Mobil Hemat Energi UBB Berlaga di Padang, Rektor Minta Masuk 10 Besar

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 16 November 2018 16:28 WIB | Diupdate pada 16 November 2018 16:28 WIB


POMPA SEMANGAT --  Untuk memompa semangat tanding, Rektor UBB Muh Yusuf berfose bersama anggota  Mentilen Team 1 dan 2, dosen pembimbing tim, Ketua Prodi Teknik Mesin Rodiawan dan Wadek 2 Fakultas Teknik Yudi Setiawan  di depan  Tarsius  EV.1 dan Tarsius GV-1 di Bengkel  Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik UBB, Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Jumat (16/11/2018) pagi.

MERAWANG, UBB --  Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ir Muh Yusuf MS  mengemukakan UBB tidak mentargetkan apapun kepada tim mobil hemat energi dan listrik  UBB dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) antar perguruan tinggi se Indonesia  yang akan digelar di Universitas Negeri Padang (UNP)  27 November 2018.

“Target kita tidak muluk-muluk, masuk final saja sudah menjadi target kita.   Tapi kita berupaya  agar dalam KMHE itu nanti  bisa   masuk sepuluh besar.   Segala kemampuan teknis yang ada kita ‘genjot’, di samping tentu   harus  mengetahui kelebihan dan kekurangan tim lainnya,” ujar Muh Yusuf ketika ‘bertandang’ ke Bengkel Prodi Teknik Mesin,  Jumat (16/11/2018) pagi.

Rektor sengaja mengunjungi Bengkel Prodi Teknik Mesin yang berada di ‘jantung’ Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, untuk melihat secara langsung kesiapan Mentilen Team 1 operator  mobil hemat energi, Tarsius GV-1, dan Mentilen Team 2 operator  mobil listrik, Tarsius EV.1.

Dua tim rekayasa otomotif  UBB ini  dinyatakan lolos seleksi oleh tim penilaian dari Kemenristek Dikti,  dan menjadi salah satu  dari 74 finalis KMHE antar perguruan tinggi se Indonesia   yang  digelar di UNP pekan depan.

Dalam kunjungan  itu rektor mendapat informasi teknik dari  Eka Sari Wijianti (dosen pembimbing Mentilen Team 1), Firlya Rosa (dosen pembimbing Mentilen Team 2), Aufar Fathul Karim (Manajer Pengembangan Otomotif Prodi Teknik Mesin), dan Septo Caturtiyo (Ketua Mentilen Team 2), didampingi Kepala Prodi Teknik Mesin UBB Rodiawan,  dan  Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik Yudi Setiawan.

KMHE merupakan  event tahunan yang diselenggarakan Kemenristek Dikti  dalam skala nasional.  Even bergengsi ini   melombakan mobil kreasi mahasiswa dengan  kategori urban dan prototype.  

KMHE berorientasi pada efisiensi energi.  Mobil peserta  KMHE dibagi dalam  empat   kelas berdasarkan motor penggerak yang digunakan.  Di antaranya Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, MPD Etanol, MPD Diesel dan Motor Listrik.

Dua kendaraan Mentilen Team UBB semuanya  memiliki tiga roda,   yaitu Mentilen Team 1  bernama Tarsius GV-1  (Kelas Gasoline),  dan Mentilen Team 2 bernama Tarsius EV.1 (Kelas Prototype).

Dalam keterangannya kepada rektor,  Aufar Fathul Karim mengemukakan  anggota Mentilen Team 1 dan Mentilen Team 2  akan bertolak  ke Padang dari Kampus Terpadu UBB, Balunijuk,  22 Nopember, menggunakan pesawat udara dan bus carteran (jalan darat).

“Sementara mobil hemat energi Tarsius GV-1 dan mobil listrik  Tarsius EV.1 yang akan berlaga di  UNP Padang itu kami  bawa  menggunakan bus cateran ke Padang,” ujar  Aufar.

Dikemukakannya, sebelum berlaga di UNP Padang,  baik   Mentilen Team 1 dengan mobil  bernama Tarsius GV-1  (Kelas Gasoline),  maupun  Mentilen Team 2  dengan mobil  Tarsius EV.1 (Kelas Prototype) sudah melakukan penyempurnaan dan ‘menjajal’ keandalan mobil masing-masing.

