Pertemuan Ke-2 Kelas Internasional, Sekretaris Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan angkat tema Generasi Milenial

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 24 Februari 2019 22:23 WIB | Diupdate pada 24 Februari 2019 22:23 WIB


Pertemuan Ke-2 Kelas Internasional, Sekretaris Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan angkat tema Generasi Milenial

Balunijuk (22/2) - Setelah sukses menyelenggarakan Kuliah Perdana International Class on Asian Community pada tanggal 15 Februari 2019, kali iniĀ  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) bersama One Asia Foundation (OAF) kembali menggelar pertemuan ke-2 dari 16 pertemuan kelas internasional, Jum'at, 22 Februari 2019, di Gedung Babel IV, Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung.

Sebelum perkuliahan dimulai, Luna Febriani, M.A. (Dosen Sosiologi FISIP UBB) menyampaikan Welcome Speech kepada narasumber dan seluruh peserta kelas internasional. Sebanyak 150 mahasiswa Universitas Bangka Belitung mengikuti kegiatan kelas internasional ini. Pertemuan Ke-2 seri perkuliahan International Class on Asian Community bertajuk "Asian Milenial Generation: Promotion of Values and The Spirit of Friendship of The Young Generation" dengan narasumber M. Mufti R. Sumaryadi (Sekretaris Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan) dan di moderatori oleh Putra Pratama Saputra, MPS.Sp (Dosen Sosiologi FISIP UBB).

Mengangkat tema tentang generasi milenial saat ini merupakan sebuah hal yang menarik seperti bagaimana melakukan kerjasama melalui perbedaan dan menemukan sebuah tantangan. Hal ini menjadi penting karena banyak orang Indonesia yang seringkali terjebak pada zona nyaman. M. Mufti Sumaryadi selaku narasumber menjelaskan tentang kegiatan yang bernama "Sea Teacher Project in Bayambang, Philippines" yang mana menjadikan Bahasa Inggris menjadi bahasa ibu, sehingga terdapat 3 bahasa ibu di sana yaitu bahasa lokal, nasional dan internasional. Hal yang dapat ditemukan yaitu adanya interaksi lintas budaya yang merupakan gerbang untuk membuka silaturahmi antar bangsa.

Berbagai macam substansi telah dijelaskan sebagai bentuk untuk meningkatkan motivasi bagi generasi muda milenial. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sinergi dalam pergaulan internasional yaitu terdapat pada alinea 1 dan 4 pembukaan UUD tahun 1945 ditambah dengan pendidikan kewarganegaraan lalu adanya global citizenship education. Sehingga, terdapat sebuah rujukan yang dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan yaitu the good citizens are the good global citizens (menjadi warga dunia yg baik untuk mencapai kepentingan bangsa yang baik).

"Untuk menciptakan hubungan internasional yang diinginkan, maka tumbuhkan minat belajar budaya luar, perbanyak pergaulan global, pahami budaya dan negeri sendiri seperti bahasa dan aksara daerah serta tata krama dan tradisi lokal, bawa nama baik bangsa dan negara indonesia, hapus stereorip mengenai bangsa dan ras tertentu, hindari menilai orang dari kondisi negaranya, hindari sikap arogan karena kemampuan bahasa, harus rendah hati, serta diplomasi makanan dan gurauan, lalu diakhiri dengan ungkapan Pijakkan kaki di bumi sendiri dan layangkan penglihatan ke dunia", ucap M. Mufti Sumaryadi.

Kegiatan perkuliahan ini ditutup dengan kuis dengan hadiah menarik sehingga menambah semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini. Untuk pertemuan ke-3 International Class on Asian Community akan diselenggarakan pada Jum'at, 1 Maret 2019.


Topik

Mahasiswa Kampus_Terpadu_UBB FISIP_UBB