Launching System Blockchain, Pengelola Industri Sadai Gandeng UBB

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 15 Juli 2020 23:05 WIB | Diupdate pada 15 Juli 2020 23:05 WIB


MERAWANG, UBB – PT Ration Bangka Abadi (Pengelola Kawasan Industri Sadai/KISS) gandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam proses pengembangan kawasan industri Sadai Kabupaten Bangka Selatan dengan aplikasi teknologi blockchain.

Kegiatan seminar dan launching sistem blockchain, dihadiri Rektor UBB Dr. Ibrahim, MSi., Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Drs. Naziarto, SH., MH., Bupati Bangka Selatan Dr. Ir. Drs. H. Justiar Noer, ST., MM., MSi., Presiden Direktur PT. RBA Vindyarto Purbalinarko, CEO Huobi Indonesia Xiong Dan, serta tamu undangan lainnya.

Acara yang diawali dengan seminar terkait manfaat sistem blockchain dengan menghadirkan tiga narasumber dari Huobi Indonesia yakni; Xiong Dan (CEO Houbi Indonesia), Max Ma dan Moh. Rezky Zakiri Sugiyanto.

Blockchain merupakan rekaman buku besar yang terdesentralisasi, memeriksa, dan memverifikasi setiap proses penarikan, pembayaran, dan perdagangan. Ketiga narasumber dalam paparannya sangat detail menjelaskan manfaat dan kegunaan aplikasi tersebut di era digital 4.0.

Melalui aplikasi ini semua sistem akan terintegrasi dan lebih memudahkan dalam pelaksanaan inflastruktur dan pengembangan industri yang akan dikembangkan di Sadai kedepan. 

Rektor UBB Ibrahim sangat mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Babel, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Presiden Direktur PT Ration Bangka Abadi beserta Huobi Indonesia untuk  bersama-sama mengawali launching block chain dalam mengembangkan kawasan industri khususnya Sadai Kabupaten Bangka Selatan.

Tambahnya, suatu kebanggaan bagi UBB telah diberi kepercayaan untuk melaksanakan acara launching sstem blockchain. Dengan keterlibatan sivitas akademika UBB diharapkan dapat memberikan peluang bagi akademisi dalam proses riset, penyaluran alumni serta hal lain yang bisa di sinergikan.

Direktur Utama PT Ration Bangka Abadi Vindyarto Purba yang juga sebagai salah satu Dewan Pertimbangan UBB, dalam sambutanya menerangkan bahwa penyusunan sistem blockchain sudah dirancang satu tahun sebelumnya, dan menurutnya Sadai Industrial Park didirikan untuk memberikan perubahan tidak hanya bagi Bangka Belitung, namun juga untuk Indonesia.

“Kami mendesain Sadai tidak berkompetisi untuk nasional, tidak berkompetisi untuk di lokal. Sadai kami desain untuk berkompetisi di level dunia,” ujar Purba.

Menurutnya ada beberapa manfaat blockchain bagi pengelola industri, dimana kalau dikelola secara manual dengan keterlibatan berbagai sektor pemerintahan dan lain-lain terkait pengelolaan industri sangat memakan waktu, namun dengan sistem blockchain memberikan kemudahan dan terintegrasi serta terkoneksi dengan sektor-sektor yang terlibat.

“Hari ini sistemnya kita launching dan sudah selesai, Insyaallah infrastrukturnya mulai berjalan, kontraktor-kontraktor yang masuk kawasan pun sudah banyak, dan kita pun sudah sampaikan ke Pemerintah Daerah,” terangnya.

Hal senada disampaikan Xiong Dan (CEO Houbi Indonesia) yang pertama kali menginjak kakinya di Pulau Bangka sangat tertarik dengan kultur budaya yang beragam serta harmonis, dan beliau juga atas nama Houbi Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam industri blockchain Indonesia dan konstruksi ekologis.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bangka Selatan H. Justiar Noer mengatakan blockchain menjadi salah satu cara untuk menghubungkan antara investasi dan keuangan. Bersama PT Ration Bangka Abadi serta Houbi Indonesia mimpinya untuk mengembangkan Kawasan Industri Sadai menjadi nyata, dan Ia pun sudah menyediakan lahan yang luas untuk pengembangan industri dan sektor lainnya.

Terkait pengembangan sistem blockchain, Sekda Pemprov. Babel Naziarto memaparkan ada beberapa hal yang perlu dicermati, diantaranya keuntungan dan manfaat blockchain bagi masyarakat sekitar dan sumber daya alam, serta sarana yang ada apakah tersedia dan mendukung untuk pengelolaan teknologi yang jangih tersebut kedepannya.

“Ada tiga pemikiran kedepan yang harus kita lakukan secara baik, yang pertama adalah eksistensi dari pada program blockchain Sadai Industrial Park. Ia mengharapkan keuntungan yang dibawa oleh blockchain bisa berkembang atau tidak secara maksimal, bisa menguntungkan bagi masyarakat sekitar atau tidak ? Ini yang harus kita pikirkan, yang kedua dari pemanfaatan blockchain yang hadir di Sadai, sumber daya alam yang ada di Bangka Selatan khususnya Sadai apakah mampu atau menerima kehadiran teknologi yang begitu canggih, karena ini memerlukan lingkungan yang strategis dan lahan yang banyak. Yang ketiga adalah SDM, apakah SDM kita bisa untuk menerima kehadiran blockchain Sadai Industrial Park ini, dan apakah mampu SDM kita bersaing dengan SDM mereka yang dibawa kesini nanti,” kata Naziarto.            

Terkait SDM, Naziarto mengungkapkan keterlibatan perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Bangka Belitung untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas agar mampu dan mendukung dalam menyambut kehadiran sistem blockchain tersebut kedepannya. (Ags/Humas)


Topik

MOU_KERJASAMA
. ayar