FISIP UBB, ICoAC 2020: Dosen UGM dan Tim Jubir Kepresidenan RI Bahas Konflik pada Masyarakat Asia serta Manajemen Konflik saat Pandemi COVID-19

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 06 Juli 2020 15:45 WIB | Diupdate pada 06 Juli 2020 15:45 WIB


MERAWANG, UBB - Jumat (3/7), Setelah sebelumnya sempat terhenti sementara karena adanya pandemi Covid-19, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) bekerjasama dengan One Asia Foundation kembali menggelar International Class on Asian Comumunity 2020 (ICOAC2020).

Kelas Internasional yang sudah diselenggarakan sejak Februari 2020 lalu ini dilakukan secara tatap muka, namun dikarenakan pandemi COVID-19 dan tatanan new normal, serta memperhatikan protokol kesehatan, untuk pertemuan ke-8 hingga pertemuan ke-17, Panita penyelenggara menyelenggarakan kelas internasional secara online atau daring dalam bentuk webinar, serta terbuka untuk umum. Tidak dibatasi hanya kepada peserta internal ICOAC 2020 saja.

Pertemuan ke-8 International Class on Asian Community 2020 diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, pada tanggal 3 Juli 2020, pukul 14.00 WIB. Peserta yang mendaftar sebanyak 348 orang, yang berasal dari perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya Hamburg University of Applied Sciences, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, dan perguruan tinggi lainnya.

Pertemuan ke-8 dari 17 pertemuan pada International Class on Asian Community membahas tentang konflik pada masyarakat Asia dan manajeen konflik saat pandemi COVID-19. Dr. Muhammad Supraja, S.Sos., M.Si. (Dosen pada Program Studi Doktor Sosiologi Universitas Gadjah Mada) dan Novri Susan., Ph. D (Tim Juru Bicara Kepresidenan Republik Indonesia) sebagai Narasumber, serta Luna Febriani, S.Sos., M.A. menjadi moderator dalam pertemuan tersebut.

Konflik pada masyarakat Asia

Konflik yang terjadi pada masyarakat Asia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya factor ekonomi, politik, ideologi dan organisasi-organisasi keagamaan. “Jika dikaitkan dengan agama, pada dasaranya agama memiliki dua wajah, di satu sisi agama dapat menciptakan keadilan sosial, perdamaian, dan transformasi sosial tapi di sisi lain agama juga dapat melahirkan tensi sosial hingga konflik sosial. Oleh karena itu perlu adanya gerakan keagamaan yang mampu menggelorakan nilai-nilai penghormataan terhadap manusia, alam dan keberagaman, seperti Gerakan Maiyah dari Cak Nun, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah” ujar Supraja.

Manajemen konflik pada saat pandemi COVID-19

Menurut Novri Susan, PhD, masyarakat Asia memiliki keuntungan berupa modal sosial yang tidak dimiliki masyarakat lainnya, seperti; keberagaman, kearifan lokal, solidaritas sosial, dan harmoni. Namun di sisi lain, masyarakat ini juga memiliki isu-isu yang dapat menggoyahkan masyarakat tersebut, seperti prasangka, sentimen primordial, kontestasi kelompok serta kesenjangan kepentingan politik. Oleh karena itu perlu ada manajemen konflik, terlebih di era pandemi COVID-19 ini.  Manajemen konflik ini dilakukan untuk menstransformasikan konflik menuju perdamaian, yang mana dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara institusional dan secara personal.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini menarik perhatian dan antusias dari para peserta. Sesi tanya jawab menggunakan fitur chat ditujukan kepada panitia untuk Pertanyaan yang relevan dan sesuai disampaikan moderator untuk dibahas oleh Narasumber. Diakhir kegiatan, panitia mengeluarkan polling untuk melihat pemahaman peserta terkait materi yang telah dibahas oleh Narasumber.

Kegiatan International Class on Asian Community 2020 akan tetap diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten membahas persoalan pada masayarakat Asia. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk menjembatani perbedaan identitas dan membangun kemitraan melalui pendidikan pada masyarakat Asia.

Pertemuan ke-9 International Class on Asian Community 2020 selanjutnya akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2020, menghadirkan Prof. Tekguc Hassan (Kadir Has University, Turkey) dan Prof. Okamoto Masaaki (Kyoto University, Japan) Untuk mengikuti kegiatan tersebut, calon peserta dapat mendaftar melalui https://bit.ly/REG-ICOAC2020. (red.fisip/Humas)


Topik

FISIP_UBB
. ayar