UBB luluskan 479 Wisudawan Angkatan XIX, Dengan IPK Tertinggi 3,97

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 17 Oktober 2019 21:24 WIB | Diupdate pada 18 Oktober 2019 19:30 WIB


Lulusan Terbaik – Muhammad Rafliansyah dari Prodi Teknik Pertambangan FT, salah satu dari 13 wisudawan dengan Predikat lulusan terbaik menerima penghargaan berupa plakat yang diserahkan langsung oleh Rektor UBB Muh Yusuf, di acara prosesi Wisuda UBB Angkatan XIX Tahun 2019.

BANGKA TENGAH, UBB – Sebanyak 479 lulusan Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (17/10/2019) pagi menjalani prosesi Wisuda Angkatan XIX program sarjana strata (S1), di Novotel Bangka Hall & Convention Center, Bangka Tengah.

Tercatat sejak didirikan pada tahun 2006 hingga  kini, Universitas Bangka Belitung telah memiliki total alumni sebanyak 5.029 Sarjana. Tahun ini juga tercatat atas nama Putri Desriani Melda Ayusandra, mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP berhasil lulus dengan IPK tertinggi yakni 3,97 pada Wisuda UBB Angkatan XIX dengan masa studi 3 Tahun 11 Bulan.

Rektor UBB Muh Yusuf, dalam amanatnya mengaku sangat bersyukur karena UBB telah menyelesaikan tanggungjawabnya untuk mewisuda para Mahasiswa Angkatan XIX Tahun 2019. Ia juga mengaku yakin bahwa momentum pelantikan wisuda strata 1 UBB ini akan menjadi  momentum yang tidak terlupakan, karena lazimnya prosesi wisuda akan dihadiri para orang tua beserta keluarga yang tentunya juga ingin ikut merasakan kebanggaan dan kebahagian.

Hal ini tentunya merupakan kebanggaan bagi UBB yang juga masih tergolong sebagai perguruan tinggi baru. Namun para alumninya kini sudah menyebar di berbagai sektor seperti BUMN, perbankan, instansi pemerintahan, konsultan, pengacara, wirausaha muda dan sektor pembangunan lainnya.

"Kami pun bertekad kuat untuk terus mengedepankan kualitas setiap lulusan UBB agar kelak semakin siap menghadapi semakin ketatnya era persaingan, era global revolusi industri 4.0" saat ini yang serba sangat kompetitif, menuju UBB unggul membangun peradaban," ujarnya.

Muh Yusuf menyebut wisuda UBB angkatan ke-19 ini sekaligus merupakan pemegang rekor dengan jumlah wisudawan terbanyak, sehingga tentu ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan  bahkan harus  lebih ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Nilai IPK tertinggi  tahun ini juga berhasil mencapai angka 3,97, sehingga ini diharapkan  bisa ditularkan sebagai penyemangat bagi mahasiswa lainnya untuk menyelesaikan tugas studinya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Ia juga mengingatkan kepada wisudawan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama alumni dan Sivitas Akademika UBB, sehingga menjadi simpul pengikat yang tak lekang karena panas dan lapuk karena hujan.

Diakhir sambutan, Rektor dan segenap Sivitas Akademika UBB selalu mendo’akan semoga mahasiswa yang telah diwisuda hari ini menjadi orang yang berhasil dan bermanfaat bagi bangsa dan negara serta bermanfaat bagi sesama.

Adapun 479 mahasiswa UBB dari 13 program studi yang diwisuda hari ini terdiri dari Teknik Mesin sebanyak 16 orang, Teknik Elektro 47 orang, Teknik Pertambangan 29 orang, Teknik Sipil 40 orang, Agroteknologi 59 orang, Managemen Sumber Daya Perairan 20 orang, Biologi 13 orang, Agribisnis 30 orang, Akukultur 26 orang, Akuntansi  74 orang, Managemen 60 orang, Hukum 41 dan Sosiologi 24 orang.

Sedangkan mahasiswa dari 7 prodi lainnya seperti dari ilmu ekonomi, ilmu politik, fisika, kimia, matematika dan sastra inggris serta ilmu kelautan baru akan mewisuda para lulusannya pada angkatan berikutnya.

Wisudawan dengan perolehan IPK terbaik dari masing-masing prodi berhasil diraih atas nama Putri  Desri dengan IPK 3,97, Aldy Kurniawan, 3,63.Septiasari IPK 3,91, Sartika Sari IPK 3,92, Perta Mase 3,84, Nur Habibah 3,70 . Aeng Sapu 3,75 .Monischa 3,58. Audisca, 3.53. Deni Ariani 3.60. Muhammad 3,68, Rivaldi 3,37. Novia Anggi 3.95.

Acara prosesi wisuda yang dibuka oleh Ketua Senat UBB, Eva Prasetyono (Dosen FPPB), disaksikan langsung oleh anggota Senat beserta jajaran pejabat tinggi UBB lainnya, beserta para orang tua/wali wisudawan yang hadir berjalan hitmat dan lancar, serta penuh haru disaat Dilla Augustine Kolina memberikan kata sambutan mewakili para wisudawan.

Dilla Augustine Kolina tidak menyangka kalau ia bisa berdiri dipodium untuk menyampaikan untaian-untaian kata mewakili rekan-rekan wisudawan. Menurutnya kurang dari empat tahun yang lalu Ia pernah bermimpi bisa berdiri di podium pada saat prosesi wisuda, dan ternyata manifestasi mimpi itu hadir dan diwujudkan Allah SWT dalam kenyataan saat ini, dan tentunya kesuksesan seorang anak tidak terlepas dari do’a kedua orang tua  

“Dimomen indah ini saya ingin mengatakan bahwa gelar yang disematkan dibelakang nama kami bukan hanya untuk kami semata melainkan juga untuk kedua orang tua kami. Ini adalah bukti dari sekian banyak bukti kesuksesan kedua orang tua kami bahwa mereka adalah orang tua hebat. Mereka adalah orang tua luar biasa, tak perduli dengan latar belakang orang tua yang berbeda-beda,” tukasnya

Dilla merupakan mahasiswa penerima program Bidikmisi yang penuh dengan prestasi akademik maupun non akademik yang telah ditorehnya selama menempuh perkuliahan di UBB. Ia pun tidak pernah menyangka bahwa anak dari seorang tukang ojek bisa diberikan kesempatan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.

“Dilla bangga menjadi anak dari Bapak dan Mamah yang selalu tegar dan kuat di tengah badai yang selalu menghantam. Terima kasih karena telah percaya dan mendukung mimpi-mimpi dilla ketika yang lain mencemooh dan meremehkan. Terima kasih telah menjadi kekuatan kala itu. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf apabila belum bisa membalas semua jasa-jasamu,” ungkapnya penuh haru.

Dipenutup sambutan wisudawan,  Dilla mengucapkan selamat kepada rekannya yang telah diwisuda, semoga suatu saat nanti bisa bertemu kembali dalam keadaan yang jauh lebih sukses dari sekarang. (Ags/Humas)


Topik

WISUDA_UBB REKTOR_UBB
. ayar