Mahasiswa KKN UBB Kembangkan Potensi Wisata Lewat Festival Budaya Paser Pute Agik Barik

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 17 Agustus 2019 09:58 WIB | Diupdate pada 17 Agustus 2019 09:58 WIB


Wisata Budaya – Tokoh dan sesepuh Desa Pasir Putih, Waridan Hadi (kanan baju putih), dan Mizani Akhmad (tengah dengan khas cara busana masyarakat tempo dulu), dipandu moderator Ahmad Sopian (kiri baju kuning), saat acara talk show dengan tema budaya tempo doeloe, untuk menyegarkan kembali nostalgia yang bernilai historis dan kultur masyarakat asli masa lalu, yang bisa dijadikan sebagai potensi destinasi wisata kedepannya.

TUKAK SADAI, UBB – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pasir Putih, Tukak Sadai, gali sejarah tempo doeloe untuk mengembangkan destinasi wisata dengan menggelar “Festival Budaya Paser Pute Agik Barik” (festival budaya pasir putih masa lalu), yang dihelat di Pantai Tanjung Kerasak, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan, Jum’at (16/8/2019).

Event tersebut bertujuan untuk menggali kembali sejarah dan budaya asli tempo doeloe (masa lampau) yang ada di Desa Pasir Putih, baik itu cagar budaya, adat istiadat, kesenian, Kuliner, permainan tradisional, kerajinan, dan juga praktik serta histori kebiasaan kehidupan masyarakat lokal dimasa lampau.

Dalam festival tersebut, Mahasiswa KKN UBB ingin menggali dan melestarikan kembali budaya Desa Pasir Putih masa lalu atau yang dikenal dengan bahasa daerahnya “Paser Pute Agik Barik”, yang akan dipertunjukan kembali sebagai keungulan Desa nantinya, dan juga bisa diperkenalkan ke masyarakat luas sebagai tempat tujuan wisata alam maupun budaya, yang akan menjadi ciri khas tersendiri dan tidak terdapat ditempat lain.

Adi Nofit, Ketua KKN XIV UBB, mengatakan Festival Budaya Paser Pute Agik Barik ini sendiri baru pertama kali diadakan, dan event awal ini bisa berkelanjutan kedepannya untuk menggangkat potensi destinasi wisata yang ada di desa tersebut.  

"Harapan kami, dari festival kali ini tentunya bisa menjadi suatu event awal yang memang nanti berkelanjutan, dan kami berharap juga dari event ini bisa mengangkat potensi destinasi wisata setempat kita," terang Adi.

Ia juga menjelaskan running festifal sudah dari pagi diadakan, diantaranya meraton bersama masyarakat dan pelajar, dilanjutkan penanaman 1.000 pohon mangrove di tiga lokasi, nganggung oleh masyarakat sekitar, serta kegiatan lainnya yang memperkenalkan kuliner tradisional, serta talk show bertema sejarah budaya tempo doeloe.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UBB Muh Yusuf juga ikut ambil bagian dalam penanaman pohon magrove bersama mahasiswa KKN dan masyarakat, serta menghadiri setiap rangkaian kegiatan hinga sore hari.

Yusuf juga merasa senang melihat perubahan dan perkembangan Desa Pasir Putih dibandingkan 2 (dua) tahun sebelumnya, karna menurutnya terakhir Ia ke Desa Pasir Putih dan melihat Pantai Tanjung Kerasak belum tertata rapi dan banyak tumbuh semak belukar, dan kini sudah berubah dan semakin mempesona dengan keindahan alam, serta batuan yang menjadi ciri khasnya.

Ia juga berharap dengan potensi alam yang sudah ada, diiringi dengan hasil olohan makanan dan kerajinan yang khas, serta budayanya, dengan program KKN UBB ini, bila ini dikemas dengan baik tentunya akan semakin mengangkat destinasi wisata khususnya Desa Pasir Putih, dan akan memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Hanya saja, bila kegiatan KKN ini selesai, kami berharap mahasiswa KKN UBB bisa menggandeng dan memberi semangat dan bimbingan sebelum masa KKN berakhir. Bisa berdiskusi dengan masyarakat, melalui perangkat desa atau dinas terkait, agar bagai mana mengelola ini bisa berkelanjutan,” tutur Rektor UBB.

Hal senada disampaikan Camat Tukak Sadai, M. Zamroni terhadap program mahasiswa KKN UBB. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa, dan ia juga mengapresiasi dan bangga atas kehadiran mahasiswa UBB yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar. Ia juga berharap dan meminta kepada Rektor, agar mahasiswa UBB bisa terus tiap tahunya dikirm KKN ke Desa Sadai dan Desa Pasir Putih.

“Mudah-mudahan ditahun-tahun selanjutnya juga KKN UBB kembali disini, karena dengan kehadiran mahasiswa UBB ini banyak memberikan motivasi kepada kami, khususnya kepada desa kami, dan juga memberikan tambahan wawasan, tambahan pengetahuan, tentang bagaimana mengelola wisata yang ada di Desa Pasir Putih ini. Sekali lagi kami mengharapkan dengan kerendahan hati, mudah-mudahan pak Rektor berkenan untuk kiranya, Desa Pasir Putih, Desa Sadai juga kemaren memohon juga untuk dilanjutkan lagi bisa menjadi lokasi pelaksanaan KKN UBB ditahun berikutnya,” ucap Zamroni.

Pada kesempatan tersebut diadakan juga Talk Show bertema Budaya Tempo Doeloe, untuk menyegarkan kembali ingatan tentang sejarah masa lalu dengan adat budayanya, serta apa yang telah diperbuat oleh orang tua-tua zaman dulu untuk membangun desa hingga hari ini, dengan menghadirkan tokoh/sesepuh Desa Pasir Putih diantaranya, Waridan Hadi dan Mizani Akhmad.

Diharapkan melalui talk show ini akan menjadi pengetahuan serta masukan bagi masyarakat dan pemerintah daerah, terhadap nilai-nilai historis dan kultur budaya yang dapat diangkat sebagai potensi destinasi wisata kedepannya. (Ags/Humas)


Topik

KKN_UBB
. ayar