Rektor PTN Termuda di Indonesia, Ibrahim Terpilih Pimpin UBB

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 13 Maret 2020 15:19 WIB | Diupdate pada 13 Maret 2020 16:07 WIB


MERAWANG, UBB - Dr. Ibrahim, M.Si., terpilih menjadi Rektor Universitas Bangka Belitung periode 2020/2024 yang berlangsung pada Jum’at (13/03) pagi.

Nama Ibrahim cukup dikenal di kalangan profesional pendidik di Bangka Belitung. Sejak 2014, ia menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB. Ibrahim mengungguli dua kandidat calon rektor lainnya, dengan 28 suara dari total 32 suara, dengan rincian 17 suara senat dan 11 suara menteri.

Sementara Prof. Dr. Kiagus M. Sobri S.H. M.Si. dengan perolehan 4 suara dan Dr. Drs. Sucipto, MT. IPM tidak memperoleh suara.

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Ibrahim dipercaya oleh mayoritas anggota senat dan Menteri Kemendikbud, bahwa ia memiliki kualitas dan kapasitas untuk memimpin UBB dalam 4 tahun kedepan.

Dalam Jumpa pers yang dipimpin langsung oleh Wahri Sunanda, selaku ketua Panitia Pilrek UBB didampingi oleh Eva Praseti, selaku Ketua Senat UBB menyampaikan seluruh rangkaian pemilihan Rektor dan terpilihnya rektor baru UBB untuk priode 2020-2024.

Ibrahim Rektor PTN Termuda di Indonesia

Eva Prasetyono selaku Ketua Senat UBB menuturkan bahwa terpilihnya Ibrahim dalam pemilihan Rektor ini tercatat dalam buku rekor yakni sebagai Rektor PTN termuda di Indonesia.

“UBB telah mencetak rekor hari ini bahwa pak Ibrahim telah membuat rekor sebagai Rektor Perguruan Tinggi Negeri termuda di Indonesia. Jadi ini merupakan rekor yang telah UBB dan Ibrahim buat karena sebelum-sebelumnya usia Rektor di atas 40 tahun,” ujar Eva.

Pria kelahiran tahun 1981 ini, memiliki segudang pengalaman, baik organisasi hingga mengikuti konferensi ke luar negeri. Ia juga sering mendapatkan beasiswa dari berbagai program, selain itu memperoleh penghargaan, terakhir Best presenter award pada international conference on scientific communication in fisheries and marine sciences, 2018. 

Pada waktu mencalonkan diri menjadi Rektor UBB, Ibrahim memiliki visi bergerak cepat, dengan fondasi yang kuat menuju UBB hebat.

Visi ini pun diperkuat dengan misinya empat point, diantaranya mempercepat institusionalisasi kampus mapan dan kredibel, memperkuat konsolidasi internal dan eksternal melalui harmonisasi sumberdaya dan kelembagaan.

Eva beserta jajaran senat berharap dengan terpilihnya Ibrahim sebagai Rektor UBB yang baru, nantinya ia akan berkomitmen terhadap visi dan misi yang telah beliau sampaikan pada saat pencalonan.

“Kami menyambut dengan gembira atas terpilihnya pak Ibrahim ini karena beliau juga dari rahim UBB dan kami harap beliau berkomitmen dengan janji-janjinya pada saat pemaparan visi dan misi calon Rektor lalu,” harapnya.

Ibrahim akan dilantik di Jakarta oleh Kemendikbud pada tanggal 24 April 2020 sekaligus pemberhentian secara hormat Rektor UBB sebelumnya oleh Kementrian.


Topik

Kampus_Terpadu_UBB
. ayar