FISIP UBB hadirkan Sekda Bangka Belitung dan Kandidat Ph.D, University of Leeds, UK

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 07 April 2019 18:01 WIB | Diupdate pada 07 April 2019 18:01 WIB


MERAWANG, UBB - Fakultas Ilmu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) bekerjasama dengan One Asia Foundation (OAF) menggelar pertemuan ke-8 dari 16 pertemuan International Class on Asian Community, pada hari Jumat, 5 April 2019, di Gedung Rektorat, Kampus Terpadu UBB.

Pertemuan ke-8 International Class on Asian Community menghadirkan 2 narasumber yang berbeda. Sesi pertama perkuliahan disampaikan oleh Dr. Yan Megawandi, S.H., M.Si, (Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) dan sesi berikutnya disampaikan oleh Budi Kurniawan, S.IP, M.PP. (Dosen di Universitas Lampung dan Kandidat Ph.D, Political Economy and Development, University of Leeds UK). Andri Fernanda, M.A. (Dosen Sastra Inggris FISIP UBB) menjadi Moderator kedua sesi perkuliahan ini. Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Universitas Bangka Belitung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nizwan Zukri, S.E., M.M. ikut menghadiri Internasional Class on Asian Community.

Sebelum perkuliahan dimulai, Rendy, M.A. (Sekretaris Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB) menyampaikan Welcome Speech kepada narasumber dan seluruh peserta International Class on Asian Community. Beliau mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada kedua narasumber. Di akhir speechnya, beliau menutup dengan pantun.

Dr. Yan Megawandi membawakan materi yang berjudul "Indonesia, Asia, and The Important of Connectivity". Konektivitas memiliki dua dimensi, yaitu spatial (fisik) dan non spatial (non fisik). Keduanya dibedakan dalam bentuk representasi seperti grafik dan tabel yang menginformasikan data tertentu. Dalam transport competitive, Indonesia menduduki rangking 62 dengan score 51,5. Kemudian, pada ICT Adoption Indonesia ada di rangking 50 dengan score 61,1. Sedangkan pada domestik, Indonesia unggul daripada negara Vietnam. Hasil tersebut menandakan Indonesia terus mengalami peningkatan.

Dalam konektivitas kita bisa mendistribusikan manusia, barang, jasa, isme, dan nilai. Jika membicarakan nilai, tentu saja Asia mempunyai nilai atau bisa disebut dengan Asian Values yang dihasilkan pada Deklarasi Bangkok 1993, salah satunya Preferensi Harmoni Sosial. Dulu, kita mengahadapi sosial dan juga nilai melalui face to face, tetapi sekarang telah mengalami pergeseran menjadi screen on screen. Dr. Yan juga menyinggung masalah K-Pop yang saat ini sedang menguasai dunia, terutama di Indonesia sendiri. Jika negara lain bisa menyumbang karya kearifan lokalnya, lalu Indonesia apa yang disumbangkan? Tanya Dr. Yan. Di akhir kata, Dr. Yan mengatakan "kalau sama cari yang beda, kalau beda cari yang sama".

Pada sesi kedua, Budi Kurniawan membawakan materi dengan judul "Indonesia Diaspora in Global Competition". Di awal pembukaan, Budi Kurniawan menanyakan "Apa itu Diaspora?" Kepada para peserta. Diaspora adalah bangsa atau penduduk yang meninggalkan negara atau tanah air mereka. Diaspora dimulai pada perang dunia ke-2, yaitu migrasi orang Yahudi di Eropa, contohnya Albert Einstein sebagai Diaspora Yahudi. Perang, uang, dan penyakit adalah beberapa bagian dari penyebabnya Diaspora. Tidak hanya Yahudi, terdapat juga beberapa Diaspora lainnya seperti Chinese Diaspora, Indian Diaspora, dan juga Indonesia Diaspora (7 juta orang) yang meliputi Bangka Diaspora. "Kita ini satu nation sebenarnya, yaitu melayu, tetapi dipisahkan oleh kolonial" ujar Budi Kurniawan.

Di dalam Diaspora, soft power itu penting untuk membangun hal yang baik. Seperti contohnya Bangka, mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan, seperti membangun restoran khas Bangka di luar negeri. Beliau menceritakan bahwa orang-orang luar, khususnya Negara Barat sangat menyukai makanan Bangka, terbukti dengan larisnya dagangan istri beliau sewaktu di UK. Budi Kurniawan juga menyinggung masalah ekonomi, yang menjadi tonggak utamanya adalah pendidikan dan pariwisata, karena kurvanya terus meningkat, tentu saja itu mempengaruhi ekonomi.

Kegiatan perkuliahan ditutup dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan para peserta, kuiz dan pemberian doorprize. (FISIP/Humas)


Topik

FISIP_UBB
. ayar