KKN UBB Desa Sadai, Laksanakan Program Grand Desain Dewi Themis

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 22 Juli 2019 20:36 WIB | Diupdate pada 22 Juli 2019 20:36 WIB


SADAI, UBB - Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Bangka Belitung (KKN UBB) Desa Sadai,  yang merupakan kesatuan dari KKN UBB Pasir Putih-Sadai, Senin, (22/07) bertempat di Gedung Balai Pusat Pelelangan Ikan Desa Sadai.

Langsungkan Sosialisasi dan Penyuluhan DEWI THEMIS (Desa Wisata Bahari Tertib Hukum, Emansipatif, Mandiri, Inspiratif dan Sustainable.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi pukul 09:00-16:00 WIB ini yang diantaramya 09:00-11:00 WIB beragendakan Screening Kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan tukak Sadai bekerjasama dengan Bidan Desa dan Mahasiswa KKN. Serta Posko Cinta Rupian dengan tujuan penukaran Uang Rupiah yang sudah tidak layak beredar. Setalahnya pada pukul 13:00-16:00 WIB dilanjutkan dengan penyuluhan dan sosialisasi Grand Desain DEWI THEMIS. Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat, hingga membeludak dengan kehadiran masyarakat hampir 200 orang.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung diantaranya Sosialisasi Desa bersinar oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Bangka Selatan yang disampaikan langsung oleh Herbi Sugiri, S.Km

Serta Penyuluhan Desa Anti KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)  yang disampaikan langsung oleh HJ. Hasuna E, S.E., M.M selaku Perwakilan TP PKK Provinsi Bangka Belitung dan hadir pula perwakilan POlRESTA Bangka Selatan yang memeberikan edukasi peduli keselamatan berlalu-lintas yang dalam hal tersebut disampaikan oleh David Wibowo.

Selain itu berkesempatan hadir pula perwakilan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung, Ibu Tri Murti yang juga menyampaikan pentingnya perlindungan Anak baik itu di lingkungan Rumah Tangga maupun masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Zico Wijaya selaku Koordinator KKN Desa Sadai menyampaikan, " KPAD sengaja kami hadirkan sebagai pembicara dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap anak dalam Rumah Tangga sebab KDRT tidak sebatas suami-istri", Ujar Zico.

Masih dalam rangkaian yang sama, Kepala Desa Sadai M. Amin AS membacakan Deklarasi dan Pernyataan Sikap selaku KADES, yang diantaranya memuat 8 point penting yaitu,

1. Akan berpartisipasi dalam mewujudkan Desa BERSINAR (Bersih Narkoba) di lingkungan Desa Sadai.

2. Berkomitmen selalu mendukung pencegahan dan penegakan hukum penyalahgunaan Narkoba serta menyatakan perang terhadap Narkoba di lingkungan Desa Sadai.

3. Berkomitmen sebagai Desa Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

4. Berpartisipasi dalam memberikan edukasi antar sesama dalam menciptakan keluarga Harmonis Tanpa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

5. Desa Sadai sebagai pelopor perlindungan Anak Daerah

6. Senantiasa berperan aktif dalam memberikan perlindungan anak sesuai Undang-Undang yang berlaku.

7. Desa Sadai adalah Desa Peduli Keselamatan Berlalu Lintas

8. Serta merupakan Desa Pelopor Tertib Berlalu Lintas

Dalam pembacaan perrnyataan sikap dan Deklarasi tersebut, Kades Sadai didampingi dan di tanda tangani oleh beberapa Tokoh-tokoh Pemerintahan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa Sadai serta Tokoh Masyarakat, pemuda dan Agama di Lingkungan Desa Sadai.

Serta diikut di tanda tangani oleh Kamarudin sebagai Ketua Karang Taruna Sadai, BPD, Tokoh Agama, Masyarakat, dan Pemuda serta M. Zamroni selaku Camat Tuka Sadai,Perwakilan KPAD BABEL yaitu Ibu Tri Murti , Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan yaitu Ekawati Justiar, Yita Yuliza yang mewakili DINSOSPPPA,  Ahmad Sobirin selaku Ketua BNN Bangka Selatan, Ketua Tim KKN Pasir Putih-Sadai, Dan HJ. Hasuna E, S.E.,M.M. selaku perwkailan TP PKK Bangka Belitung.

Saat ditemui dilokasi, Amin selaku Kepala Desa Sadai menyampaikan bahwa kerjasama program antara Mahasiswa KKN dan Pemerintah Desan Sadai ini dengan tujuan menerapkan Grand Desain yang dirancang oleh Mahasiswa KKN untuk menciptakan Desa Wisata Bahari Tertib Hukum, Emansipatif, Mandiri, Inspiratif dan Sustainable.

Serta Ade Novit selaku Ketua KKN Pasir Putih-Sadai menyampaikan bahwa Grand Desain ini sudah di rancang secara khusus bersama dengan Dosen Pembina Lapangan yang telah disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat. (red.Sh/Humas)


Topik

KKN_UBB
. ayar