Gandeng FPPB UBB, PT APS Rekrutmen Tenaga Siap Pakai

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 20 November 2019 14:09 WIB | Diupdate pada 20 November 2019 14:09 WIB


MERAWANG, UBB - PT. Agro Pratama Sejahtera yang merupakan perusahan besar asal Malaysia menggandeng Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB) Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk melakukan rekrutmen karyawannya yang siap pakai, bertempat di Gedung FPPB, Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Selasa (19/10) pagi.

Keterlibatan FPPB dalam rekrutmen karyawan PT. APS ini membuktikan bentuk kepercayaan perusahaan luar terhadap sistem seleksi dan tenaga siap pakai yang dilulusan UBB. Kerja sama ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja sama (MoA) antara Dekan FPPB UBB Dr. Tri Lestari, SP., MSi., dengan Direktur PT. APS Dato’ Ir. H. Ahmad bin Hassan, P.Eng.,  yang dihelat di Lt. 1 Gedung Semangat FPPB.

Kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya, PT. Agro Pratama Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri sangat selektif dan disiplin dalam merekrut karyawannya. Tidak hanya kemampuan intelektual saja, namun dari postur tubuh yang idial terkait tinggi dan berat badan menandai kesehatan dan kesiapan seseorang untuk melakukan aktifitas yang lebih optimal.

Howard Wee yang merupakan Manager Finance PT. APS, menjelaskan tidak hanya hutan tanaman industri saja yang dikelola oleh perusahaan, namun perusahaan mereka juga merupakan perusahaan industri bersekala besar (Top Glove) di negara malaysia yang memproduksi sarung tangan terbesar di dunia.

Lebih lanjut Howerd menjelaskan maksud kehadiran mereka ke UBB untuk melakukan interview kepada para pelamar yang telah menyelesaikan seleksi administrasi dan tertulis. Keterlibatan UBB terkait rekrutmen, Ia menilai bahwa pihak UBB akan profesional dalam menjaring kebutuhan karyawan yang akan ditempatkan di PT. APS sesuai dengan kopetensinya.

“Sebab kita pikir, UBB ini dia profesional dan ketika kita bertemu dengan Ibu Tri (Dekan FPPB) untuk mencari talent-talentnya dari bidang pertanian,” jelas Howard.

Menurut Howard bahwa perekrutan karyawan PT. APS saat ini, untuk penenpatan dibeberapa posisi tenaga perkantoran dan tenaga laboratorium. Rencana kedepannya akan membuka kembali seleksi karyawan yang lebih banyak lagi terutama ketenaga ahli pertania atau kehutanan, sehingga diperlukan banyak karyawan dengan kualifikasi Sarjana Pertanian/Kehutanan, dikarenakan tahun depan PT. APS sudah mulai aktif untuk mengelola lahan yang mereka miliki sebagai tahap awal untuk lahan pembibitan.

Rekrutmen ini pun dimanfaatkan beberapa alumni UBB untuk melamar berdasarkan kopetensi dan posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Yolan Nazalia Nukraina alumni UBB Tahun 2019 dan salah satu pelamar yang mengikuti seleksi sangat berharap bisa lulus dan diterima sebagai karyawan PT. APS. Selain akan kebutuhan pekerjaan, yolan juga berharap dapat belajar banyak dan mendapatkan pengalaman yang luas kedepannya.

“Harapannya sih semoga saja bisa lulus, dan ada pangilan dari PT. Agronya,” ungkap Yolan yang baru selesai mengikuti seleksi tertulis.

Menginggat penempatan lulusan pelamar direncanakan akan ditempatkan di Kantor Cabang PT. APS yang berada di Citraland Botanical City, Air Itam Pangkalpinang, dan satu-satunya kantor cabang asal malaysia yang baru berkantor di Indonesia, peluang ini juga tidak hanya dimanfaatkan oleh alumni UBB saja, sehingga banyak dilirik oleh putra daerah yang berasal dari perguruan tinggi yang lain, salah satunya Fela Dita lulusan UIN Jogjakarta.

Fela merasa tertantang saat tahu ada peluang pekerjaan di PT. APS, dan memastikan diri untuk melamar dan mengikuti seleksi.

“Saya ingin menambah pengalaman, terus ketika baca brosur (PT. APS), saya merasa tertantang untuk input dan play di sana,” tutur Fela Alumni dari UIN Jogjakarta.

Tidak hanya itu, Direktur PT. APS Dato’ H. Ahmad, ikut terjun langsung dalam seleksi penerimaan karyawanya. Ia berharap putra daerah Bangka Belitung dapat mengisi posisi kebutuhan karyawan dikantor cabangnya yang baru nanti.

“Anak-anak disini (Babel) bisa dapat pekerjaan, supaya mereka dapat pengalaman, lagi satu untuk mereka ini bisa pintar nanti. Tadi saya bilang kepada mereka ini (calon pelamar), semua anak-anak ini mau belajar bahasa ingris kedepannya,” tuturnya.

Ahmad mengakui bahwa lahan hutan tanaman industri yang dimilikinya dan sudah mendapat izin untuk dikelola khusus di pulau Bangka ada 10.000 Ha, dan pulau Belitung seluas 20.000 Ha. Lahan-lahan tersebut direncanakan akan dikelola dengan tanaman kayu “Paulownia”, yang juga sebagai alternatif pasokan kayu ke industri.

“Kami akan buka dua-tiga tahun ini untuk enam ratus hektar, ini paling cepat pokok kayu dalam 3 tahun setengah sudah tinggi dan boleh dibabat atau panen,” jelas Dato’ Ahmad.

Terangnya terkait pohon paulownia, selain bahan kayu yang memiliki fitur yang ringan, kuat dan stabil sebagai bahan kebutuhan industri untuk papan plafon dan dinding interior, serta  lainnya, pohon ini juga memiliki beberapa kelebihan dimana tidak hanya untuk satu kali produksi, namun pokok kayu/pohon yang telah diproduksi/tebang akan tumbuh tunas baru dan bisa dipanen kembali dalam jangka waktu yang sama. (Ags/Humas)


Topik

FPPB_UBB
. ayar