Mahasiswa UBB Gelar Sosialisasi Teknologi Pengolahan Limbah Cair Batik Cual Secara Daring

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 28 September 2020 15:19 WIB | Diupdate pada 28 September 2020 15:19 WIB


MERAWANG, UBB - Jumat, 25 September 2020, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Teknologi (PKM-T) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang diketuai oleh Sandi, mahasiswa Jurusan Fisika UBB, sosialisasi mengenai pengenalan serta penggunaan alat Teknologi elektrokoagulasi terintegrasi panel surya dalam pengolahan limbah batik cual khas Bangka Belitung secara daring

Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing PKM-T Yuant Tiandho,S.Si.,M.Si., Yundarti selaku Pengusaha Batik Melayu Pinang Sirih, Penyelia Pengujian Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ajie Prayoga S.Pi., dan Sekretaris Jurusan Fisika UBB, Herman Aldila, S.Pd.,M.Si.  Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Teknologi (PKM-T) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Jurusan Fisika.

 Acara selanjutnya adalah presentasi yang disampaikan oleh Anggota Tim PKM-T Andrian Saputra mengenai pengenalan dan penggunaan alat teknologi elektrokoagulasi dalam mengolah air limbah batik cual di  kelompok Usaha Batik Melayu Pinang Sirih.

Dalam sesi diskusi Yundarti berharap nantinya dapat berkolaborasi dengan tim PKM-T dalam pembuatan alat elektrokoagulasi yang nanti akan dibuat dalam pabrik mini pungkasnya, selain itu, Herman Aldila juga memberikan dukungannya dan berharap Tim PKM Bidang Teknologi UBB dapat terus berinovasi dalam pengolahan air limbah batik cual.

Ajie Prayoga juga menuturkan hal yang serupa, ia mengapresiasi Tim PKM-T UBB bahwa teknologi yang sudah bagus ini harus terus dikembangkan dengan memperhatikan berapa jumlah debit air limbah batik yang dihasilkan serta akan dibuang kemana air limbah batik cual hasil proses pengolahan dengan teknologi elektrokoagulasi ini nantinya.

Yuant Tiandho selaku dosen pembimbing PKM-T berharap hubungan kerja sama antara pihak UBB dan Pihak Batik Melayu Pinang Sirih dapat terus berlanjut sehingga nantinya hasil penelitian yang telah dilakukan dapat menjadi pengabdian bagi masyarakat sebagai bentuk salah satu program Tri Dharma Perguruan Tinggi. (red.Humas)


Topik

Mahasiswa
. ayar