GM PT PLN, Memastikan Kecukupan listrik di Bangka Belitung

PENYERAHAN PLAKAT -  General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia menyerahkan plakat kepada Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, pada pembukaan Kuliah Umum Ketenagalistrikan Fakultas Teknik UBB. 

MERAWANG, UBB – Fakultas Teknik (FT) Universitas Bangka Belitung (UBB) mengelar Kuliah Umum Kelistrikan dengan tema “Kondisi Kelistrikan Wilayah Babel Pada Saat Ini”,  dan sebagai pemateri adalah General Manager PT. PLN (Persero) Susiana Mutia, di Aula Rektorat Gedung Babel IV Kampus Terpadu UBB.

Fakultas Teknik  UBB bekerjasama dengan PT. PLN Wilayah Bangka Belitung mengelar Kuliah Umum Kelistrikan dengan tema “Kondisi Kelistrikan Wilayah Babel Pada Saat Ini”, yang dibuka langsung oleh Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, dengan menghadirkan nara sumber Susiana Mutia General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung. Hadir juga Meneger Bidang Teknik PLN Bebel, Dekan FT, Wakil Dekan FPPB, Wakil Dekan FH, Perwakilan Dosen disetiap Fakultas serta Mahasiswa FT  UBB, bertempat di aula Rektorat Gedung Babel IV, Kampus Terpadu UBB Balunijuk, Merawang, selasa (18/4/2017) pagi. 

Sambutan Rektor UBB  Muh Yusuf mengemukakan suatu penghargaan tersendiri bagi UBB, dimana GM PT. PLN bisa menyempatkan waktu ditengah-tengah  kesibukannya, dan berkenan memberika materi kuliah umum untuk menghidupkan suasana admosfer akademik di Kampus UBB, ungkapnya.

Dalam sejarah UBB berdiri, ini merupakan yang pertama kalinya General Manager PT. PLN (Persero) bisa berkunjung langsung dan sebagai pemateri dalam kuliah umum kelistrikan Fakultas Teknik di Kampus Terpadu UBB.

Tidak kita pungkiri ketersediaan energi listrik di wilayah bangka belitung saat ini masih belum seimbang, hal ini dikarenakan telah berkembangnya sektor pariwisata, komersil, industri, sosial serta kebutuhan konsumen lainnya.

PT. PLN Wilayah Bangka Belitung  mengandeng UBB akan melakukan kerjasama di bulan April 2017 untuk melakukan kajian dan pendataan dalam rangka pemenuhan data informasi dan identifikasi desa yang belum memiliki listrik, dan kebutuhan daya energi listrik desa khususnya wilayah Bangka Belitun.

Susiana Mutia dalam sambutannya, memaparkan keberadaan PLN dan eksitensinya yang saat ini sudah sangat  berkembang, dan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nilai aset terbesar. “Kita titik fokusnya adalah keandalan, keandalan itu berarti kita berupaya menyamakan antara kebutuhan untuk masyarakat dengan daya mampu atau yang bisa dibangkitkan yang disamapaikan kepada pelangan”, ungkapnya.

Kuliah umum yang dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UBB Wahri Sunanda ST MEng dengan tema “Kondisi Kelistrikan Wilayah Babel Pada Saat Ini” memberikan suasana hangat bagi peserta, yang antusias bertanya seputar kondisi kelistrikan Bangka Belitung saat ini.  

Materi kuliah umum, Susiana Mutia memaparkan tentang visi, misi PT PLN (Persero), kewajiban PLN, struktur organisasi PLN, prinsip kerja energi kelistrikan serta kondisi listrik wilayah Babel saat ini.

Menurut Susiana Mutia, Bangka Belitung merupkan dua pulau yang terpisah, maka sistem ketersediaan kelistrikannya pun dibedakannya yaitu sistem kelistrikan Bangka dan sistem kelistrikan Belitung. Data kelistrikan per Maret 2017 untuk sistem kelistrikan Bangka posisi saat ini dengan daya mampu PLN 148 MW, dengan daya puncak tertinggi diwaktu malam hari 127,6 MW, dan PLN juga punya riser margin atau cadangan 20,4 MW. Sedangkan sistem kelistrikan Belitung dengan daya mampu PLN 72,9 MW, dengan daya puncak tertinggi diwaktu malam hari 37,1 MW, riser margin atau cadangan 35,8 MW.

Untuk memaksimalkan kecukupan listrik di Bangka Belitung, PT. PLN (Persero) telah memiliki perencana jangka pendek dan jangka panjang dalam pengembangan daya kelistrikan dengan target pencapaian yang terukur, sehingga kebutuhan kelistrikan dapat tercukupi. Apabila daya mampu sudah sangat besar tentunya akan memberikan profit yang besar baik untuk PLN maupun masyarakat dan perekonomian daerah.

Tentu dalam pencapaiannya PLN tidak bisa berdiri sendiri, perlu dukungan dan sinergi dengan seluruh stakeholder, baik berkenaan perizinan, akademisi, penegak hukum, asosiasi-asosiasi dan stekholder lainnya.

Kemudahan demi kemudahan juga telah dilakukan oleh pihak PLN diantaranya, pelayanan unggulan  cool senter 123, media sosial, website, stasiun penyedia listrik umum (SPLU),  tambah daya dan penyambungan baru, serta layanan ungulan lainnya.

Pada sesi tanya jawab, Edi Kurniawan dari Fakultas Hukum menanyakan kondisi listrik yang sering kali mati di wilayah Babel, serta relepansinya terhadap wacana pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang akan dibagun. Susiana Mutia selaku GM PLT merespon baik dan terimakasih atas masukan serta kritikan yang membangun, ia juga mengatakan dengan daya mampu kelistrikan PLN saat ini pada dasarnya sudah mencukupi, namum PLN perlu melakukan perawatan serta hal-hal lain yang tidak terduka akibat alam. Untuk pembangunan PLTN di Babel “ dari kami PLN masih sebagai wacana, karna memang belum ada reelnya terhadap program yang akan kita lakukan untuk PLTN, riset masih dilakukan “, ungkapnya.  

Semoga kerjasama ini tetap berkelanjutan, dan keharmonisan UBB dengan PLN kedepannya bisa berlanjut lebih baik. (Ags/Humas)

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.