Rakornas Kehumasan 2019, Pentingnya Peran Humas di Era Digital

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 01 November 2019 06:02 WIB | Diupdate pada 01 November 2019 06:02 WIB


Rakornas Kehumasan - Dinna Handini, Kepala Subbagian Komunikasi dengan Internal dan Layanan Informasi Publik Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan, di Hotel Four Points Makassar.

MAKASSAR, UBB - Era digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia kehumasan. Bidang kehumasan punya peranan penting di era digital saat ini. Karena publik membutuhkan informasi yang cepat, luas dan akurat. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan yang berlangsung sejak Selasa - Kamis (29-31/10), di Hotel Four Points Makassar.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri seluruh humas di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di lingkungan Kemenristekdikti.

Dalam kegiatan tersebut didiskusikan permasalahan terkait kehumasan meliputi tata kelola kehumasan, kelembagaan serta pengembangan kapasitas SDM terhadap peran media sosial dalam menghadapi era digital. Universitas Bangka Belitung (UBB) turut hadir dalam kesempatan tersebut yang diwakili oleh Kasubbag. Humas dan Kerja Sama BAKK UBB, Agus Susanto, S.Pd.I.

Rakor Kehumasan ini merupakan agenda tahunan Biro Kerjasama dan Komunikasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu agenda pada kegiatan rakor tersebut tentang penguatan kehumasan serta sosialisasi anugerah humas.

Kepala Subbagian Komunikasi dengan Internal dan Layanan Informasi Publik Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Dinna Handini, menyatakan Rakor Humas kali ini bertujuan untuk penguatan kapasitas kehumasan lembaga-lembaga yang berada di lingkungan Kemenristekdikti, khususnya dalam hal diseminasi informasi melalui platform media sosial.

“Diharapkan, sinergi yang baik antar lembaga humas di lingkungan kerja Kemenristekdikti terus terbangun di masa yang akan datang,” tutur Dinna.

Di era ini humas dituntut untuk lebih aktif dalam menyebarkan informasi ke masyarakat melalui cara-cara yang efektif sesuai dengan perkembangan zaman. Humas juga harus responsif dalam menghadapi isu-isu negatif yang muncul di masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara yang mumpuni di bidang komunikasi yaitu Nurjaman Mochtar (Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat), Prita Laura (presenter salah satu TV Swasta), Nufransa Wira Sakti (Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan), Taufik (Kepala Bagian Hubungan Antarlembaga Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Sekretariat Jenderal), serta Noudhy Valdryno selaku Manajer penjangkauan Politik dan Pemerintahan Facebook Indonesia.

Kehumasan harus selalu berbenah dan menyiapkan kemampuan terkait perkembangan teknologi informasi. Untuk itu Humas harus selalu melakukan peningkatan kemampuan dan kapasitas seperti pembuatan berita, foto, video, komunikasi, serta media sosial untuk memberikan informasi yang cepat, benar dan menjadi perhatian publik.

Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Ir. Nada Darmiyanti S,M.Phil disela menutup acara rakor kehumasan mengungkapkan kinerja humas Kementerian/Lembaga tidak luput dari perhatian Presiden. Humas dituntut memiliki kecepatan dalam merespon dan memberikan informasi yang benar.

Sementara itu, para peserta yang hadir selama Rakornas Kehumasan menyampaikan banyak ilmu baru yang didapat kegiatan tersebut. Pengetahuan kehumasan dan informasi khususnya tentang peran humas di perguruan tinggi semakin dipahami oleh para peserta.

Tidak hanya itu, wawasan tentang bagaimana melakukan publik speaking, penggunaan media sosial seperti Instagram, Twiter, Facebook dan lain-lain menjadi tantanggan terbesar bagi para humas di era digital saat ini. (Ags/Humas)


Topik

Kampus_Terpadu_UBB
. ayar