Rektor UBB: Jabatan Seyogyanya Dimaknai sebagai The Great Opportunity Bukan The Great Achievement

Penulis: Editor | Ditulis pada 02 September 2021 13:25 WIB | Diupdate pada 02 September 2021 13:25 WIB


Balunijuk, UBB— Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Ibrahim, M.Si., secara resmi melantik 1 orang Dosen atas nama Ir. Eddy Jajang J. Atmaja, M.M. sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja; 6 Dosen atas nama Dr. Diana Anggraeni, S.S, M.Hum, Herry Marta Saputra, S.P., M.Si., Ratih Purwasih, S.P., M.Si., Herdiyanti, S.Sos., M.Si., Bob Morison Sigalingging, S.S., M.Hum., dan Bahjatul Murtasidin, S.I.P., M.Si. sebagai Dosen dengan Tugas Tambahan (dengan masa jabatan sampai Desember 2021); Serta 7 Dosen atas nama Muhammad Syaiful Anwar, S.H., L.L.M, Ndaru Satrio, S.H., M.H., Rafiqa Sari, S.H., M.H., Rahmat Robuwan, S.H., M.H., Monica Kharisma Swandi, S.Si., M.Si., Tri Kusmita, S.Si., M.Sc., dan Winanda Kusuma, S.H., M.H. sebagai Dosen yang memperoleh status Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional.

Pada acara Pelantikan yang berlangsung di Ruang Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat tersebut (Rabu, 01/09/21), Ibrahim selaku Rektor, selain berpesan agar rotasi jabatan yang terjadi tidak memunculkan turbulensi yang terlalu besar, Beliau juga menegaskan, jabatan yang dipegang para dosen sekarang harus dimaknai sebagai the great opportunity, bukan sebagai the great achievement.

Maksudnya, jabatan tersebut seyogyanya harus dijadikan sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa kita bisa, kesempatan untuk membuktikan kita mau bekerja, dan kesempatan menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tepat untuk menduduki posisi yang diamanahkan.

“Kalau jabatan yang diamanahkan sekarang dianggap sebagai the great achievement, maka kerapkali yang bersangkutan hanya akan merayakannya, sementara yang disuruh bekerja adalah bawahan,” ungkap Ibrahim.

Selanjutnya, Ibrahim juga berpesan kepada para dosen yang meraih status jabatan fungsional pertama, bahwa jabatan fungsional itu diibaratkan seperti surat izin mengajar.

“Jabatan fungsional bisa kita anggap sebagai surat izin mengajar, makanya dengan adanya jafung (jabatan funfgsional), teman-teman bisa ke serdos, lalu akan dibayar kelebihan jam mengajar, kemudian teman-teman Dosen juga bisa membimbing skripsi , serta bisa menduduki banyak jabatan akademik lainnya,” tambah Ibrahim

“Jadi untuk teman-teman sekalian, selamat. Langkah pertama telah dimulai. Saya berharap, selesai ini teman-teman atur skenario kapan mau beralih ke lektor 200 atau bahkan ke lektor 300, dan kapan akan studi lanjut S-3. Teman-teman harus bekerja dengan visi atau target,” pungkas-nya. (Hz/Humas)


Topik

Dr._Ibrahim,_S.Fil.,_M.Si REKTOR_UBB
. ayar