+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
07 Oktober 2021 | 18:49:14 WIB


TATAP MUKA


Ditulis Oleh : Eddy Nurtjahya - Dosen Jurusan Biologi

Pemerintah pusat telah memperpanjang PPKM untuk dua minggu ke depan terhitung hari Selasa 5 Oktober lalu. Kabupaten tempat kampus ini berada masih di kategori level 4 bersama 5 kabupaten lain di Sumatera dan Kalimantan. Respons dari pemerintah daerah setempat antara lain akan meningkatkan vaksinasi di samping kegiatan yustisi, dengan harapan besar agar level 4 segera beralih ke minimal level 3 dalam waktu dekat. Tingkat kematian yang sempat tinggi beberapa minggu lalu memberikan andil pada penetapan level PPKM empat, dan sekalipun menurut sebagian orang bahwa asal pasien yang tidak berhasil dirawat di rumah sakit bukan berdomisili di kabupaten tempat rumah sakit berada. Namun, keberadaan terakhir pasien, terlepas asal domisili, tentu meninggalkan virus load (semacam massa virus), yang tidak boleh diabaikan, di rumah sakit dan sekitarnya.

Dari Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 diperoleh informasi yang menggembirakan bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 meningkat dan tingkat kematian menurun dan pada beberapa hari tidak ada. Terus diupayakan penurunan indikator laju penularan yakni kasus terkonfirmasi, perawatan di rumah sakit dan angka kematian agar level PPKM turun.

Pendidikan termasuk pendidikan tinggi di berbagai daerah telah dan sedang ancang-ancang untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.  Terbatas sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang diterapkan secara prioritas. Ada yang akan memberikan lampu hijau bagi praktikum dan/atau kegiatan laboratorium, ada yang merencanakan perkuliahan terbatas bagi mahasiswa semester lima, dst.


Sosialisasi dan Edukasi

Pemahaman bersama akan pentingnya keberadaan virus mematikan ini perlu terus dilakukan. Benar-benar tidak main-main. Kecermatan perlu dilakukan karena berujung pada akuntabilitas yang berdampak jangka panjang. Kehati-hatian tentu lebih baik daripada pandangan yang menggampangkan.

Kita pun yakin dengan sosialisasi yang berkesinambungan, walau pendek durasinya, adalah penting bagi penyamaan pemahaman bagi semua yang ada di kampus. Topik ini bisa menjadi semacam penugasan pada hibah pengabdian kepada masyarakat di salah satu atau lebih tingkat di dalam kampus. Dugaan bahwa win-win bagi pelaksana, baik dosen dan tenaga kependidikan satu pihak, dan kampus di lain pihak akan menambah minat kegiatan sosialisasi ini. Bagi tenaga pendidik, kegiatan yang bermuara pada capaian kinerja tentu dianggap lebih efisien.

Kebijakan bekerja di rumah (wfh), di samping merupakan jawaban atas level yang diberikan untuk kabupaten, juga menjadi salah satu tanda bahwa kondisi terkait kesehatan di masyarakat belumlah normal, setidak-tidaknya menjadi pengingat bahwa level wilayah ini berbeda dengan level wilayah lain di provinsi yang sama, atau jika memperhatikan level di pulau dan provinsi yang berbeda.


Kesiapan

Kekebalan komunitas tentu dapat menjadi salah satu dasar penting dalam penentuan pembelajaran tatap muka. Lingkaran-lingkaran sub unit kerja ke atas, kantor dan ruang di jurusan dan fakultas, kantor dan ruang di lembaga dan unit pelaksana teknis, kantor dan ruang di rektorat, serta kampus sebagai lingkungan yang lebih luas, hingga masyarakat sekitar kampus penting menjadi perhatian. Ini terkait virus load dan penularan. Demikian juga kesiapan tempat cuci tangan beserta sabunnya yang terawat kebersihannya, keberadaan hand sanitizer di beberapa titik. Lebih luas lagi adalah kebersihan toilet pun menjadi sasaran selanjutnya. Terkait dengan salah satu data dasar penting bagi pengambilan keputusan, tentunya data keikutsertaan dalam vaksinasi terekam dengan baik.

Kepatuhan akan anjuran 3 M atau 5 M di dalam kampus adalah penting, tidak hanya bagi satu dua komponen, tapi semuanya, yang menurut sampling di beberapa tempat di beberapa kesempatan, kepatuhan mahasiswa memakai masker tertinggi. Karena itu sosialisasi dan edukasi memang perlu dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Kita maklum bahwa orang yang bergejala tidak dapat mudah dikenali.

Karenanya, semacam gugus tugas operasional kecil diperlukan untuk memantau di seluruh kampus. Gugus tugas berukuran kecil ini diberikan wewenang untuk mengingatkan, menegur setiap tindakan dan kegiatan yang berpotensi besar menularkan virus Covid-19. Memperhatikan prediksi bahwa pandemi ini akan menjadi endemi untuk waktu yang panjang, semacam gugus tugas kecil ini perlu diberikan pemahaman lebih melalui training dan dilengkapi dengan peralatan penyemprotan dan lain-lain yang lebih memadai, dan fasilitas fisik dan material. Pemeriksaan kelengkapan sterilisasi dan penyemprotan ruang dan area secara rutin menjadi salah satu area tugasnya.

Akhirnya perihal atribut “terbatas” pada PTM itu perlu dipertimbangkan, dan dirancang untuk memperkecil peluang penularan Covid-19, dan jika situasi memungkinkan dilakukan.


*****

UBB Perspective

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT