FISIP UBB, ICoAC 2020: Dosen Sastra Jepang UPI Angkat Tema Jepang dan Komitmen Kemitraan

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 08 Maret 2020 19:29 WIB | Diupdate pada 08 Maret 2020 19:29 WIB


Dr. (Cand) Dianni Risda (Dosen Sastra Jepang Universitas Pendidikan Indonesia) saat sedang memberikan materi perkuliahan pada pertemuan ke-6 International Class on Asian Community 2020

Balunijuk (6/3) - Pertemuan Ke-6 dari 14 pertemuan International Class on Asian Community 2020 kerjasama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan One Asia Foundation bertema “Connectivity in Asia: Japan and the Partnership Commitment” diselenggarakan di Ruang Rapat Besar, Gedung Babel IV, Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Jum’at, 6 Maret 2020.

Narasumber dalam pertemuan ke-6 ini adalah Dr. (Cand) Dianni Risda, M.Ed. (Dosen Sastra Jepang Universitas Pendidikan Indonesia) serta moderator pada pertemuan ini adalah Jamilah Cholillah, M.A. (Dosen Sosiologi FISIP UBB). Kegiatan perkuliahan dibuka dengan welcome speech yang disampaikan oleh Rini Archda Saputri, M.Si. (Sekretaris Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB).

Connectivity in Asia: Japan and the Partnership Commitment

Dr. (Cand) Dianni Risda, membuka pertemuan kali ini dengan pertanyaan, “Apa yang kita bayangkan saat berbicara tentang Jepang?” tanya Dianni kepada 150 peserta ICoAC 2020. “Sakura yang menjadi ikon Jepang pasti menjadi yang pertama dibayangkan ketika berbicara tentang Jepang, kemudian diikuti dengan Anime, Gunung Fuji, Geisha, Kimono, dan memiliki kota-kota dengan kesibukan tingkat tinggi”, sambung Dianni.

Jepang sangat dikenal dengan kemajuan teknologinya, seperti yang baru saja ada di Jepang, Power Asist Robot, teknologi yang bisa membantu manusia khususnya lansia untuk mengangkat barang berat dengan cukup memakai lengan dari robot yang ditempel ke tangan manusia. Jepang dengan segala kehebatan teknologinya merupakan hasil dari belajar dari negara lain. Seperti contoh, anime yang sangat menarik perhatian dan minat masyarakat Indonesia, awalnya berasal dari Amerika dengan sebutan Animation, oleh Jepang dikembangkan menjadi suatu karya yang bisa dibanggakan dan terkenal.

Selain teknologi, Jepang juga dikenal dengan negara yang masih mempertahankan budaya lokalnya. Setiap menyambut tahun baru, mereka akan saling mengirimi surat melalui kantor dengan sekadar menanyakan kabar. Kemudian, dalam perbedaan nilai jual, segala sesuatu yang berasal dari Jepang sendiri akan lebih mahal. Contohnya hotel internasional berbintang akan lebih murah daripada hotel tradisional Jepang, karena mereka menjunjung tinggi nilai kearifan lokal.

Banyak yang bisa kita ambil nilai-nilai positif dari Jepang. Disiplin waktu menjadi salah satu nilai yang penting di Jepang. Tidak ada alasan untuk datang terlambat, jadwal kereta pun, jika telat satu menit saja akan ketinggalan. Diani mengatakan bahwa penduduk Jepang telah terbiasa dengan segala aturan di Jepang. “Semua itu dibentuk, awalnya dari keterpaksaan karena adanya aturan, tetapi lama kelamaan menjadi sebuah habit” ujar Dianni. Penduduk dan pendatang pun ikut berperan dalam social control di Jepang, mereka akan saling menegur jika melakukan pelanggaran. Jepang juga mengajarkan hal paling dasar di dalam pendidikan, yaitu dengan mengucapkan “Maaf” dan “Terimakasih”.

Dibalik kemajuan Jepang terdapat permasalahan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, alam, dan ekonomi yang sudah mengalami stagnasi. Dilihat dari data perkembangan jumlah penduduk Jepang, pada tahun 1950-60'an mengalami baby boom atau banyaknya jumlah anak yang lahir dan sekarang diganti dengan lansia boom. Kebiasaan penduduk Jepang yang semuanya dengan perhitungan, membuat mereka enggan untuk menikah dan mempunyai seorang anak. Kondisi tersebut dikhawatirkan Jepang akan punah. Untuk menangani, Jepang telah berupaya dengan meningkatkan jumlah mahasiswa asing (+ 30.000) dan membuka kesempatan pekerjaan sebagai perawat.

Asia merupakan kawasan impian bagi perkembangan Jepang di masa yang akan datang. Untuk meningkatkan kemitraan, Jepang telah menempuh berbagai cara diantaranya Perjanjian Kerjasama Ekonomi Jepang dengan negara-negara Asia. Salah satunya adalah IJEPA (Indonesian - Japan Economic Partnership Agreement, yang merupakan perjanjian bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.

Saat selesai memberikan materi, peserta Kelas Internasional dipersilahkan mengajukan pertanyaan. Mahasiswa terlihat aktif bertanya, dan tertarik dengan materi yang dipaparkan. Kegiatan ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang aktif dalam kegiatan perkuliahan. (FISIP)


Topik

FISIP_UBB
. ayar