FISIP UBB, ICoAC 2020: Dato’ Alex Bahas Pengusaha dan Strategi Perusahaan di Kalangan Generasi Muda di Asia

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 27 Februari 2020 16:07 WIB | Diupdate pada 27 Februari 2020 16:25 WIB


Prof. Dato’ Sri Dr. Alex Ong (The Founder of Malindo Foundation) saat sedang memberikan materi perkuliahan pada pertemuan ke-4 International Class on Asian Community 2020

MERAWANG, UBB -- “Upin Ipin Film Malaysia, Tuk Dalang dan Uncle Muthu kawannya Ahtong, salam sembah pembuke kate, selamat datang buat Profesor Ong”, “Jarjit dimarah oleh Kak Ros tercinte, Fizi tertawa riang gembira, awal bismillah pembuke kate, semoga berkah untuk kita semua”.

Pantun sambutan dibacakan oleh Bahjatul Murtasidin, M.Si, saat membuka pertemuan Ke-4 dari 14 pertemuan International Class on Asian Community 2020 bertema “The Challenges of Globalization Era: Focus on Corporate Entrepreneur & Strategy among Young Millennial in Asia: A Mapping” bertempat di Ruang Rapat Besar, Gedung Rektorat, Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Rabu, 26 Februari 2020.

Pantun merupakan tradisi dan identitas diri orang Melayu, karena narasumber pada pertemuan kali ini berasal dari Malaysia. Indonesia dan Malaysia adalah 2 negara serumpun yang “bersaudara”. Narasumber dalam pertemuan ke-4 ini adalah Prof. Dato’ Sri Dr. Alex Ong (The Founder of Malindo Foundation) atau yang biasa dikenal dengan dato’ Alex, yang selalu berjuang mempererat hubungan Malaysia - Indonesia lewat jalur bisnis, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan. Serta moderator pada pertemuan ini adalah Amir Dedoe, M.Si (Dosen Sosiologi FISIP UBB).

Penandatangan MoU antara Universitas Bangka Belitung dengan Malindo Foundation

Kegiatan terlebih dahulu dimulai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Bangka Belitung dengan Malindo Foundation yang, yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si. dan Founder Malindo Foundation, Prof. Dato’ Sri Dr. Alex Ong.

Nota kesepahaman tersebut memuat pasal-pasal tentang kerjasama bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan. Kegiatan penandatangan Mou ini didampingi oleh Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc. (Guru Besar Sosiologi UBB dan Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) dan Dato’ H.A. Ramli Sutanegara (Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung).

The Challenges of Globalization Era: Focus on Corporate Entrepreneur & Strategy among Young Millennial in Asia: A Mapping

Mengawali perkuliahan, Dato’ Alex menjelaskan materi perkuliahan dengan sangat ekspresif dan lugas. “Untuk menjadi seorang pemimpin atau pengusaha sukses jangan pernah takut untuk mencoba dan mencoba lagi, bangkit - jatuh, bangkit - jatuh dan bangkit, begitu seterusnya”, jelas dato’ Alex.

Menjadi seorang pemimpin harus bisa dan mampu untuk mempengaruhi sekitarnya. Hal ini dianalogikan seperti biji kopi yang pada saat dimasukkan ke dalam air panas tidaklah merubah wujud kopi itu menjadi lunak tetapi tetap berwujud seperti sedia kala namun mampu mempengaruhi air panas itu untuk berubah. Lain halnya dengan telur yang lunak, pada saat dicelupkan ke dalam air panas maka telur akan menjadi keras. Demikian halnya dengan kentang, pada saat dimasukkan ke dalam air panas maka dia akan hancur.

Inti dari analogi ketiga benda tersebut (telur, kentang dan kopi) menunjukkan bahwa kepribadian atau sosok pemimpin yang ideal, apakah menjadi telur, kentang atau kopi menjadi cerminan sebagai sosok pemimpin yang handal.

Disela-sela perkuliahan, dato’ Alex membagi-bagikan souvenir berupa gantungan kunci dengan miniatur boneka. Hal ini semakin menghidupkan suasana perkuliahan dan interaksi antara peserta dengan narasumber. Dato’ Alex juga membagikan buku beliau yang berjudul “Strategi Pemasaran” kepada peserta perkuliahan.

Saat selesai memberikan materi, peserta Kelas Internasional dipersilahkan mengajukan pertanyaan. Mahasiswa terlihat aktif bertanya, dan tertarik dengan materi yang dipaparkan. Kegiatan ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang aktif dalam kegiatan perkuliahan.(red.Fisip/Humas) 


Topik

FISIP_UBB
. ayar