Pertemuan ke 15 Kelas Internasional, FISIP UBB Angkat Tema Asian Competitiveness in Global Word

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 23 Mei 2019 22:54 WIB | Diupdate pada 23 Mei 2019 22:58 WIB


International Class on Asian Community kerja sama FISIP UBB dan One Asia Foundation saat ini sudah memasuki pertemuan ke 15 dengan tema "Asian Competitiveness in Global World". Kegiatan kali ini diselenggarakan di Hotel Puri 56 pada pukul 15.30 WIB (21/05) oleh narasumber dari FISIP UBB yaitu Sandy Pratama, M.Si. Seperti biasa, sebelum memulai kegiatan perkuliahan adanya welcome speech yang kali ini dilakukan oleh Dekan FISIP UBB yaitu Dr. Ibrahim, M.Si.

Asia merupakan kawasan-kawasan yang saling terkait. Adanya unsur perbedaan dan keragaman yang dimunculkan seperti perbedaan warna kulit, ras, etnik dan sebagainya. Di sisi lain, dalam asia juga membicarakan mengenai kekalahan bahwa kita kalah dalam perdagangan dan juga budaya lokal, jelas Sandy. Antusiasme peserta dalam mengikuti kelas terlihat saat saling melakukan tanya jawab yang dilontarkan oleh narasumber. Seperti yang telah ditanyakan mengenai gambaran perdagangan Asia maupun Cina dalam ekonominya. Cina dalam perdagangannya dilakukan dengan sangat banyak bahkan murah. Lalu apa yang menjadi nilai utama di Asia. Alasannya adalah karena negara-negara di Asia sama-sama pernah dijajah dan merdeka pada tahun 40-an. Terdapat Gini Ratio yaitu implikasi yang digunakan untuk mengukur atau sebagai jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Dibandingkan dengan Malaysia, di Malaysia terbilang hampir cukup jauh angka kedudukannya di negara-negara Asia, sedangkan Indonesia semakin hari semakin besar tingkat kelahirannya. Negara di Asia mengalami ketimpangan, yaitu terdapat negara maju dan berkembang. Seperti yang telah terjadi di 4 negara yaitu Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Rusia. Keempat negara tersebut merupakan negara yang tumbuh secara ajaib, ungkap Sandy.

Dahulu, Indonesia pernah maju karena minyak, dengan cara menjual minyak pada tahun 1977. Kebanyakan negara maju ini adalah negara industri, berkenaan dengan pabrik maupun mesin. Menurut salah seorang mahasiswa, menjelaskan bahwa yang terlintas dipikirannya mengenai industri itu adalah tentang Aquariumisasi yaitu gambaran kehidupan yang dipamerkan yang mana di dalamnya ada berbagai macam ikan lalu aquarium sebagai wadah dihias semenarik mungkin, setiap apapun yang dibutuhkan oleh ikan telah tersedia di dalam aquarium tersebut. Kemudian menjadi tontonan untuk diperlihatkan ke semua orang, jelasnya.

Sebelum diakhirinya sesi perkuliahan, Sandy mengingatkan kembali mengenai pertemuan terakhir dalam sesi kelas pada esok hari bahwa peserta mahasiswa akan diberikan sertifikat bahkan beasiswa bagi yang telah lulus penilaian. Perkuliahan ditutup dengan adanya undian doorprize lalu pembacaan ayat suci alquran sembari menunggu waktu untuk berbuka puasa bersama.(Fisip/Humas)


Topik

FISIP_UBB
. ayar