Buku Karya Elvian Dikoleksi Lebih Seratus Perpustakaan Manca Negara

HIBAH BUKU --   Sejarawan Bangka Ahmad Elvian  yang juga dikenal sebagai penulis buku (kanan) menghibahkan buku karyanya “Memarung, Panggung, Bubung, Kampung dan Nganggung” kepada UBB, dan diterima Kepala UBB Press Eddy Jajang Jaya Atmaja.  Elvian sebelum ini juga  telah menghibahkan 10 buku karyanya kepada UBB Press. 

MERAWANG, UBB --  Pemerhati sejarah yang sekaligus penulis buku Bangka Drs Ahmad Elvian mencetak prestasi mencengangkan.  Seratus lebih perpustakaan di Asia, Eropah dan Amerika,  telah mengoleksi lebih dari 20 buku karya pria kelahiran Pangkalpinang ini.

“Daftar perpustakaan  di manca negara yang mengoleksi buku saya itu  telah tercatat pada  Wold Cat,  suatu  katalog koleksi perpustakaan yang beranggotakan  72 ribu perpustakaan di 170 negara. Satu di antaranya adalah perpustakaan  Cornell University di Amerika dan Swan University, Inggris,” ujar  Ahmad Alvian di Universitas Bangka Belitung (UBB) Press,  Balunijuk,  Kamis (15/06/2017) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kota Pangkalpinang ini sengaja datang ke UBB Press untuk menyerahkan buku karyanya berjudul “Memarung, Panggung, Bubung, Kampung dan Nganggung” kepada Kepala UBB Press Eddy Jajang J Atmaja untuk menggenapi 10 buku karya Alvian yang telah dihibahkan ke UBB Press sebelum ini.

“Masih ada lagi buku saya lainnya yang nanti akan saya hibahkan ke UBB Press,” tukas  Elvian yang datang bersama tiga stafnya.  Pada saat  bersamaan Kepala UBB Press Eddy Jajang menyerahkan piagam penghargaan  sebagai simbol rasa terimakasih UBB kepada Elvian.

“Koleksi buku ilmiah UBB Press kini hampir mencapai seratus judul.  Itu semua bisa  menjadi referensi siapa saja yang akan meneliti  mengenai sosial budaya dan pertimahan  di Bangka Belitung,” ujar Eddy Jajang didampingi staf UBB Press,  Iksander.

Ahmad Elvian dikenal sebagai penulis  kreatif dan produktif.  Selain menulis banyak buku  tentang sejarah, budaya, adat,  dan artefak di Bangka Belitung,  ia kerap menjadi pemakalah di berbagai seminar nasional dan internasional.

Tak sekadar itu, sejumlah profesor dari Eropah, Amerika, Jepang dan Cina kerap “menyambangi’ Elvian kalau mereka melakukan riset di Bangka Belitung.  Elvian bagi mereka selain sumber primer, juga ‘kamus hidup’ yang berguna  untuk melengkapi kesimpulan dari  keseluruhan penelitian para guru besar tersebut.

“Pekan lalu empat profesor dari Jinan University, China, menemui saya di kantor.  Mereka perlu bahan referensi untuk melengkapi penelitian tentang keturunan Tionghoa di daerah ini,” terang Elvian,  yang menambahkan satu di antara guru besar Jinan University bernama Prof Zhang Yinglong, Head of Overseas Chinese Studies  (Kepala Kajian tentang Orang Tionghoa di Luar Negeri).

Dalam hal  mengumpulkan data,  menurut Elvian, ke empat profesor dari Jinan University itu sangat ulet.  Ketika ditawarkan buku yang hendak mereka inginkan di foto kopi, Profesor Zhang denga halus menolak.  Zhang malah minta izin memfoto langsung semua  halaman buku karya Elvian itu.

“Terus terang, buku yang mereka inginkan itu tinggal satu eksemplar. Saya tawarkan bagaimana kalau staf saya memfotokopikannya saja.  Tapi Prof Zhang menolak.  Ia minta izin  memfoto 400 halaman buku itu.  Saking banyaknya  halaman  buku yang difoto, sampai-sampai keringat mengucur dari wajah prof tersebut,” ujar Elvian, memuji kerja keras Profesor Zhang.

Elvian mengaku senang buku-bukunya menjadi koleksi lembaga manapun.  Sebab akunya ilmu dan informasi yang ada di dalam buku bisa tersebar dengan cepat.  Bahkan sudah banyak menjadi referensi para peneliti, akademisi, mahasiswa  serta para pengamat ketika membahas tentang Bangka Belitung.

“Saya senang berbagi ilmu dan informasi.  Semua buku  karya saya, saya berikan gratis kepada universitas, perpustakaan mana pun atau kepada peneliti, akademisi dan mahasiswa. Tidak ada satu buku pun yang saya jual atau dikomersialkan,” ujar Elvian.

“Yang terjadi malah ada yang menjual buku saya,  setelah ‘cover’ –nya diubah dan diterbitkan sendiri  tanpa seizin atau sepengetahuan saya,” tukas Elvian ketika berdialog dengan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi di dalam  ruangan yang menyimpan koleksi UBB Press.

Mengenai puluhan judul bukunya tersebar di 100 lebih perpustakaan Amerika, Eropa dan Asia, Elvian mengemukakan, “Ada agen mereka di Jakarta.  Tiap buku baru mereka minta dikirim dan agen itulah yang mengirim ke perpustakaan anggota World Cat.  Hari ini (Kamis, 5 Juni) contohnya, saya barusan mengirim 13 buku kepada agen tersebut”.

Dari puluhan judul buku karya Elvian, 11 di antaranya telah “duduk” di lemari koleksi buku UBB Press.  11  buku itu masing-masing berjudul: “Kera dan Lutung Berebut Kelekak”, “Makanan Khas Pangkalpinang”, “Pakaian Adat dan Pakaian Adat Pengantin serta Upacara Adat Perkawinan Kota Pangkalpinang”, “Ungkapan Tradisional Kota Pangkalpinang”, “Perang Bangka 1812-1851”, “ Permainan dan Alat Musik Tradisional Kota Pangkalpinang”, “Kampung di Bangka Jilid 1”, “Toponim Kota Pangkalpinang”, “Organisasi Sosial Suku Bangsa Melayu Bangka”, “Kampung Bangka Jilid II”, dan “  Memarung, Panggung, Bubung, Kampung dan Nganggung”.

“Masih ada lagi buku saya yang segera rampung ditulis.  Kalau UBB Press mau menerbitkannya silakan saja.  Termasuk semua buku yang telah diterbitkan, kalau mau silakan dicetak ulang,” ujar Elvian menawarkan (Eddy Jajang Jaya Atmaja). 

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.