UBB Makin Mantap Dirikan LPH

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 16 November 2018 12:41 WIB | Diupdate pada 16 November 2018 12:41 WIB


MERAWANG, UBB - Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., mengajak seluruh civitas akademika UBB untuk menaruh perhatian kepada pengembangan industri halal. Hal ini sehubungan diberlakukannya UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai diberlakukan pada Oktober 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI, Mohammad Zen saat mensosialisasi UU No 33 Tahun 2014 bertempat diruang aula Gedung Rektorat Kampus Terpadu UBB, Kamis (15/11) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor UBB, Dr. Ir. Muh Yusuf, MSi., Wakil Rektor 3 UBB, Dr. Drs. Sucipto, MT., perwakilan BPJPH Kemenag RI (M. Zen, Koko Salaka, Danang Darmawan, dan Y.C. Megawati), para pimpinan di setiap Fakultas dan lembaga, serta Dosen dan 100 Mahasiswa dari Jurusan Biologi dan Kimia.

Rektor berharap para mahasiswa peduli mengenai pentingnya mengkonsumsi produk halal, karena hal ini merupakan kewajiban bagi umat Islam. Lebih lanjut Rektor menyampaikan bahwa pihak UBB tertarik untuk mendirikan LPH dan saat ini sudah menyiapkan sebelas orang calon auditor halal dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan amanah UU tersebut.

Muh Yusuf mengatakan, secara keilmuan dan lembagaan UBB juga sangat mendukung karena saat ini UBB telah memiliki dua prodi yang bisa mensuplai sumber daya manusia (SDM) bagi pengembangan LPH yaitu program studi (prodi) kimia dan biologi.

Acara sosialisasi UU tentang JPH ini menampilkan narasumber dari BPJPH Mohammad Zen. Dalam paparannya Zen menyampaikan bahwa halal bukan lagi sekedar tuntutan menjalankan ajaran agama. Namun kini sudah menjadi gaya hidup dan disukai oleh semua elemen masyarakat. Zen mengungkapkan musik islami, semisal lagu deen assalam yang disenandungkan kembali oleh Nissa Sabyan telah diklik oleh lebih dari 169 juta orang di Youtube. Sabyan yang tampil berhijab dengan suaranya yang bening-merdu telah memikat hati seluruh warga, sehingga albumnya meledak dan diklik ratusan juta orang.

Sementara bagian lainnya, pasar makanan halal juga menunjukan trend terus meningkat, bahkan tumbuh paling pesat di dunia. Zen mengutip direktur International Trace Center Arancha Gonzalez pada closing statement dalam Export Development Forum di Doha pada Oktober 2015 mengatakan: “That’s why, earlier today, we launched a publication and tool aimed at helping SMEs take advantage of the fast-growing market for halal foods. E-commerce is an area that ITC will be focusing on in the next months. Moving to the next stage on halal products will also be a priority”. (http://www.intracen.org).

Pada bagian lain Zen juga memaparkan sesuai data Global Economic Report 2017/2018, pasar halal global terutama pada Negara Negara OKI akan mencapai  3,1 Trilyun USD pada tahun 2022, dengan proyeksi populasi muslim mencapai 2,2 milyar pada tahun 2030 dimana 700 juta diantaranya adalah kaum millennial.

“Halal Goes to Global”, kata Zen menunjukan 4 sektor pertumbuhan yang sangat pesat dalam industry halal global yaitu: makanan dan agrikultur, obat-obatan, kosmetika dan fashion dengan pertumbuhan mencapai 252 Milyar USD (Rafiuddin Shikoh, HTMC 2018).

Zen mengajak kampus untuk proaktf terlibat menyongsong era pasar halal global ini sehingga bisa ambil peranan bukan hanya sebagai konsumen. “Salah satu caranya adalah dengan mendirikan halal center sebagai cikal bakal pendirian LPH,” tegasnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa LPH yang didirikan oleh perguruan tinggi negeri sebaiknya merupakan bagian dari bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian kehadiran LPH juga turut memperkuat tri dharma perguruan tinggi di kampus tuturnya. (BPJPH & Humas UBB)


Topik

REKTOR_UBB MOU_KERJASAMA Wakil_Rektor_III_UBB