Pengabdian “Penanaman Mangrove” Masyarakat Sekitar Universitas Jurusan MSP

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 28 Oktober 2019 11:46 WIB | Diupdate pada 28 Oktober 2019 11:46 WIB


Kegiatan ”Penanaman Mangrove” merupakan rangkaian acara Pekan Bahari dan Program Pengabdian yang diselenggarakan oleh Mahasiswa dan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) dengan maksud untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan program pengabdian ini diharapkan lebih mendekatkan mahasiswa dan kita semua terhadap alam dan lingkungan. Permasalahan lingkungan ada di depan kita, dari mulai hal parsial seperti adanya tambang inkonvensional hingga climate change.

Nandika Alfan Firdaus selaku Ketua Panitia Pekan Bahari menyatakan kegiatan mahasiswa dimulai dengan seminar dari hari rabu dan kamis, 23 dan 24 Oktober 2019 dengan tema ”Peran pemuda dalam ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” dan ”Pengembangan KUB dalam bidang perikanan dan kelautan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” serta acara puncak yaitu penanaman mangrove pada hari sabtu, 26 Oktober 2019.

Dr. Sudirman Adibrata selaku Ketua Panitia Pengabdian Penanaman Mangrove yang dilaksanakan oleh Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung (MSP FPPB UBB) mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena acara berjalan lancar yang dibuka secara meriah oleh Rektor UBB dan dihadiri oleh Ketua Jurusan MSP, Dinas Kehutanan Prov. Babel, KPHP Sigambir Kotawaringin, Dinas Kelautan dan Perikanan Prop. Babel, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bangka, Kepala Desa Rebo, Pokmas HKM KTH Takari, dan dosen beserta mahasiswa Prodi MSP.

Dr. Sudirman Adibrata menyatakan bahwa bagaimanapun juga, mengelola sumberdaya perairan baik sumberdaya yang ada di perairan laut, payau, maupun tawar tentu tak lepas dari menjaga ekosistem agar terwujud keberlanjutan dalam pemanfaatannya. Solusi besar merupakan rangkaian dari solusi-solusi kecil yang dapat membawa efek positif yang besar ke depannya. Oleh karena itu, menjaga lingkungan merupakan suatu keharusan maka salah satu implementasi yang dapat dilakukan berupa penanaman mangrove. Pokmas HKM KTH Takari yang memegang hak pengelolaan atas lahan 56 ha, dan sebagian dari lahan tersebut sebanyak 1 ha disetujui untuk ditanami dan dikelola oleh Prodi MSP yang selanjutnya dapat menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian ke depan terkait mangrove di Pantai Takari.

Ketua Jurusan MSP, Bapak Wahyu Adi, S.Pi, M.Si mengucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ”Penanaman Mangrove” terutama kepada panitia dan penggiat mangrove di bawah Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (HIMASPER) dengan lahirnya kelompok mahasiswa bernama KeTEM (Kelompok sTudi Ekosistem Mangrove) yang dibina langsung oleh dua dosen Prodi MSP yaitu Bapak Arthur M Farhaby S.Pi., M.Si dan Rizza Muftiadi S.Pi., M.Si.

Rektor UBB, Dr. Ir. Muhammad Yusuf menyatakan bahwa penanaman mangrove bukan hanya untuk lingkungan tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat, dengan terus tumbuhnya mangrove kira-kira 5 tahun lagi biota-biota perairan dapat ditangkap disekitar mangrove terutama kepiting bakau atau ketam. Rektor UBB mencontohkan di daerah lain bahwa mangrove dapat juga menjadi sebuah tempat ekowisata.

KeTEM sebagai panitia pelaksana, dengan adanya  kegiatan Pengabdian "Penanaman Mangrove" Ini, yang mana merupakan acara perdana  yang mereka kelola dari awal terbentuknya kelompok, dengan menerapkan program Penelitia, KeTEM  akan melakukan pemantauan secara rutin terkait 1000 bibit mangrove yang telah ditanam. (red.MSP/Humas)


Topik

FPPB_UBB MSP_UBB
. ayar