BALUNIJUK (UBB) --  Jagoan Bahasa Indonesia dan  jagoan enam bahasa asing dari seluruh Indonesia akan  adu kebolehan di Bangka Belitung (Babel) 10-15 Oktober 2016. Selama enam hari  mereka  akan unjuk piawai di arena Lomba Debat Bahasa Indonesia dan  Bahasa Asing Tingkat Nasional untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Bahasa asing yang dilombakan adalah Jepang, Mandarin, Inggris, Korea, Francis, Jerman. “Lokasi lomba belum kita tentukan di mana. Tapi tiga kampus  sudah kita survai,” ujar Esih, staf Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud di Kampus Terpadu UBB, Rabu (13.04/2016) petang.

BALUNIJUK (UBB) -- Sivitas akademika Universitas Bangka Belitung (UBB) dirudung duka mendalam. Seorang mahasiswa dan alumninya yang menjadi korban tabrakan maut di ruas jalan Sungailiat-Belinyu, Minggu siang sekitar pukul 13.30 wib, berturut-turut  meninggal dunia.

Setelah Derri Wira Nisura, mahasiswa Jurusan Teknik Tambang UBB,  meninggal dunia  pada  Minggu siang kemarin, Selasa (12/04/2016) pukul 11 wib, Ronauly Ezra Salonica Manurung (alumni Fisip UBB tahun 2015), menghembuskan napas terakhir.

Eca, demikian sapaan akrap Ronauly Ezra, meninggal di RSUD Sungailiat. Sejak kecelakaan hingga dievakuasi warga ke RSUD, gadis kelahiran 8 Januari 1993 itu dalam kondisi koma: tak sadarkan diri.

BALUNIJUK (UBB) --  Sivitas akademika Universitas Bangka Belitung (UBB) berduka cita.  Dua mahasiswa dan seorang alumni UBB menjadi korban  dari tabrakan maut yang terjadi  di ruas jalan Sungailiat-Belinyu, Minggu siang sekitar pukul 13.30 wib.

Dua mahasiswa tingkat akhir UBB  yang menjadi korban dari kecelakaan maut antara mobil Avanza dan Ertiga itu adalah Derri Wira Nisura (mahasiswa Teknik Tambang) dan Devi Otavia (mahasiswa Jurusan Manajemen Fakutas Ekonomi).

Keduanya mengalami luka berat.  Derri meninggal dunia, sementara itu  Devi kini dalam perawatan di Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Sungailiat.  Keduanya tercantum di antara 149 mahasiswa UBB   akan diwisuda tanggal 9 Mei mendatang.

BALUNIJUK (UBB) --   Akhirnya pengumpulan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) 2016  di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hampir tuntas.   Menyusul  14.614 LJUN dari Kabupaten Belitung pada pukul 12.15 wib diterima Tim Pengolahan Hasil UN Universitas Bangka Belitung (UBB).

Kabupaten Belitung merupakan daerah paling akhir menyerahkan LJUN .  Sehari sebelumnya, Kamis (7/04/2016) pukul 12.00 wib,  Belitung Timur (Beltim) menyerahkan 3.508 LJUN kepada Tim Pengolahan Hasil UN UBB.  Empat kabupaten dan satu kota lainnya di provinsi ini  sudah  lebih awal menyerahkan LJUN kepada UBB.

BALUNIJUK (UBB) --   Sebanyak 3.508 Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN)  dari Belitung Timur (Beltim) tiba dan diserahkan langsung ke Tim Pemberkasan UN Universitas Bangka Belitung (UBB),Balunijuk, Kamis (7/004/2016) siang:  pukul 12.00 wib.

Ribuan LJUN ini  sebelumnya  sengaja disimpan selama empat hari di Ruang Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Manggar, sebelum diterbangkan ke Bangka untuk kemudian  diserahkan ke Tim Pemberkasan dan Pemindaian LJUN  UBB.

“Seluruh berkas LJUN hari pertama hingga akhir, disimpan di Ruang Kepala Dinas Pendidikan Beltim. Kondisinya aman karena dijaga oleh dua petugas, baik dari keamanan internal diknas maupun Satpol PP Beltim,” ujar Andi Irawan, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Diknas Beltim, Kamis siang.

