Betul-betul ‘Nyeni’, Arts Zone Creativity Promosikan Babel ke Tingkat Internasional

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 25 September 2018 11:12 WIB | Diupdate pada 25 September 2018 11:12 WIB


BALADA --   Juara pertama Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) Bangka Belitung, Rey Yuditha (mahasiswi UBB)  meng-‘cover’ dan menyanyikan  ‘Jelous’,   lagu balada  milik Labrinth.   Suasana ‘nyeni’ betul-betul kental terasa dalam Arts Zone Creativity (AZC) ke 3 yang digelar empat hari  di Lapangan basket UBB.

BANGKA, UBB --   Rektor UBB Muh Yusuf berjanji akan menambah anggaran untuk penyelenggaraan Art Zone Creativity (AZC) tahun depan.   Pasalnya AZC dinilai bukan sekadar ajang seni belaka, melainkan berpotensi besar dalam menggali dan menaiktarafkan potensi seni di Bangka Belitung,  serta berujung  kepada  mempromosikan daerah ini ke kawasan  lebih luas.  

“Saya akan menambah anggaran Art Zone Creativity tahun depan.   Kreativitas mahasiswa di bidang seni dapat mengangkat potensi seni yang ada  di  Bangka Belitung ke tingkat nasional dan internasional!,” tegas Muh Yusuf ketika membuka resmi AZC ke 3 di Lapangan Basket Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang, Senin (24/09/2018) pagi.

AZC digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UBB Gema Harmoni, UKM Koper dan UKM Seni, berlangsung selama empat hari  (terhitung sejak 24 September), merupakan ajang kreativitas seni di kalangan mahasiswa, pelajar dan pelaku seni di wilayah Bangka Belitung.

AZC dengan ‘tagline’ Kreativitas Tanpa Batas, menggelar beragam eksposisi seni nan menarik.  Di antaranya   Modern Dance Competition, Vokal Grup,  Parade Band Indie se Bangka Belitung, dan tutorial  mempercantik diri oleh pakar kecantikan dari perusahaan kecantikan terkenal.

Dalam sambutan pembukaan AZC yang dihadiri ratusan mahasiswa, Rektor Muh Yusuf mengemukakan AZC merupakan wahana penting dan strategis bagi ‘dunia’  berkesenian di Bangka Belitung.  Peserta even seni ini  beragam dan luas; tak hanya mahasiswa perguruan tinggi di wilayah ini saja, melainkan pula melibatkan para pelajar pegiat seni.

“Di  Art Zone Creativity, semua hobi berkesenian digelar.  Segala potensi seni di eksposisi, bahkan potensi seni tradisi pun ‘diangkat’.  Semua ini memiliki faedah penting, terutama   ‘marketing’ bagi Bangka Belitung ke tingkat nasional dan internasional,” ulas Muh Yusuf.

AZC menurut rektor hadir dan digelar di tengah semangat dan upaya dari semua pihak -- baik pemerintah pusat, daerah maupun  pelaku seni dan  swasta --  menggali kreativitas dari semua sektor,  termasuk di dalam  berkesenian.

“Ini suatu inisiasi dan inisiatif yang positif. Melahirkan semangat baru dalam mengangkat potensi segala seni di Bangka Belitung ke level yang lebih tinggi.  Karena itulah saya, selaku rektor,  akan menggelar rapat agar dana penyelenggaraan Arts Zone Creativity tahun depan naik lebih besar dibandingkan yang ada sekarang,” ujar Muh Yusuf langsung disambut tepukan dari mahasiswa.

Melalui dana yang relatif  besar itu nantinya, lanjut Muh Yusuf, AZC ke 4, ke 5 dan seterusnya akan lebih banyak pesertanya.   Termasuk bidang seni yang akan ikut  digelar pun  lebih luas dan beragam.  Itu semua merupakan sumbangan UBB dalam memposisikan Bangka Belitung  di tingkat internasional.

Menanggapi permintaan Presiden Mahasiswa UBB Ruli Riski Rivaldo agar semua unit kegiatan mahasiswa (UKM) di universitas ini memiliki ruang sekretariat memadai,  Rektor Muh Yusuf  menjelaskan hal itu sudah sejak lama dipikirkan oleh pimpinan UBB.

“Sudah kami pikirkan... Mudah-mudahan pada tahun 2019 sudah ada bangunan khusus untuk sekretariat UKM yang ada di UBB.  Kita akan masukkan ke RKAKL, selain kemungkinan dukungan dari pihak sponsor.  Mengenai lokasi sekretariat itu akan kami survai.   Tapi biasanya sekretariat UKM bagusnya tak jauh dari kantin,” tukas Muh Yusuf.

Sebelumnya,  Ruli Riski Rivaldo dalam sambutannya menilai apa yang dilakukan panitia AZC sebagai suatu langkah  positif  dalam  memajukan kesenian dan kreativitas di kalangan mahasiswa, pelaku seni dan pelajar di Bangka Belitung.

Oleh karena itu ia minta kepada  Rektor UBB  dalam tahun anggaran berikutnya  memperbesar anggaran penyelenggaraan AZC, dan gedung atau ruang khusus sekretariat semua UKM di UBB.  

“Besar harapan kami agar ada sekretariat yang layak untuk semua UKM UBB,” tukas Ruli Riski.

Sulap Lapangan Basket

AZC ke 3 berlangsung empat hari, berhasil mengubah suasana Lapangan Basket UBB menjadi  zona atau kawasan seni pro (profesional); laiknya pasar seni atau eksposisi seni luar ruang (outdoor).

Selain di bagian lapangan basket  hadir  satu panggung untuk atraksi band lumayan besar,  di kiri dan kanan panggung terdapat kepingan triplek bergambar mural dan grafiti aneka warna. 

Di sisi  lapangan basket sengaja diletakkan foto berbagai destinasi wisata ukuran besar.  Foto-foto  ‘eye catching’ (menarik mata) itu terusun ‘nyeni’ di bingkai terbuat dari pipa plastik kecil.

Belum lagi terpampang kata dan kalimat bijak di ‘backdrop’ dan sekitar panggung.   Seperti ‘The Bright’, ‘You are the More Have to Learn’,  dan ‘Try and Fail But Don’t Fail Try’.

Suasana semakin padu dan lengkap, ketika AZC hendak dibuka lagu balada ‘Jealous’ (Labrint) yang di ‘cover’ dan disuarakan  Rey Yuditha (pemenang Peksiminal Bangka Belitung) mengenapi ‘nyeninya’ suasana  AZC Senin (24/09/2018) pagi itu (Eddy Jajang J Atmaja, Arti Riski)

 


Topik

Mahasiswa Kampus_Terpadu_UBB REKTOR_UBB