Jurusan Ilmu Politik Rumuskan Fokus Riset Mahasiswa

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 30 Agustus 2019 08:32 WIB | Diupdate pada 30 Agustus 2019 08:32 WIB


Datangkan Pakar Dari UGM

Pangkalpinang, UBB - Memasuki angkatan ke-4, Jurusan Ilmu Politik UBB bersiap untuk mengarahkan mahasiswa menyelesaikan karya ilmiah yang menjadi syarat untuk menyelesaikan program sarjana Ilmu Politik. Mahasiswa diharuskan menyusun karya Ilmiah hasil penelitian dalam bentuk Skripsi. Berkenaan dengan itu, digelar workshop untuk merumuskan bidang keahlian utama yang diharapkan menjadi focus penelitian mahasiswa, yang dilaksanakan di Meeting Room PIA Hotel Pangkalpinang, Rabu (28/8) pagi.

Hadir dalam acara workshop tersebut Prof. Dr Bustami Rahman yang merupakan pendiri UBB sekaligus sebagai Guru Besar Sosiologi di Universitas Bangka Belitung. Berikutnya adalah Dr. Abdul Gaffar Karim, Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan UGM. Sementara itu, Dr. Ibrahim, hadir selaku Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Ilmu Politik serta para dosen tetap di lingkungan Jurusan Ilmu Politik. Audiens sendiri hadir dari kalangan stakeholders, antara lain Yan Megawandi, Albana, Zamhari, Respi Leba, perwakilan dari Bawaslu, Birokrat Provinsi, serta tak ketinggalan perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Politik.

Ibrahim dalam paparannya mengatakan bahwa saat ini Jurusan Ilmu Politik baru akan memasuki tahun ke-4 dengan lebih kurang 200 mahasiswa dan 10 dosen tetap. Jurusan ini memiliki 1 doktor, 3 calon doctor, dan sisanya bergelar master. Ibrahim menuturkan bahwa fokus penelitian mahasiswa harus dipilih dan ditetapkan karena akan penting artinya bagi pengembangan spesialisasi jurusan. Spesialisasi riset yang bagus akan menghadirkan kelangkaan dan diharapkan ke depan para mahasiswa yang akan menyelesaikan skripsi dapat memilih 1 diantara yang dirumuskan pada workshop tersebut.

“Kami menelaah Visi Universitas sampai ke Visi jurusan, lalu memperhatikan roadmap penelitian jurusan yang telah disusun, membandingkan berbagai mata kuliah pendukung, serta karya-karya ilmiah dosen, maka ada 4 fokus unggulan yang kami harapkan berkembang di riset mahasiswa, yaitu Politik Ekologi, Politik Identitas, Geopolitik dan Transnasionalisme, serta Kajian Demokrasi. Ke-4 bidang ini harapannya dapat menjadi keunggulan program studi ini sehingga apa yang ditekuni oleh mahasiswa akan in-line dengan apa yang dikerjakan oleh para dosen dan diharapkan oleh Jurusan sebagai pengelola manajemen. Kami berharap riset mahasiswa tidak centang-perenang kesana-kemari, melainkan mengerucut pada satu bidang focus yang telah ditetapkan jurusan”, papar Ibrahim.

Sementara itu, Gaffar Karim menyambut gembira proses belajar Jurusan Ilmu Politik UBB sebagai bentuk kegelisahan untuk mendapatkan formula yang terbaik. Ia menuturkan bahwa UGM sudah berkali-kali berganti format, dan gonta-ganti itu hendaknya menjadi pembelajaran bagi UBB agar bisa mengurangi kegagalan dalam membangun model. Menurutnya, kesalahan terbesar banyak akademisi selama ini adalah sibuk menyediakan konten ketimbang metode. Akibatnya, banyak mahasiswa hanya paham satu bidang ilmu, sementara mereka gagal menganalisis ketika diberi kasus berbeda dari konten yang diterimanya. Ia mengusulkan agar Jurusan Ilmu Politik UBB lebih fokus pada penekanan metode sebagai alat analisis ketimbang pada isi yang akan dianalisis.

Terkait dengan 4 fokus bidang yang sedang dirumuskan oleh Jurusan Ilmu Politik UBB, ia menyarankan satu bidang penting dan konteksual, yaitu post-industrialisme. Kajian ini menurutnya baru dan sulit dikembangkan oleh daerah lain di luar daerah kaya tambang. Selain itu, ia juga membayangkan agar mahasiswa dapat diberi kesempatan untuk lebih kreatif dalam mencari ide penelitian (konten) meski pada akhirnya mereka harus fokus pada metode berpikir yang telah ditetapkan oleh jurusan.

Sementara itu, Prof Bustami Rahman menekankan pentingnya memperkuat ilmu dasar sebelum terapan. Ilmu dasarlah yang menurutnya menjadikan perkembangan ilmu lebih luas dan Ilmu Politik sebagai salah satu Ilmu dasar harus memainkan peran untuk menentukan perkembangan praktis.

Dalam kesempatan tersebut, banyak gagasan berkembang, termasuk harapan stakeholders agar fokus di bidang politik ekologi maupun ekologi politik dikembangkan lebih mendalam. Meski demikian, para peserta sepakat bahwa perkembangan teknologi harus disikapi secara cepat agar kurikulum juga bisa berubah cepat untuk beradaptasi dengan kebutuhan terkini. (red/Humas)


Topik

Dr._Ibrahim,_S.Fil.,_M.Si FISIP_UBB Ilmu_Politik_UBB
. ayar