiatan membatik ini diharapkan dapat memberikan keuntungan antara lain menumbuhkan minat mahasiswa untuk melestarikan batik, meningkatkan keterampilan mahasiswa menghasilkan batik bermotif keindahan alam, membuka peluang usaha, dan menumbuhkan jiwa entrepreneur mahasiswa.

Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kuantitas dan kualitas batik tulis, semakin beragamnya motif batik akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk, peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa untuk membatik, dan peningkatan pendapatan bagi mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa mampu mendanai kuliah mereka, dan menjadi bekal berwirausaha setelah lulus.(Edg B & Humas)


Topik

FPPB_UBB