Woww, 2 Alumni UBB Raih Beasiswa S2 di JUST dan ITB

Penulis: Editor | Ditulis pada 12 Agustus 2021 11:47 WIB | Diupdate pada 12 Agustus 2021 11:48 WIB


Di awal bulan Agustus 2021 ini, Universitas Bangka Belitung (UBB) mendapat kabar baik dari dua alumninya, yakni dari Program Studi Kimia (2016) dan  dan Program Studi Fisika (2017).

Eva Julianti, alumnus Prodi Kimia, berhasil meraih JUST Scholarship 2021 pada Program Master di Department of Chemistry Jiangsu University of Science and Techonology (JUST), China, serta  Aliefia Noor alumnus Prodi Fisika yang meraih Beasiswa Prestasi Talenta dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan LPDP di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tahun 2021 ini juga mereka berdua akan langsung studi lanjut, memperdalam ilmu, memperluas wawasan di dua kampus ternama tersebut.

Diterimanya S2 di kampus JUST dan di ITB dengan beasiswa, Eva dan Aliefia  tidak hanya membanggakan banyak pihak, tapi juga menyimpan cerita inspiratif di balik perjuangannya masing-masing.

Eva Julianti, Sang Pejuang Kampus Luar Negeri

Perjuangan Eva untuk tembus studi S2 di kampus ternama di luar negeri tidaklah mulus. Beberapa kali berkas yang Ia submite tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

“Sebelum mendapatkan info lulus di JUST ini, Eva sudah beberapa kali mencoba untuk daftar S2 ke Kampus luar negeri, tapi dari pendaftaran itu, hanya notifikasi berupa pernyataan berhasil mendaftarkan diri yang Eva dapatkan. Jadi, pas menerima membaca pengumuman bahwa Eva dinyatakan lulus di JUST kemarin, Eva agak nggak menyangka”, ungkap Eva saat diwawancarai humas UBB.

Setelah dinyatakan lolos di salah satu kampus di negeri tirai bambu tersebut pun, Eva Julianti belum bisa tenang dan masih mengalami dilema. Sebab, belum ada informasi tentang kelulusan beasiswa yang Ia daftarkan. Sementara Eva sendiri tak ingin membebani orang tuanya untuk biaya perkuliahan S2 di luar negeri yang tentunya tidak murah.

“Setelah mendapatkan surat keterangan diterima di kampus JUST, tidak serta merta ada konfirmasi tentang kelulusan beasiswanya. Saya sempat bingung bagaimana mengusahakan biaya pendaftaran ulangnya. Tapi tak lama kemudian, Bibi menawarkan Eva untuk melunasi uang pendaftaran ulangnya, yang meskipun pada akhrirnya Eva tidak jadi memakai uang Bibi, karena sebelum deadline registrasi Eva mendapatkan informasi lulus Beasiswa JUST 2021 ”, tambah Eva.

Dikatakan Eva, bahwa Beasiswa yang Ia dapatkan ini sudah mencakup biaya hidup, biaya kuliah hingga selesai, disediakan fasilitas asrama, dan juga uang belanja buku. Jadi, bisa dikatakan semuanya akan ditanggung oleh pihak kampus. Tugas Eva hanya belajar dengan giat mengikuti ketentuan dan kurikulum dari JUST agar bisa lulus tepat waktu.

Beasiswa JUST ini sendiri terbagi menjadi tiga cakupan, yakni Fully Funded, Partial Funded dan Self Funded. Fully Fanded adalah skema beasiswa dari JUST yang menanggung semuanya, dari mulai biaya kuliah, biaya hidup, fasilitas asrama dan uang buku. Partial Funded hanya mengcover biaya kuliah dan asrama. Sementara mahasiswa yang mendapatkan Self Funded, hanya mendapat separuh bantuan biaya pendidikan dari kampus.

“Syukurnya, Eva sendiri lolos Beasiswa JUST 2021 dengan cakupan Full Funded”, pungkas pemudi yang berasal dari Toboali, Bangka Selatan ini.

Prestasi yang Diraih Ketika di UBB Mengantarkan Aliefia ke ITB dengan Beasiswa LPDP

Aliefia Noor adalah alumnus Fisika yang banyak menorehkan prestasi ketika masih kuliah di kampus UBB. Paling kurang, ada 14 prestasi, yang terdiri dari 10 prestasi tingkat nasional dan 4 prestasi tingkat internasional yang disebutkan Aliefia ketika mendaftar Beasiswa Prestasi Talenta dari Kemendikbudristek dan LPDP.

“Beasiswa Prestasi Talenta memiliki persyaratan khusus, yakni yang pertama, pendaftar harus mendapatkan juara 1,2, atau 3 pada lomba tingkat nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Yang kedua, mendapatkan juara 1, 2, atau 3 pada lomba tingkat internasional yang tidak diselenggarakan Kemendikbudristek”, ungkap Aliefia saat dihubungi humas UBB.

Aliefia sendiri mengungkapkan, dirinya bisa lolos di program Beasiswa Prestasi Talenta ini lebih karena apa yang telah Ia raih di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2019 dan 2020 yang lalu. Pada PIMNAS di dua tahun tersebut, tim Aliefia berhasil menyabet juara favorite. Ia dkk. berhasil tembus PIMNAS dan menjadi juara favorite melalui PKM-Penelitian (PE), PKM-Gagasan Tertulis (GT) dan PKM-Artikel Ilmiah (AI).

“Kalau prestasi nasional, sepertinya yang paling besar pengaruhnya adalah prestasi di PIMNAS. Sebab, saya lihat peraih Beasiswa Prestasi Talenta ini, banyak dari anak-anak PIMNAS”, ujar Aliefia.

Selain berkat prestasi-prestasi tersebut, menurut Aliefia hal yang membuat Ia bisa lolos Beasiswa dari LPDP ini, adalah dikarenakan lancar dan positifnya respon dari tim accessor ketika melangsungkan wawancara.

”Pada saat wawancara, saya banyak menceritakan tentang Universitas Bangka Belitung. Saya ungkapkan semangat para dosen dan dukungan UBB terhadap segala lomba yang saya ikuti. Selain itu, saya juga menceritakan mengenai Kepulauan Bangka Belitung yang kaya akan sumber daya alam dan segala aspek penelitian yang telah saya lakukan, serta rencana penelitian tesis saya nanti”, tambahnya.

Bagaimana Ia menceritakan tentang UBB dan Kepulauan Bangka Belitung tersebut membuat para Accessor tertarik dan memilihnya sebagai salah satu awardee LPDP tahun 2021. Setelah dinyatakan lulus beasiswa tersebut, langkah Aliefia bisa studi lanjut di jenjang S2 di kampus ITB menjadi sangat mulus.

“Alhamdullilah, tim Accessor sangat tertarik dengan Bangka Belitung terutama salut dengan UBB karena mampu mendongkrak mahasiswanya untuk maju ke depan dan berani bereksplorasi”, pungkas Aliefia. (Hz/humas)


Topik

Mahasiswa
. ayar