Rektor UBB, Ibrahim Apresiasi Inovasi Alat Cuci Tangan Tanpa Sentuh Mahasiswa KKN Desa Bencah

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 10 Agustus 2020 22:17 WIB | Diupdate pada 10 Agustus 2020 22:21 WIB


AIR GEGAS, UBB – Rektor UBB Dr. Ibrahim, MSi., didampingi Ketua Senat UBB Eva Prasetiono, SPi., MSi., dan Ketua LPPM UBB Dr. Fournita Agustina, SP., MSi.,  mengunjungi mahasiswa UBB peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-15, saat melaksanakan program monitoring dan evaluasi (monev), di Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (10/8/2020) sore.

Kunjungan Ibrahim sejak dilantik dan menjabat sebagai Rektor UBB merupakan pertama kalinya beliau melakukan monev kelokasi KKN. Dalam kunjungan tersebut, Rektor berdialog dengan aparat desa serta berdiskusi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta Mahasiswa UBB peserta KKN di Desa Bencah terkait apa yang telah dilakukan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

“Saya pertama kali mengunjungi kegiatan KKN selama KKN tahun 2020, ini adalah lokasi KKN pertama yang saya kunjungi,” ungkap Ibrahim.

Kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana peserta KKN serta program pengembangan desa disesuaikan dengan kondisi saat ini dan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Begitu juga halnya dengan tema yang diusung salah satu peserta KKN XV UBB di Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan yakni “Berkreasi dari rumah untuk mencegah dan edukasi Covid-19”.

Kehadiran Rektor UBB beserta rombongan disambut gembira oleh DPL dan Mahasiswa KKN di Desa Bencah, pasalnya mereka tidak menyangka Rektor dengan kesibukan dan agendanya yang padat dapat menghadiri acara “Serah terima alat cuci tangan dengan mekanisme tanpa sentuh”  yang akan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Bencah.

Dalam sambutannya Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada peserta KKN UBB Desa Bencah yang telah menyelenggarakan acara yang dikemas secara sederhana, namum menurutnya tidak mengurangi semangat para mahasiswa UBB untuk membangun desa melalui program-program nyata yang telah dilaksanakan termasuk inovasi yang dihasilkan oleh peserta KKN.

“Saya menyampaikan ketetarikan terhadap satu inovasi kecil, sebenernya bapak ibu kalau diperhatikan tidak bagus-bagus amat, yang bagus itu gagasanya. Temua-temuan kecil seperti ini kami kira pihak kampus dan itu bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dan temen-temen dilapangan itu saya kira paling baik. Jadi tidak harus temuan itu adalah besar, tetapi melalui temuan-temuan kecil dan bisa langsung dirasakan, ini saya kira satu trobosan dan inovasi dari temen-temen mahasiswa,” terangnya.

Ibrahim juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak desa dan kecamatan yang telah menerima mahasiswa UBB untuk melakukan pengabdinya di tengah-tengah masyarakat. Ia juga menambahkan agar interaksi yang baik ini dapat terus berkelanjut, dan tentu tidak dalam bentuk KKN saja, namun hal-hal lain yang bisa dikembangkan bersama oleh pihak desa dengan pihak kampus kedepannya.

“Terima kasih kami kepada Kepala Desa Bencah dan jajarannya, juga pak Seketaris Kecamatan karena sudah memfasilitasi anak-anak kami untuk belajar di tengah-tengah masyarakat. Ini menjadi awal dan kedepan bisa terus berlanjut tidak hanya dalam bentuk KKN, namun dalam bentuk riset, pendampingan dan lain-lainnya,” kata Ibrahim.

Dikesempatan yang sama DPL KKN Saparin, ST., MSi., menyampaikan telah banyak program-program KKN yang sudah terealisasi, apalagi menurutnya di tengah pandemi covid dimana masyarakat sangat merasakan imbasnya secara langsung terhadap keterpurukan perekonomian yang mereka alami.

Dengan kehadiran mahasiswa peserta KKN UBB sedikit banyak dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk berkreasi dan berkarya serta beralih kesektor lain yang lebih menjanjikan, seperti peternakan, hidroponik, pengembangan wisata desa dan lain-lainnya. Saparin juga menjelaskan program-program mahasiswa KKN sebagian besar sudah menyentuh dan berdampak langsung kepada masyarakat khususnya yang terkena dampak covid..

“Program yang telah dilaksanakan antara lain, pembagian masker, pembagian anak ayam merawang sekitar 100 ekor yang sudah didistribusikan, selain itu ada juga program pembuatan kandang. Dengan keterbatasan dana, kita hanya bantu warga yang terkena langsung dampak covid agar bisa bergulir lagi untuk berternak, serta kegiatan lain seperti bimbel, hidroponik juga ada, selain itu juga kerajinan dari bahan bekas yang langsung dibimbing oleh mahasiswa KKN,” tutur Saparin.

Terkait inovasi dari hasil mahasiswa KKN bimbingannya, Saparin juga menjelaskan alat cuci tangan dengan mekanisme tanpa sentuh masih bersifat manual, menurutnya ini masih tetap dilakukan dengan pijakan kaki yang menggunakan pegas, hanya tidak lagi menggunakan tanggan.

“Salah satu karya mahasiswa KKN ada alat cuci tangan tanpa sentuh artinya tangannya tidak menyentuh, tetapi kalau kaki tetap menyentuh, kalau bener-bener tanpa sentuh sebenernya pakai sensor,” terangnya.

Seketaris Kecamatan Air Gegas Tanjaya, mengapresiasi kehadiran dan inovasi dari mahasiswa UBB sebagai peserta KKN terhadap kontribusi dan pengabdinnya kepada masyarakat desa, dan beliau meminta agar bisa dibuatkan satu lagi alat yang sama untuk pihak sekolah yang ada di Desa Beruas. Menurutnya mahasiswa KKN UBB sangat membantu dalam pelaksanaan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini penemuan yang luar biasa juga dari mahasiswa UBB di Kecamatan Air Gegas ini, kalau bisa kami minta dibuatkan satu lagi untuk sekolah,” ucap Tanjaya.

Dalam sambutannya, Tanjaya juga meminta secara khusus kepada Rektor UBB agar ditahun depan khususnya desa-desa yang ada di Kecamatan Air Gegas dapat ditempatkan kembali mahasiswa KKN dari Kampus UBB.

Ketua KKN Desa Bencah Safrudin, saat di temui dilokasi KKN merasa senang dengan kehadiran Rektor UBB beserta rombongan bisa berkunjung dan hadir diacara mereka. Menurutnya alat cuci tangan tanpa sentuh yang akan mereka serahkan kepihak desa pembuatannya memakan waktu 3 minggu dan terbayar karena bahagia dengan hadirnya Rektor UBB ditengah-tengah mereka.

“Membuat alat ini membutuhkan hampir 3 minggu, tiba-tiba setelah selesai dan saat serah terimanya dihadiri oleh Rektor. Ada kepuasan tersendiri bagi tim KKN Desa Bencah ini,” ungkap Safarudin.

Keberadaan mahasiswa KKN apresiasi positif oleh para warga, dan mereka juga harus mampu mendorong pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa. Terlebih masyarakat khususnya Desa Bencah sangat terbuka dan mensupport setiap kegiatan dan program-program yang digagas oleh mahasiswa KKN XV UBB. (Ags/Humas)


Topik

KKN_UBB
. ayar