Masuk 10 Besar, Mentilen Team UBB Tunaikan Target Kontes Mobil Hemat Energi 2018

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 13 Desember 2018 09:20 WIB | Diupdate pada 13 Desember 2018 09:23 WIB


SIMBOL MENTILEN --  Tim otomotif Universitas Bangka Belitun merayakan kemenangan masuk dalam  jajaran 10 besar kategori mobil prototipe gasoline dan listrik KMHE 2018.  Selain menyanyikan mars Solidarity M Forever (mars solidaritas  antar mahasiswa teknik mesin se dunia

PADANG, UBB --   Tim otomotif Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil masuk  sepuluh besar kategori mobil prototipe gasoline dan elektrik pada  Kontes  Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 di Universitas Negeri Padang (UNP) yang berakhir Sabtu (1/12/2018) petang.

UBB masuk 10 besar setelah dua mobil protipenya,  yakni Tarsius GV-1 (prototipe gasoline) dan Tarsius EV-1 (prototipe elektrik), masing-masing menempati urutan ketujuh dan kesembilan dari  12 peserta  prototipe gasoline  dan  17 mobil prototipe elektrik.

Prestasi ‘membanggakan’ ini lantas dirayakan tim otomotif UBB di paddock UBB.  Saking haru dan gembiranya atas prestasi yang diraih itu,  beberapa   anggota tim otomotif UBB saling berpelukan dan sesenggukan (menangis) di sudut paddock dalam tempo yang  cukup lama.  

Usai  meluapkan kegembiraan dan rasa haru, tim otomotif UBB  --   yang didampingi dosen pembimbing Eka Sari Wijianti,  Firlya Rosa dan Agus --  spontan membuat lingkaran,  kemudian mengabadikan peristiwa dan suasana   itu  dengan berfoto bersama.

Mengenakan seragam kaus hijau dan hitam, tim otomotif UBB  --  seluruhnya  mahasiswa Jurusan Teknik Mesin  --  ini  membentuk formasi khusus,  mengacungkan tangan,  kompak  menunjukkan simbol ‘Mentilen’ (Tarsius).  Yaitu  berupa jempol dan kelingking menghadap  ke atas, sementara tiga jari lainnya ditekuk.

Klimaks dari kegembiraan itu terjadi ketika tim otomotif UBB  menyayikan lagu Soladirity M Forever.  Mars dan slogan  kesetiakawanan antarmahasiswa teknik mesin se dunia ini,  sontak  mengundang tim otomotif perguruan tinggi lainnya bergabung di depan paddock UBB.

Tak pelak suasana pun semaking hangat.  Lagu Soladirity M Forever mereka  dinyayikan secara koor itu membuat tim lainnya yang semula berkumpul di paddock masing-masing   ‘lari’ ke paddock UBB.  Cuaca  dingin akibat hujan deras  mengguyur Kota Padang tak terasa.

Keberhasilan Tarsius GV-1 dan EV-1 ini sekaligus  membayar tunai  target tim ini untuk  menempati 10 besar, sebagaimana  diharapkan  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi tatkala  melepas tim otomotif UBB  ketika hendak bertolak ke arena KMHE 2018 di UNP.

“Kita bangga, ini merupakan prestasi UBB.  Capaian atau target kita ‘kan 10 besar, terealisasi.   Selaku rektor,  saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan  seluruh anggota   Mentilen Team 1 dan 2,” ujar Muh Yusuf,  Sabtu petang.

KMHE 2018  digelar di ‘sirkuit’  UNP --  kampus bemoto Alam Takambang Jadikan Guru --  sejauh 7,9 km.  Even nasional yang  diikuti 71 tim dari 46 perguruan tinggi  ini  melombakan mobil kreasi mahasiswa Indonesia.

Perlombaan  KMHE dibagi dalam dua kategori kendaraan, yakni urban dan prototipe.  Mobil yang ikut  dibagi  empat kelas; berdasarkan  motor pembakaran dalam (MPD) Gasoline, MPD Etanol, MPD Diesel dan motor listrik.

Penilaian  KMHE didasarkan energi propulsi yang dikonsumsi  dan mengutamakan konsumsi energi terbaik untuk  masing-masing kelas.  Sebelum mobil turun ke sirkuit, sesuai aturan yang berlaku dan telah disepakati, harus terlebih dahulu lolos 10 pengujian.  

Sebagian besar dari 10 pengujian berkaitan dengan hal-hal teknis dan mekanis.  Sisanya berkaitan dengan pengemudi kendaraan,  antara lain berat badan pengemudi.  Untuk mobil urban,  berat badan  pengemudi maksimal 70 kg, sedangkan mobil  prototipe maksimal 50 kg.

Tiap mobil yang lolos pengujian diharuskan menaklukan putaran (lap) pada sirkuit.  Banyaknya putaran telah ditentukan juri dan panitia. Nilai setiap peserta  diakumulasi setelah melakukan putaran, dan hasil  pengecekan bahan bakar usai melakukan putaran.

Nilai setiap peserta untuk setiap kategori dan kelas  dapat disaksikan pada   layar lebar elektronik  (live result)  yang terletak di  bagian belakang kemah tim juri dan ahli KMHE.   Ketua Tim Juri Dr. Eng. Ir Iman K Reksowardojo M. Eng (ITB), sementara tim ahli adalah Ir Witantyo MSc (ITS), Dr Ario Sunar Baskoro ST MT M.Eng (UI), dan Dr. Eng. Denny Widhiayanuriyawan ST MT (Universitas Brawijaya).

Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dilaksanakan  pada Malam Penutupan bertajuk UNP Green Breath KMHE di Auditorium UNP, Sabtu malam.   Acara yang menampilkan home band UNP   ini dihadiri Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Prof Ismunandar dan Rektor UNP Prof Ganefri PhD,  sejumlah rektor dan wakil rektor dari   beberapa perguruan tinggi, dan  ratusan anggota peserta KMHE 2018.   

Urutan 10 besar pemenang mobil prototipe gasoline adalah  1. Nakoela Hore (Universitas Indonesia), capaian 943,871 km/liter,  2.  Batavia Gasoline (UNJ) capaian 469,89 km/l, 3. Rakata  Gasoline (ITB), 309,36 km/l, 4.  Cakra Jagad Gasoline (Politeknik Negeri Madiun), 206 km/l,  5. Salembayung Team (UNRI) 120,28 km/l, 6. Genibiru (Universitas Mercu Buana), 94,13 km/l,  7.  Mentilen Team 1 (Tasius GV-1, UBB), 94,13 km/l,  8.  Andaliman Proto (Unimed), 82,3 km/l, urutan 9.  Raflesia (Universitas Bengkulu), 71,656 km/l, dan urutan 10. Kampamenan Team (Universitas Dharma Andalas, 70,939 km/l.

Sementara urutan 10 besar mobil prototipe elektrik adalah 1.  Bumi Siliwangi (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dengan capaian 402,99 km/kWh , 2.  Team Apatte 62 (Universitas Brawijaya, Malang),  331,62 km/kWh,  3.  Titen Prototipe (Universitas Jember), 298,25 km/kWh, 4. Team Diwa Proto, 248,94 km/kWh, 5.  Tim Semar (UGM), 237,26 km/kWh, 6.  Team Bima Cangka Wangsa, 221,83 km/kWh, 7.  Rakata Elektrik, 210,97 km/kWh, 8. Green Peanuts, 198,78 km/kWh dan 9. Mentilen Team 2 (UBB), 128,408 km/kWh.   

Pada malam penutupan KMHE itu,    Ketua Tim Juri Dr. Eng. Ir Iman K Reksowardojo M. Eng  juga mengumumkan kategori dan kelas KMHE lainnya. Untuk kategori Urban Gasoline,  juara ke satu hingga tiga masing-masing diraih Sapuangin (UTS Surabaya, juara 1),  Sadewa Hore (Universitas Indonesia, juara 2), dan Semar UGM (UGM Yogyakarta, juara 3).

Selanjutnya juara Urban Diesel berturut-turut adalah Ganesa DV (Universitas Negeri Surabaya, juara 1),  Bengawan Team (Universitas Sebelas Maret, juara 2), dan Antasena (ITS Surabaya, juara 3).  Kategori Urban Ethanol: juara 1. Nogogeni (ITS Team 2), juara 2. Semeru Team 2 (Universitas Negeri Malang),  dan juara 3. Inst Akrind 1 (Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta). 

Sedangkan juara untuk kategori Urban Listrik, juara 1. Mekatronic Team 1 (Universitas Muhammadiyah Malang), juara 2. Bumi Siliwangi 4 (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan juara 3. Nogogeni Team 1 (ITS Surabaya).     

 Sementara urutan juara kategori prototipe diesel adalah 1. Tawang Alun (Universitas Jember), 2. M Dos Teknik (Universitas Negeri Padang), dan Cula 1 (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).  Selanjutnya urutan juara kategori prototipe ethanol: 1.  Semeru Team 1 (Universitas Negeri Malang), Cakra Jagad Ethanol Team (Politeknik Negeri Madiun), 3.  Tidak ada.

Tim juri juga mengumumkan ‘best of the track’ (tidak dipertandingkan) untuk enam  kategori lainnya.  Yaitu Pendatang Baru dan Pencapaian Terbaik diberikan kepada Tim M-Dos Technic UNP Team (Universitas Negeri Padang),  Tim Sportive untuk Malem Diwa Proto (Universitas Syah Kuala), Desain Estetika Terbaik diberikan kepada Srikandi Team (Universitas Muhammadiyah Malang),  Persiapan Terbaik untuk Tim Horas Mesin G12 (Universitas Sumatera Utara),  Spirit Terbaik untuk Wasaka Team (Universitas Lambung Mangkurat), dan Laporan Vidio Terbaik diberikan kepada Tim Welmana Udayana (Universitas Udayana).

Sementara itu, menilai kinerja Mentilen Team 1 dan Mentilen Team 2 UBB,  Agus  --  salah seorang  dosen pembimbing  UBB --  mengemukakan tim otomotif UBB sebelumnya telah beberapa kali mengikuti KMHE yang digelar di Pulau Jawa.

“Namun baru kali ini, dalam KMHE 2018 ini, kita berhasil masuk ke posisi sepuluh besar.   Capaian ini saya nilai paling baik yang pernah kita raih.  Sebelumnya kita hanya meraih gelar penghargaan tanpa pertandingan,” ujar Agus yang bersama sejumlah anggota Mentilen Team pergi dan pulang  dari dan ke Bangka-UNP Padang lewat jaan darat menggunakan bus (Eddy Jajang J Atmaja, laporan langsung dari lokasi KMHE di UNP Padang).   


Topik

Fakultas_Teknik_UBB Kampus_Terpadu_UBB
hiv rash ayar