Publikasi Ilmiah Indonesia Meningkat, Ungguli Singapura dan Thailand

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 25 September 2018 21:53 WIB | Diupdate pada 25 September 2018 21:53 WIB


Foto Bersama - Narasumber dan peserta dari PTN dan PTS se-Bangka Belitung serta rombongan dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Ristek dikti berfoto Bersama setelah Kegiatan Sosialisasi Publikasi Ilmiah yang dimaksudkan untuk membantu dan memotivasi dosen melakukan Publikasi Ilmiah.

Balunijuk (UBB) – Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kerja sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung (UBB) Sosialisasikan Publikasi Ilmiah tahun 2018 di Ruang Rapat Rektorat Kampus Terpadu UBB, Selasa (25/09/2018) pagi hingga siang.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS di dampingi Ketua LPPM Dr. Fournita Agustina M.Si dan Kasubdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah Kemristek dikti Aldi Haryadi S.T.

Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Ir Suminar Setiati Achmadi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan tentang Publikasi Buku dan Ilmiah, Prof. Ir. Wasmen Manalu, PhD juga dari IPB membahas tentang Etika Publikasi Ilmiah dan Deden Sumirat Hidayat M.Kom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang menjelaskan tentang Perangkat dalam Pengelolaan Publikasi (Mendeley, Grammarly, dll).

Sosialisasi mengundang peserta dari seluruh PTN dan PTS se-Bangka Belitung diantaranya Universitas Bangka Belitung, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, STKIP Muhammadiyah, STMIK Atma Luhur, STT Pahlawan 12 Sungailiat, STIH Pertiba Pangkalpinang, STIE Pertiba Pangkalpinang, STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang, STIKES Citra Delima, STIE IBEK, AKPER Pangkalpinang, Akademi Komunitas Dharma Bakti Bangka, AKBID Sungailiat, Akademi Manajemen Belitung, IAIN Syekh Abdurrahman Sidiq dan Poltekes Kemenkes Pangkalpinang.

“Publikasi ilmiah sangat penting, seorang dosen tidak bisa lepas dari Publikasi Ilmiah supaya kenaikan pangkat untuk meraih harapan sebagai seorang guru besar segera tercapai, seorang guru besar tidak mungkin tanpa publikasi,”Ujar Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS.

“Kita harus berterima kasih kepada Kemristek dikti sudah membuat scheme yang luar biasa untuk membantu para dosen melakukan publikasi ilmiah,tidak hanya dosen dari PTN saja yang bisa menyandang gelar guru besar, tetapi juga dosen dari PTS juga berhak untuk menjadi guru besar, saya dulu untuk mencapai gelar guru besar harus bersusah payah sendiri tanpa bantuan dari luar,” Eddy Suprayitno berbagi pengalaman.

“Harapan saya dalam lima tahun kedepan yaitu mendapatkan undangan pelantikan guru besar dari Bangka Belitung” Harap Eddy.

Sebelum mulai sosialisasi, Kasubdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah Kemristek dikti Aldi Haryadi S.T. menjelaskan kebijakan Kemristek dikti untuk memfasilitasi dosen untuk melakukan publikasi, baik dosen dilingkungan dikti maupun diluar Dikti.

Pemerintah melalui Subdirektorat Fasilitasi Publikasi Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristek Dikti memberikan motivasi serta fasilitasi-fasilitasi untuk membantu memudahkan dosen publikasi ilmiah.

“Tugas Subdirektorat Fasilitasi Publikasi Ilmiah adalah mengawal publikasi, memfasilitasi publikasi dosen dilingkungan dikti maupun nondikti, memastikan dosen untuk produktif melakukan publikasi,”ujar Aldi Haryadi mengawali penjelasan mengenai kebijakan publikasi.

“Berdasarkan data Scopus, di ASEAN capaian publikasi Indonesia ditahun 2017 melebihi Thailand, semntara dibulan April tahun 2018 ini Indonesia telah berhasil mengungguli Singapura, untuk data yang diambil per 5 September kita hanya selisih 1000 dari Malaysia ditingkat teratas yaitu 19.000 sementara Indonesia diangka 18.000, ini menandakan bahwa pertumbuhan publikasi Indonesia sangat meningkat,”ungkap Aldi Haryadi.

Pemerintah sangat mendukung pertumbuhan publikasi dengan cara memberikan kebijakan tentang publikasi lengkap beserta instrumen, insentif dan hibah.(Ars/Humas)


Topik

LPPM Prof_Dr_Ir_Eddy_Suprayitno