Rodiawan dan Yudi Setiawan mencontohkan dari  uji coba Tarsius GV-1 di badan jalan lintas Timur Kawasan Air Anyir diperoleh fakta mobil berbahan bakar Pertamax ini memiliki efisiensi dalam pemakaian  bahan bakar sangat tinggi.

“Uji coba kita lakukan diperoleh data bahwa satu liter bahan bakar mampu mencapai 205 kilometer. Ini terjadi karena  body  Tarsius GV-1 dimodifikasi lebih ringan dan treatment lainnya,” ujar Rodiawan.

Aufar menambahkan bahan bakar yang digunakan Tarsius GV-1 sangat efisien terjadi lantaran mobil dirancang aerodinamis, body berbahan fiberglass,  menggunakan struktur sasis tipe semi monokok, dan memakai teknologi ECU (Engine Control Unit) Programmable, dan bearing low friction.

“Bobot mobil pun lebih ringan, 67 kilogram, ketimbang even tahun lalu berat  mobil kita jenis ini juga,  84 kilogram.   Tetapi untuk mencapai target mobil prototipe mobil masa depan, efisiensi penggunaan bahan bakar harus mencapai 500 kilometer untuk setiap liternya,” tukas Aufar.

Khusus mobil listrik Tarsius EV.1,  Ketua Mentilen Team 2 Septo Caturtiyo  -- yang bersama seluruh anggota Mentilen Team 1 dan Mentilen Team 2  berkumpul di Bengkel Prodi  Teknik Mesin --  mengemukakan baru kali ini ikut serta even KMHE.

“Khusus Tarsius EV.1, target kemampuanya di bawah atau lebih kecil dari seribu watt per jam.  Namun kali ini  baru mencapai dua ribu watt per jam.  Ke depan ada beberapa bagian kita ubah, satu di antaranya body  menggunakan serat kaca,”  papar Septo.

Septo Caturtiyo menjelaskan untuk mengikuti KMHE di Universitas Negeri Padang,  tim Prodi Teknik Mesin UBB  sudah   rutin melakukan latihan dan  treatment  untuk meningkatkan peforma kendaraan.  

“Hingga hari Kamis, tanggal  15 November 2018, persiapan mobil listrik   telah mencapai 90 persen. Harapan kami kedua mobil itu  bisa memberikan performa yang baik; tidak ada kendala apapun   saat perlombaan nanti,” ujar Septo.

Ia menjelaskan sejumlah  keunggulan yang dimiliki  Tarsius GV-1  dan Tarsius EV.1, di antaranya  berupa bentuk mobil  yang aerodinamis,  sehingga  gesekan antara mobil dengan udara dapat dikurangi.

“Mobil itu secara teknis  bila semakin aerodinamis, maka  kecepatannya akan  semakin tinggi. Tarsius GV-1 dan Tarsius EV.1 memiliki kelebihan itu,” tukas Septo, mahasiswa Prodik Teknik Mesin UBB semester 5 

Untuk menilai performa kedua mobil listrik UBB itu, Septo dan mahasiswa lainnya ‘menjajal’ Tarsius GV-1 dan Tarsius EV.1 di badan jalan lintas timur Air Anyir.  Namun untuk memantapkan performa mesin dan motor listrik, kedua mobil itu ‘dijajal’ di area jalan Kampus Terpadu  UBB.

Mendapat penjelasan teknis ini Rektor Muh Yusuf mengaku sangat puas. Rektor meminta kepada seluruh anggota Mentilen Team beserta dosen pembimbing menjaga stamina, dan terus memompa semangat bertanding.

“UBB tidak mempunyai target apapun yang dibebankan kepada seluruh Mentilen Team.  Target kita ‘kan sebelumnya masuk final saja sudah cukup baik.  Namun kalau bisa Mentilen Team masuk sepuluh besar!,” ujar Muh Yusuf.

Dalam acara ramah-tamah dengan anggota Mentilen Team dan dosen pembimbing itu, Rektor Muh Yusuf  menyampaikan dana bantuan operasional tim,  dan menggelar foto bersama di ‘maskas’ Mentilen Team yang sarat mesin ukuran besar (Eddy Jajang J Atmaja,  Ari Riski)  


Topik

Fakultas_Teknik_UBB Teknik_Mesin_UBB REKTOR_UBB