BALUNIJUK (UBB) --   Universitas Bangka Belitung (UBB) mampu dalam waktu singkat  memindai ribuan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) milik  peserta Ujian Nasional (UN)  di provinsi ini.

“Itu berkat kecanggihan  dari mesin scanner yang didukung  software (perangkat lunak)  Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud,” ujar Basuki Rahmat,  Koordinator Pemindaian Pengolahan Hasil UN UBB 2016, Rabu (6/04/2016) petang.

Sebagaimana telah dilansir, Kemendikbud dan Kemenristek-Dikti menunjuk  UBB sebagai pemantau dan pemindai  hasil UN,  baik untuk SMA, MAN maupun SMK se Bangka Belitung,   yang berlangsung  sejak 4 hingga  7 April 2016.

BALUNIJUK (UBB) -- Penyerahan bekas Lembar Jawaban Komputer (LJK)  peserta  Ujian Nasional (UN) pada hari kedua di Pulau Bangka kepada Tim Pemberkasan dan Pemindaian UBB,  Selasa (5/04/2016) petang,  berjalan lancar.

“Bangka Tengah menyerahkan LJK UN pada pukul 15.30 wib.  LJK ini berasal dari tujuh  sekolah, yaitu  SMA dan Madrasah Aliyah, serta satu SMK,” ujar Iksander,  staf Humas Panitia UN UBB di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Selasa. 

Berkas LJK UN dari Bangka Tengah diserahkan Faizal MPd kepada Evi Evia, Koordinator Tim Pengolahan Hasil UN (Pemberkasan dan Pemindaian) UBB.

“Semua berkas lengkap. LJK sesuai dengan data sekolah dan jumlah peserta,” terang Iksander di Ruang UPT Kerjasama, Humas dan Penerbitan UBB.

BALUNIJUK (UBB) -- Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Dr Eugenia Mardanugraha menilai, banyak pembicara yang mengupas peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kerap salah kaprah, lantaran mereka lebih menekankan aspek persaingan antarpelaku usaha di rantau ini.

Padahal MEA, sebagai salah satu dari pilar Komunitas ASEAN, itu sendiri dibentuk untuk mewujudkan kawasan ini (1) memiliki daya saing tinggi, (2) menjadi pasar tunggal dan basis produksi, (3) kawasan dengan pembangunan ekonomi berkeadilan, dan (4) terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

BALUNIJUK (UBB) --   Kemendikbud dan Kemenristek-Dikti menunjuk  Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai pemantau dan pemindai  hasil ujian nasional (UN) --  baik untuk  Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Madrasah Aliyah (MAN) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Bangka Belitung --  yang berlangsung  sejak 4 hingga  7 April 2016.

“Untuk memantau pelaksanaan UN tahun ini,  kami  telah menerjunkan  14 dosen ke enam kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Tiap kabupaten dan kota,  masing-masing dua dosen!,” ujar Dr Eddy Nurtjahya MSc, Penanggungjawab Panitia Pengolahan Hasil UN di Kampus Terpadu UBB, Senin (4/04/2016) siang.   

BALUNIJUK (UBB)  --  Mantan Duta Besar RI untuk Singapura Dr Andri Hadi LLM mengatakan Singapura berencana merelokasi sejumlah industri di Negara Kota itu ke negara ASEAN.  Ini dilakukan karena keterbatasan wilayah dan kendala tenaga kerja.

“Nantinya di Singapura tidak ada  lagi industri tekstil dan manufaktur. Yang tinggal hanya bioindustri.  Pilihan relokasi itu semua negara ASEAN; bisa Vietnam atau Indonesia!,” ujar Andri Hadi   ketika berbicara dalam seminar ‘Pemberdayaan UMKM di Provinsi Bangka Belitung dalam Rangka Implementasi MEA”, yang dimoderatori Ir Eddy Jajang Jaya Atmaja MM MBA PhD (Cand), Rabu kemarin.

Halaman

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.