Dosen UBB Dibekali Pelatihan Pekerti

Sambutan Wakil Rektor I UBB Dr. Ir. Ismed Inonu, MSi., disela-sela pembukaan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Instruksional (Pekerti) bagi Dosen UBB Tahun 2017, bertempat di ruang Garuda lt.5 Hotel Cordela Pangkalpinang, Senin 11/9 pagi.

PANGKALPINANG, UBB -- Sebanyak 30 Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) mengikuti Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Instruksional (Pekerti) Tahun 2017. Acara yang diselenggarakan di Hotel Cordela Pangkalpinang akan berlangsung selama 6 hari kedepan, terhitung sejak tanggal 11 hingga 16 September 2017.

Pelatihan ini terselenggara kerjasama antara Lembaga Pengambangan, Pendidikan, dan Penjaminan Mutu (LP3M) UBB dengan Lembaga Pengambangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah. Dengan menghadirkan sejumlah Fasilitator Pekerti AA (Applied Approach) yang kompeten di bidangnya, antara lain Dr. Tri Murwaningsih, MSi., Dr. Sri Yamtinah, MPd., Antono Dwijo Sutomo, SSi., MS., Dr. Setyo Sri Rahardjo, dr., Mkes., Dr. Suharno, MPd., dan Salim Widono, SP., MP.

Pelatihan Peningkatan Keterampilan Teknik Instruksional (PEKERTI) melatih tenaga pengajar untuk mempersiapkan program pembelajaran, serta memiliki keterampilan mengajar dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. Dengan diadakan pelatihan ini, merupakan upaya LP3M UBB untuk pembinaan, serta meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran kepada tenaga pendidik dilingkungan UBB.

Materi pembelajaran yang dilaksanakan meliputi Overview Program Pekerti, Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi, Pendidikan Sebagai Sistem, Teori Belajar dan Motivasi, Model-model Pembelajaran Inovatif, Pembelajaran Orang Dewasa, Taksonomi Tujuan Instruksional, Dasar-dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar, Desain Instruksional, GBPP dan SAP, Hakikat Metode Instruksional, Metode Pemberian Tugas, Praktikum, Media Sederhana,  Penilaian Hasil Belajar, Praktik Mengajar, Team Teaching, serta resume Pelatihan.

Wakil Rektor I UBB Dr. Ir. Ismed Inonu, MSi., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional (Pekerti) bagi  30 Dosen UBB Tahun 2017 mengatakan, pelatihan ini merupakan kebutuhan setiap Dosen dan bekal awal dalam proses pembelajaran. “Pelatihan ‘pekerti’ ini, merupakan kebutuhan kita untuk meningkatkan kemampuan peda­go­gik­ itu via Dosen”, ungkapnya.

“Selama ini, kita mengajar itu hanya berdasarkan bakat saja, bawaan alam, dan alumni saja !., nah oleh sebab itu, maka kita perlu diberi bekal awal yang disebut Keterampilan Dasar Instruksional atau Pekerti” tutur Ismed.

Universitas Bangka Belitung terus membenah diri dan berupaya meningkatkan kompetensi dan kualitas para dosennya, sehingga dalam waktu dekat semua Dosen yang ada dilingkungan UBB dapat menghasilkan tenaga-tenag pendidik yang profesional.

lanjut Ismed,  kepada para dosen yang mengikuti pelatihan pekerti ini, untuk fokus dan tidak meninggalkan pelatihan, serta berharap setelah pelatihan ini usai, dapat disosialisasikan kepada rekan dan koleganya di Fakultas dan jururasn masing-masing, sehingga ada keseragaman untuk kedepannya agar lebih baik lagi.

“Harapan kami, bisa disosialisasikan di Fakultas dan Jurusan masing-masing, sehingga ada keseragaman untuk kedepannya lebih baik lagi, serta mempercepat kesesuaian pencapaian kurikulum”, harapnya.

Sementara itu Ketua LP3M UBB Dr. Eddy Nurtjahya, MSc., mengemukakan pelatihan serupa sudah beberapa kali kita lakukan dan bahkan ada dosen yang kita kirim untuk mengikuti pelatihan sejenis, namun semua itu tergantung anggaran.

Ia juga mengungkapkan, pelatihan ini dibatasi pesertanya, karna keterbatasan anggaran. Dari total keseluruhan tenaga pengajar dilingkungan UBB, yang baru memiliki sertifikasi pelatihan Pekerti dan sejenisnya baru 40%.

“Tahun lalu sudah satu paket 36, kemudian ini ada 30, kemudian pada tahun-tahun lalu sempat ada yang kita kirim beberapa, total ada 73 orang, padahal dosen kita hampir 200, jadi kurang lebih 40%, berarti masih 60% yang belum punya (sertifikasi pelatihan pekerti dan sejenisnya). Kita ‘UBB’ harus bertahap, kan karna anggaran juga !..”, imbuhnya.  

Dikesempatan yang sama, Saparin, ST., MSi., sebagai salah peserta pelatihan saat diwawancarai oleh humas UBB berkenaana kegiatan pelatihan pekerti yang diselenggarakan di Ruang Garuda lt.5 Hotel Cordela Pangkalpinang, Ia merasa bersyukur bisa terpilih sebagai peserta, dan ia berharap bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan ilmu yang didapat bisa di implementasikan nantinya.

“Pelatihan ‘pekerti’ ini, sangat membantu sekali, ini mengembangkan dosen agar pengajaran dosen kedepannya supaya lebih baik, karna pelatihan ini mengarahkan dosen, dan memberikan dosen itu bekal dalam proses penyampaian pembelajaran di kelas”, ungkap Saparin yang merupakan salah satu dosen muda yang kesehariannya sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UBB.

Selain pelatihan berlangsung selama 6 hari secara meraton, peserta pun  harus mengerjakan tugas-tugas dan praktik yang diberikan oleh tutor dalam pelatihan pekerti. Jumlah kehadiran peserta pun sangat menentukan kelulusan peserta.

Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan PMDPA (Program Mobilisasi Dosen Pakar/Ahli) yang teregistrasi di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti), kehadiran peserta pelatihan ‘pekerti’ paling rendah 80 persen, serta mengerjakan semua tugas yang diberikan tutor. Bagi peserta yang tida memenuhi aturan-aturan tersebut, panitia dalam hal ini LP2MP UNS melaui LP3M UBB dengan tegas tidak akan mengeluarkan sertifikat pelatihan dimaksud. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.