Dosen UBB Sosialisasi Budidaya Jamur Tiram Putih di Desa Pagarawan

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 05 Agustus 2019 19:07 WIB | Diupdate pada 05 Agustus 2019 19:52 WIB


Sosialisasi PkM -  Eka Sari saat menyampaian materi budidaya jamur tiram putih skala rumah tangga, didampingi tim pengabdian UBB, dan Kepala Desa Pagarawan, bertempat di Rumah salah satu warga Desa Pagarawan (Bapak Soldani), Kabupaten Bangka.

MERAWANG, UBB - Tim Pengabdian Universitas Bangka Belitung (UBB), mengadakan sosialisasikan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Budidaya Jamur Tiram Putih skala rumah tangga, bertempat di Kantor Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka, Jum’at (26/7). 

Program kemitraan masyarakat budidaya jamur tiram putih merupakan program hibah pengabdian dari Kemenristek Dikti, PKM Universitas Bangka Belitung Tahun 2019, yang diusulkan oleh salah satu dosen Jurusan Biologi, Eka Sari, S.Si., M.Si., sebagai ketua, serta Ropali, SP., M.Si., dosen Jurusan Agroteknologi selaku anggota. 

Eka Sari telah menekuni budidaya jamur tiram sejak tahun 2016, dan Ia juga pernah menjadi narasumber pada Ipteks bagi Masyarakat (IbM) budidaya jamur pangan dan kultur jaringan tanaman skala rumah sangga sebagai upaya peningkatan peluang usaha masyarakat . 

Pada tahun 2017, Ia diminta oleh Pemerintah Desa Air Duren, Mendo Barat, Kab. Bangka, sebagai narasumber pada Pelatihan Budidaya Jamur Pangan, serta pada tahun 2018 Ia juga diminta mengisi materi yang sama dengan Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Organik Lainnya di Desa Cendil, Belitung Timur. 

Disamping itu, Eka Sari adalah pengampu mata kuliah Biologi dan Budidaya Jamur Tiram di Jurusan Biologi FPPB UBB, dan Pembimbing Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2019 yang lulus didanai oleh Universitas Bangka Belitung, berjudul “Budidaya Jamur Tiram Berbahan Baku Alami di Desa Punggul”. 

Begitu juga dengan Ropalia yang pernah membimbing PMW mahasiswa Jurusan Agroteknologi FPPB UBB, pada tahun-tahun sebelumnya dengan tema Budidaya Jamur Tiram.

Pada pemaparannya, disampaikan oleh ketua pengabdian UBB, bahwa “Permintaan konsumen terhadap jamur tiram putih di Pulau Bangka tergolong tinggi, sementara petani jamur di Pulau Bangka tergolong masih sedikit. 

Selain bernilai ekonomi tinggi, jamur tiram juga mempunyai kandungan nutrisi tinggi dan berdampak baik bagi kesehatan manusia. Selain itu juga membuka peluang usaha kepada kelompok masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan. 

Kegiatan ini sudah dimulai dari persiapan sarana dan prasarana, seperti pembuatan kumbung (untuk pembibitan, inkubasi, pengomposan, pertumbuhan), tempat sterilisasi baglog, enkas untuk pembibitan dan lainnya. 

Kumbung ini didirikan disamping rumah salah satu warga Desa Pagarawan (Bapak Soldani) yang akan menjadi mitra produksi. Kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya, yaitu pembuatan baglog jamur untuk menyokong kegiatan Desa Pagarawan dengan mengusung Jamur Tiram Putih sebagai ikon desa, sehingga tidak perlu membeli baglog jamur di luar Desa Pagarawan. 

Selain itu, ke depannya juga akan melakukan kegiatan pembibitan jamur tiram dari bibit F0,FI, dan F2. Tim Pengabdian dengan bantuan beberapa mahasiswa dan alumni UBB akan siap melatih masyarakat Desa Pagarawan agar dapat mandiri dalam kegiatan budidaya jamur tiram putih kedepannya. (red. E.R/Humas)


Topik

FPPB_UBB
. ayar